Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

18:43 - Ada Tambahan 9 Kasus Posit...
09:40 - Terima Bantuan dari Kapolr...
16:19 - Tahun Ini Hewan Kurban di ...
10:53 - Kapolres Siak Maknai Idul ...
19:34 - Bupati Siak dan Kapolres C...
17:43 - Nihil Covid-19, Bungaraya ...
16:38 - Positif Covid-19 di Siak B...
21:57 - Jumlah Pasien Covid-19 di ...
13:52 - Ranperda Pelaksanaan APBD ...
20:22 - SMP Negeri 7 Tualang Siak ...
10:15 - Nenek 80 Tahun di Siak Ter...
15:11 - 10 Karyawan PT IKPP Positi...
23:07 - Penerima Bantuan Covid - 1...
16:19 - Pasien Positif Covid-19 di...
17:13 - Cegah Penularan Covid 19, ...
13:23 - Masa Pandemik, Peringatan ...
12:57 - Tingkatkan Layanan Kesehat...
10:47 - Kasus Kerugian Negara Rp23...
19:32 - Kasus Positif Covid-19 Nai...
19:10 - Pasien Covid-19 di Siak Be...
 
RAPP Jalin Kerjasama Pemkab Siak, Galakkan Desa Bebas Api
Rabu, 01 Juli 2020 - 17:23:50 WIB
Penandatanganan MOU untuk menggalakkan Desa Bebas Api atau Fire Free Village.
Penandatanganan MOU untuk menggalakkan Desa Bebas Api atau Fire Free Village.
TERKAIT:

SIAK - PT Riau Andalan Pulp and Paper bersama dengan Pemerintah Kabupaten Siak, menjalin kerjasama dengan mendatangi MOU untuk menggalakkan Desa Bebas Api atau Fire Free Village.

Kerjasama antara RAPP dan Pemkab Siak ini, bertujuan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah desa di Kabupaten Siak.

Seperti yang diungkapkan Bupati Siak Alfedri, Rabu (1/7/2020) bahwa dirinya sangat mengapresiasi PT RAPP yang telah membuat program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program yang kembali dilanjutkan.

"Kali ini, tiga desa menjadi peserta program yang sudah berlangsung sejak tahun 2014, seperti Desa Dayun, Olak dan Lubuk Jering. Program ini cukup berhasil mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya yang dihasilkan dari kebakaran," ungkap Alfedri.

Ia mengatakan, selama enam tahun program ini berjalan, terbukti telah mengurangi karhutla di 750 ribu hektar lahan yang berada di tiga kabupaten, yakni Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti.

"Untuk Siak sendiri, Alhamdulilah masyarakat sedikit demi sedikit sudah mulai menyadarinya, bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi ini telah mulai sedikit demi sedikit dapat diserap oleh masyarakat," ungkapnya.

Bupati Siak, Alfredri juga mengatakan semua pihak harus bergotong royong untuk mencegah terjadinya karhutla, baik dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Sementara Stakeholder Relation (SHR) Manager PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Wan Muhammad Jakh Anza juga mengatakan kunci dari keberhasilan tersebut adalah hasil kerjasama dari semua pihak.

Pemerintah Kabupaten Siak mendorong upaya pemanfaatan lahan agar terus dijaga. Dari awal, pemerintah Siak terus mendukung FFVP ini dan terbukti pada tahun 2018 tiga desa ini mendapatkan reward sebesar Rp 100 juta dalam bentuk infrastruktu. Tahun 2019 sendiri, tiga desa ini juga menjadi Desa Tangguh Api atau Fire Resilience Community.


“Musim kemarau tahun ini berlangsung dari Mei hingga Agustus 2020 nanti. Kami berharap dengan adanya program ini, desa yang menjadi perserta FFVP di Siak terus semangat mempertahankan wilayahnya dari kebakarn hutan. Kami juga memberikan pelatihan pertanian, salah satunya dengan pembukaan lahan tanpa bakar,” jelas Wan Jakh.

Dia menyebut pilot project program ini dimulai pada tahun 2014, empat desa tercatat sebagai peserta. Tahun 2015 jumlah desa peserta FFVP melonjak menjadi 18 desa. Kemudian pada tahun 2017 dan 2018 program tersebut diikuti masing-masing oleh 18 desa dan Sembilan desa. Tahun 2019 RAPP kembali melakukan MoU dengan sembilan desa yang berada di wilayah operasional perusahaan sehingga total peserta FFVP sudah mencapai 79 desa.

Program ini memiliki 5 elemen utama yaitu penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan, keterlibatan crew leader untuk mendukung pencegahan kebakaran, memberikan bantuan pembukaan lahan melalui peralatan pertanian, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar serta pemantauan kualitas udara melalui perangkat PM10 di 7 desa.

RAPP juga menggandeng pemuka agama setempat seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama serta sejumlah LSM dan kelompok pecinta lingkungan sebagai mitra, seperti Yayasan Laskar Alam, Kelompok Pecinta Lingkungan (KPL), dan Perkumpulan Tapak.

FFVP ini  juga memiliki program sosialisasi dan edukasi ke masyarakat termasuk anak-anak sekolah yaitu Fire Aware Community (FAC).

“Ada 3 bentuk kegiatan FAC diantaranya FAC Goes to School, FAC Goes to Movie dan FAC Goes to Market. Untuk tahun 2020 ini, FAC akan menjangkau 60 sekolah di 3 kabupaten dimana ketiga kabupaten ini merupakan kabupaten yang sebagian besar wilayahnya adalah lahan gambut. Dan FAC Goes to Market akan menjangkau 10 pasar di 3 kabupaten tersebut. Sebagai perusahaan yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau, kami yakin dan percaya praktek pembangunan yang berkelanjutan akan menciptakan masa depan yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan filosofi dari founder APRIL Sukanto Tanoto yang mengatakan bahwa kehadiran RAPP di Riau bukanlah sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Diana Sari
Editor : Yusni Fatimah






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tambahan 50 Terkonfirmasi Covid-19 di Riau, Terbanyak Warga Rohil 18 Kasus
  • Walikota Ajak Masyarakat Dumai Semarakkan HUT ke-63 Riau 2020
  • Ada Tambahan 9 Kasus Positif di Siak, Dua Pasien Sembuh
  • YFMM Konsisten Tiap Tahun Berkurban di Pelosok Pedalaman di Kepulauan Meranti
  • Sambut Peringatan Hari Mangrove, Gubri Tanam 2020 Mangrove di Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved