SIAK – Asian Agri terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pertumbuhan inklusif (Inclusive Growth) melalui Asian Agri 2030 (AA2030), dengan mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan jangka panjang, AA2030 menjadi kerangka bagi Asian Agri untuk memastikan keberadaan dan kegiatan usaha perusahaan turut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang, termasuk melalui penguatan ekonomi dan pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi lokal.
Di Riau, upaya tersebut diwujudkan melalui program pengembangan ekonomi alternatif yang dilaksanakan secara berkelanjutan bersama masyarakat dan pemangku kepentingan. Sepanjang 2022 hingga 2026, program pengembangan ekonomi alternatif Asian Agri di Riau telah menjangkau 35 UMKM di 35 desa. Pada 25 September 2026, dukungan kembali diberikan kepada dua UMKM di dua desa, sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan usaha masyarakat.
Regional Head Asian Agri Wilayah Riau, Gatot Sibuea, mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari upaya Asian Agri menerjemahkan komitmen AA2030 ke dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Di Riau, kami terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki. Program yang dijalankan bersama masyarakat kami upayakan dapat memperkuat usaha, meningkatkan kemandirian, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Gatot.
Salah satu bentuk pengembangan ekonomi masyarakat di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, dilakukan melalui dukungan kepada BUMKAM (Badan Usaha Milik Kampung) Simpang Perak Jaya berupa 136 bibit kelapa sawit Topaz beserta pupuk.
Dukungan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan memperkuat peran kelembagaan ekonomi kampung dalam meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan usaha juga dilakukan melalui dukungan kepada UMKM Pempek Berkah Bukit Harapan berupa freezer box, vacuum sealer, planetary mixer, kompor satu tungku, serta bahan baku pempek.
Penghulu Simpang Perak Jaya, Abdul Musahab Siregar, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin bersama PT Inti Indosawit Subur (PT IIS).

“Saya ingin menjadikan Kampung Simpang Perak Jaya menjadi kampung yang mandiri. Melalui Program Desa Sawit Mandiri dari PT IIS, kami berharap harapan tersebut dapat tercapai dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Camat Kerinci Kanan, Amri Suryanata, mengatakan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, masyarakat, dan perusahaan diperlukan untuk mendukung pembangunan wilayah.
“Saya sangat mengapresiasi perusahaan yang terus memperhatikan peningkatan perekonomian masyarakat. Kami berharap kolaborasi bersama PT Inti Indosawit Subur dapat terus dibangun untuk mendukung masyarakat dan mempercepat pembangunan Kecamatan Kerinci Kanan menjadi lebih baik lagi,” ujar Amri.
Secara terpisah, Head of CSR & Sustainability Asian Agri, Putu Grhyate Yonata Aksa, mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk melalui penguatan UMKM di berbagai wilayah operasional Asian Agri, merupakan bagian dari perjalanan perusahaan dalam mewujudkan pertumbuhan inklusif.
“Hingga saat ini, berbagai program pengembangan ekonomi yang dijalankan Asian Agri telah mendukung UMKM di berbagai wilayah operasional perusahaan. Kami melihat pengembangan UMKM bukan hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi sebagai upaya untuk membuka kesempatan bagi masyarakat mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas usaha, dan membangun kemandirian ekonomi,” ujar Putu.
“Melalui AA2030, kami terus mendorong agar program-program tersebut dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan bagi masyarakat, sesuai dengan potensi dan kebutuhan di masing-masing wilayah,” lanjutnya.

Tentang Asian Agri
Didirikan pada tahun 1979, Asian Agri merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia, yang telah mengelola lebih dari 100.000 hektare perkebunan kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.
Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) bersama pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi.
Lewat komitmen terhadap praktik berkelanjutan, Asian Agri menjunjung tinggi kebijakan tanpa pembakaran dan menerapkan praktik-praktik terbaik perkebunan untuk membantu petani plasma meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan ketertelusuran rantai pasok, serta mendukung perjalanan mereka menuju sertifikasi. Pabrik Asian Agri memanfaatkan teknologi canggih dan energi hijau yang dihasilkan sendiri untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca.
Perkebunan Asian Agri, serta perkebunan petani plasma, sepenuhnya bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), yang menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.(*)