Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

21:07 - Bupati Siak Serahkan Bantu...
19:08 - Bupati Alfedri Salurkan Pa...
16:11 - Bupati Siak Apresiasi Bant...
14:17 - Mantan Bupati Siak Arwin A...
09:21 - Pemkab Bahas Penerapan New...
13:44 - Bupati Siak: Orang Keluar ...
15:24 - Tidak Ada Alasan Covid 19,...
13:24 - Hari Pertama PSBB, Pemkab ...
16:14 - Alfedri Puji Kekompakan Wa...
15:54 - Pemkab Siak akan Salurkan ...
15:44 - Berkat PSBB, Kasus PDP di ...
14:54 - Alfedri Ungkap Usulan ke G...
19:15 - Kabar Baik, Satu Santri Te...
14:24 - Alhamdulillah. Seorang San...
16:28 - 1.214 KK di Kecamatan Siak...
12:41 - Pasca PSBB, Pemkab Siak Be...
19:22 - Progress PSBB Siak Sesuai ...
18:04 - Seleksi Jabatan Sekda Siak...
17:09 - Dua Pekan Berlakukan PSBB,...
10:29 - Siak Menuju Bebas Covid-19...
 
Dalam Tiga Tahun, Siak Berhasil Tekan Kasus Karlahut
Jumat, 24 Februari 2017 - 16:26:17 WIB
Seminar Nasional Mitigasi dan Strategi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia.
Seminar Nasional Mitigasi dan Strategi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia.
TERKAIT:

SIAK-Tahun 2016 lalu menjadi pencapaian berarti bagi Kabupaten Siak, terkait upaya pengendalian kasus kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). Tercatat hingga penghujung tahun lalu, angka kejadian Karlahut di Negeri Istana berhasil ditekan sampai 5 kasus. Sebelumnya sepanjang tahun 2014 terjadi kejadian luar biasa dengan 649 kasus Karlahut, yang berhasil ditekan menjadi 389 kasus setahun berikutnya.

Perkembangan positif tersebut dipaparkan Bupati Siak Syamsuar, pada Seminar Nasional "Mitigasi dan Strategi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia", yang ditaja Universitas Islam Riau (UIR) di Pekanbaru (24/2/2017).

Syamsuar hadir sebagai pembicara bersama tiga narasumber pakar lain, di antaranya Guru Besar Fakultas Perikanan Universitas Riau Prof. Dr. Ir. T. Dahril MSc, Director of Centre for Climate Risk and Opportuniy Management in South Asia and Pasific Prof. Dr. Rizaldi Boer, Certified Fire and Explosion Investigator NAFI and IAFI serta Ir.Adrianus Pangaribuan, MT, CFEI.

“Arah kebijakan Pemkab Siak dalam mendung climate change tentu dilakukan dengan menyesuaikan RPJMD yang mengacu pada cita-cita Nawacita,” kata Syam. Berbagai program dan kebijakan itu sebutnya, dilakukan dengan mendorong peningkatan partisipasi aktif masyarakat, sekaligus melakukan pemeliharaan dan pemulihan sumber air serta ekosistem.

Datuk Setia Amanah ini mengakui, persoalan kerusakan lingkungan saat ini menjadi masalah yang dihadapi banyak pemerintah daerah, tidak terkecuali Pemerintah Daerah Kabupaten Siak.

“9 dari 14 kecamatan dan 67 kampung di daerah kami terpetakan rawan Karlahut karena berada pada zonasi lahan gambut,” ungkap Syamsuar. Untuk menekan potensi kerawanan itu, pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan terpadu.

“Beberapa tahun ini kita telah lakukan penguatan komunitas, menjaga aspek sosia, serta moratorium izin pembukaan perkebunan kelapa sawit dilahan gambut dan pertambangan, memberlakukan sistem verifikasi legalitas kayu, penegakan hukum, serta penanganan terpadu Karlahut,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkab menurut orang nomor satu di Kabupaten Siak itu juga merekonstruksi sistem nilai guna mendukung kebijakan climate change pada aspek kultur dan budaya. “Fatwa MUI yang menyatakan haram hukumnya membakar lahan menjadi penguat langkah-langkah yang kita lakukan seperti dicanangkannya Siak sebagai Kabupaten Hijau oleh Menteri LHK sempena peringatan Hari Lingkungan Hidup 2016 lalu di Siak Sri Indrapura,” kata dia.

Berbagai upaya Pemkab Siak tersebut ternyata menarik atensi banyak pihak termasuk akademisi. Rektor UIR Prof Dr Detri Karya menyebut kehadiran Pemkab Siak dalam forum tersebut ialah untuk melengkapi perspektif lain “Climate Change” selain dari akademisi.

“Pak Bupati kita undang pada hari ini untuk melengkapi semua unsur baik akademisi maupun pemda peubahan iklim. Berbagai permasalahan yang ada didaerah juga bisa disampaikan di forum ini karena turut hadir beberapa narasumber yg ahli dibidangnya,” sebutnya.

Kegiatan Seminar Nasional Tahun 2017 itu, juga diikuti berbagai peserta utusan dari berbagai kampus dalam dan luar Provinsi Riau. Sabtu besok (25/02/2017), para peserta juga dijadwalkan melaksanakan kunjungan Kota Siak Sri Indrapura untuk melihat kebudayaan dan warisan sejarah yang ada.

Editor : Yusni Fatimah





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Imbas Pandemi Corona, Pemilik Kilang di Kepulauan Meranti Terpaksa Jual Murah Sagu Basah
  • Heboh Dua ASN Bugil dan Pingsan Ditemukan dalam Mobil, Ternyata...
  • Soal Lonjakan Tagihan Listrik, Begini Penjelasan PLN Wilayah Riau Kepri
  • Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Riau Peringkat Dua Se Indonesia
  • Peneliti Ungkap Bahaya Virus Corona yang Dapat Merusak Testis
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved