www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kanwil DJP Riau Gandeng IKTS dan Pemangku Kepentingan Demi Kemandirian Fiskal Daerah
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Di Hadapan Wapres Gibran, Afni Tegaskan DBH Bukan Bantuan, Melainkan Hak Daerah Penghasil
Jumat, 17 Juli 2026 - 19:24:15 WIB
Bupati Siak, Afni Zulkifli, memanfaatkan pertemuan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk menyampaikan kondisi fiskal yang dihadapi daerah penghasil SDA, khususnya terkait pemangkasan DBH.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, memanfaatkan pertemuan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk menyampaikan kondisi fiskal yang dihadapi daerah penghasil SDA, khususnya terkait pemangkasan DBH.

SIAK – Bupati Siak, Afni Zulkifli, memanfaatkan pertemuan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk menyampaikan kondisi fiskal yang dihadapi daerah penghasil sumber daya alam (SDA), khususnya terkait pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH).

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Jumat (17/7/2026), dimanfaatkan Afni untuk meminta pemerintah pusat tetap menyalurkan DBH sesuai hak daerah penghasil.

Menurut Afni, Wakil Presiden memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Bahkan, pembahasan berlangsung lebih lama dari jadwal karena Gibran ingin mendengar langsung kondisi keuangan daerah yang bergantung pada sektor sumber daya alam.

"Kami sangat berterima kasih atas waktu beliau. Tadi beliau sangat memberikan perhatian dan memahami persoalan ini karena juga pernah menjadi kepala daerah. Kami berdiskusi mengenai transfer ke daerah, termasuk Dana Bagi Hasil bagi daerah-daerah kaya sumber daya alam seperti Siak," ujar Afni.

DBH Merupakan Hak Daerah

Dalam kesempatan itu, Afni menegaskan Dana Bagi Hasil bukan merupakan bantuan dari pemerintah pusat, melainkan hak daerah penghasil atas pemanfaatan sumber daya alam.

Karena itu, ia meminta agar penyaluran DBH tidak diperlakukan sebagai kebijakan yang bersifat opsional.

"Jangan jadikan DBH sebagai sesuatu yang opsional. Itu adalah hak daerah penghasil. Namanya saja Dana Bagi Hasil. Dana yang dibagikan dari hasil yang dieksploitasi negara. Persentasenya saja sudah sangat kecil bagi daerah penghasil, sehingga kami berharap hak tersebut tetap diberikan secara adil," tegasnya.

Kabupaten dan Kota Memiliki Kondisi Berbeda

Afni juga menilai kemampuan fiskal pemerintah kabupaten tidak dapat disamakan dengan pemerintah kota.

Menurutnya, wilayah kabupaten memiliki cakupan pelayanan yang jauh lebih luas hingga ke kampung dan dusun, sementara potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) relatif lebih kecil dibandingkan daerah perkotaan.

Ia mencontohkan potensi penerimaan dari pajak opsen seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) lebih banyak berasal dari wilayah perkotaan dibandingkan kawasan pedesaan.

"Kabupaten harus mengurus kampung hingga dusun dengan karakteristik yang berbeda, lokasi yang jauh bahkan dalam kawasan dengan tantangan infrastruktur yang tidak mudah. Karena itu, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota tidak bisa disamakan dalam persoalan PAD," katanya.

Siak Kehilangan Sekitar Rp1 Triliun

Afni mengungkapkan, sejak memimpin Kabupaten Siak bersama Wakil Bupati Syamsurizal pada Juni 2025, pemerintah daerah telah melakukan efisiensi anggaran lebih dari Rp600 miliar, meningkatkan PAD, serta memperbaiki tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD).

Meski demikian, langkah tersebut belum mampu menutup dampak berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.

Ia menyebut Kabupaten Siak kehilangan lebih dari Rp500 miliar akibat pemangkasan DBH pada 2026. Selain itu, dana kurang salur DBH tahun 2023 dan 2024 yang hingga kini belum dibayarkan pemerintah pusat mencapai hampir Rp500 miliar.

Dengan total potensi dana sekitar Rp1 triliun yang belum diterima, ditambah kewajiban kepada pihak ketiga lebih dari Rp300 miliar, kondisi fiskal Kabupaten Siak disebut semakin berat.

Karena itu, Afni menegaskan akan terus memperjuangkan hak daerah penghasil SDA. Sebelumnya, persoalan tersebut juga telah disampaikannya kepada sejumlah menteri dan ia berharap dapat berdialog langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Kami mendukung seluruh program prioritas Bapak Presiden. Namun kami juga berharap hak daerah penghasil tidak dikurangi. Kalau pun ada perubahan kebijakan, pastikan hak DBH itu dikembalikan kepada daerah dalam bentuk program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan program yang disamaratakan tanpa melihat kebutuhan daerah," tutupnya.

Sumber: Tribunnews


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ost.Kanwil DJP Riau Gandeng IKTS dan Pemangku Kepentingan Demi Kemandirian Fiskal Daerah
Bakti Sosial IKTS Pekanbaru disambut antusias (foto/ist)Bakti Sosial IKTS Pekanbaru Disambut Antusias, Warga Nikmati Layanan Kesehatan Gratis
Kia Carens & Sonet Limited Black Edition.Kia Hadirkan Carens & Sonet Limited Black Edition, Unit Terbatas Siap Diburu di GIIAS 2026
Puluhan siswa keracunan MBG di Lampung.Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Operasional 6 Dapur MBG di Lampung Dihentikan
Ilustrasi Harimau Sumatra resahkan warga Desa Danai, Inhil (foto/int)Harimau Sumatra Berkeliaran di Permukiman Inhil, Warga Diminta Waspada
  Penanaman mangrove di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka peringatan Hari Manggrove Sedunia.Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti, RAPP Dukung Gerakan Nasional Hari Mangrove Sedunia
Farel kembali raih tiket nasional, siswa SDN 006 Pangkalan Kerinci juara I O2SN senam artistik tingkat Provinsi Riau (foto/Andy)Siswa SDN 006 Pangkalan Kerinci Juara I O2SN Senam Artistik Tingkat Provinsi Riau
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 dipusatkan di Bali dengan mengambil tema Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang, Minggu (26/7/2026).Peringatan Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Ketua DPRD Kota Pekanbaru, M. Isa Lahamid.PAD Ditarget Rp1,3 Triliun, APBD Pekanbaru 2027 Berpotensi Naik? Ini Penjelasan DPRD
Warga antusias berbelanja selama operasi pasar murah di Riau (foto/ist)TPID Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Pekanbaru dan Kampar, Cek Jadwal dan Lokasinya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved