Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

17:09 - Dilaksanakan Desember, Pem...
16:52 - 20 Tahun Tak Ada Perhatian...
16:42 - Makan Ikan Tingkatkan Imun...
16:52 - Bupati Alfedri Buka Kejuar...
22:18 - Geger, Dua Beruang Muncul ...
17:53 - Forikan Siak Kampanyekan G...
17:21 - Peduli Covid-19, Karyawan ...
22:52 - Karyawan BOB Salurkan 100 ...
21:13 - Ketua TP PKK Siak Minta Ka...
19:12 - Stuban Bansos, Komisi II D...
17:23 - RAPP Jalin Kerjasama Pemka...
12:21 - Peringati Harganas ke-27, ...
21:00 - Peringati Harganas ke-27 V...
11:34 - Masuk ke Kecamatan Siak Wa...
16:55 - Positif Covid-19 di Riau N...
16:46 - Alfedri Siap Berikan Perub...
14:14 - Sepulang Aktivitas di Luar...
16:29 - Gelar Kunker dan Baksos di...
15:58 - Bupati Alfedri Apresiasi K...
22:26 - PT KTU Bantu Masyarakat​...
 
Wajar Masyarakat Siak Bertanya-tanya Soal PSBB, karena Masih Zona Hijau Covid-19
Minggu, 24 Mei 2020 - 19:02:13 WIB

SIAK - Bupati Siak Alfedri mengaku kerap ditanya oleh masyarakat tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan mulai 15-28 Mei. Pertanyaan masyarakat itu bukan tanpa alasan. 

Sebab, daerah Kabupaten Siak masuk katagori zona hijau atau kasus penyebaran Covid-19 masih tergolong minim. 

"Wajar saja masyarakat tanya soal itu. Sebab, mereka kan tahu juga bahwa kasus penyebaran virus Corona di Siak boleh dikatakan minim," kata Alfedri kepada Gatra.com, Sabtu (23/5/2020).

Bila dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Riau seperti Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Kampar, Bengkalis dan Dumai, kasus korban terkena wabah Corona memang jauh lebih tinggi dibanding Siak. Namun, kata Alfedri, posisi Kabupaten Siak yang berada di tengah-tengah daerah tadi yang mengharuskan Kabupaten Siak diterapkan PSBB.

"Siak berada di tengah-tengah. Ada empat daerah (Pekanbaru, Dumai, Pelalawan dan Bengkalis) yang jika menuju ke sana melintasi wilayah Siak. Artinya, siapapun yang ingin datang dan pergi ke empat daerah tadi, akan melintasi wilayah Siak. Inilah yang menjadi tolak ukur Pemprov Riau mengajukan ke Kemenkes menerapkan PSBB di Siak," terang Alfedri di gatracom.

Pemkab Siak tidak menolak hal itu. Sebab, kata Alfedri, dirinya tidak mau banyak korban gara-gara wabah tersebut. "Takutnya, jika kita tak mau PSBB, korban malah bertambah. Maka itu kita ikut PSBB," kata dia.

Untuk itu, Alfedri meminta agar semua pihak ikut berperan dalam memutus mata rantai penyebaran wabah tersebut dengan salah satu cara mentaati protokol kesehatan seperti Phisical Distancing dan lainnya. Hingga saat ini jumlah orang yang terkena Covid-19 di Kabupaten Siak tiga. Satu sudah sembuh dan dua orang lagi tengah dirawat di RSUD Tengku Rafian Siak.

Sebelum dinyatakan positif, kedua orang yang berstaus sebagai santri itu masuk katagori orang tanpa gejala (OTG) usai pulang dari pondok pesantren Temboro di Magetan, Jawa Timur.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tak Kantongi Izin Pemko Pekanbaru, Layanan Rapid Test Kimia Farma di Bandara SSK II Dihentikan
  • Brio Laku Keras, Kontribusi 53 Persen, Penjualan Honda Naik 93 Persen Per Juni 2020
  • Pendaftar Webinar Komunikasi Kesehatan Lebih 500 Peserta
  • PT Gagas Energi Indonesia Bagikan Sembako untuk Pelanggan Gasku Terdampak COVID-19 di Batam
  • Sosialisasi Pemantau Pemilihan Pilkada 2020, KPU Bengkalis Paparkan Mekanisme Masyarakat Berpartisipasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved