PEKANBARU – Kabar duka menyelimuti Provinsi Riau. Mantan Bupati Siak dua periode sekaligus tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Kabupaten Siak, Arwin bin Ahmad Saruji atau Arwin AS, meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026).
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada usia 73 tahun sekitar pukul 07.28 WIB di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, setelah kondisi kesehatannya terus menurun.
Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka, Jalan Thamrin, tepatnya di samping SMK Labor, Kecamatan Sail, Pekanbaru.
Kepergian tokoh yang memiliki peran besar dalam pembangunan Kabupaten Siak tersebut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Riau, termasuk jajaran Pemerintah Provinsi Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Arwin AS. Ia menyebut almarhum sebagai salah satu putra terbaik Riau yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan daerah.
"Innalillahi Wainnailaihi Rajiun. Saya sangat berduka atas wafatnya orang tua kita, tokoh pembangunan Riau, Bapak Arwin AS. Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," ujar SF Hariyanto, Sabtu (31/10/2026).
Menurut SF Hariyanto, Riau kehilangan sosok pemimpin yang memiliki jasa besar dalam meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Siak sejak awal berdirinya daerah tersebut.
"Almarhum adalah Bapak Pembangunan Kabupaten Siak. Beliau adalah Bupati Siak pertama, pemimpin yang visioner yang meletakkan fondasi Siak dari nol setelah pemekaran dari Bengkalis pada 1999. Jasa beliau sangat besar bagi Provinsi Riau," kenang SF Hariyanto dikutip dari MCRiau.
Ia mengatakan, berbagai kemajuan dan ikon pembangunan Kabupaten Siak saat ini tidak terlepas dari pemikiran serta kerja keras Arwin AS selama memimpin daerah berjuluk Negeri Istana tersebut.
"Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang megah yang melintasi Sungai Siak, Istana Siak yang terawat, dan infrastruktur dasar Siak yang maju hari ini adalah buah dari kerja keras dan pemikiran beliau bersama masyarakat Siak. Pengabdian beliau akan selalu dikenang," sambungnya.
SF Hariyanto juga mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
"Semoga almarhum Bapak Arwin AS diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan," pungkasnya.
Untuk diketahui, Arwin AS merupakan Bupati Siak pertama yang dipilih secara demokratis setelah Kabupaten Siak dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis pada 1999.
Almarhum memimpin Kabupaten Siak selama dua periode, yakni 2000-2005 dan 2006-2011, didampingi Wakil Bupati OK Fauzi Jamil.
Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Siak mengalami perkembangan pesat. Dari daerah pemekaran baru, Siak tumbuh menjadi salah satu kabupaten yang diperhitungkan di Provinsi Riau, ditopang pembangunan infrastruktur, penataan kawasan perkotaan, serta pengembangan berbagai sektor strategis.
Salah satu warisan penting kepemimpinannya adalah pembangunan infrastruktur yang menjadi identitas Kabupaten Siak, termasuk Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang melintasi Sungai Siak.
Selain pembangunan infrastruktur, Arwin AS juga memiliki peran dalam memperjuangkan pembentukan dan pengelolaan sumur minyak oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako (BSP).
Dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kabupaten Siak membuat namanya lekat dengan perjalanan pembangunan daerah tersebut. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Siak dan Provinsi Riau.