Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

19:26 - Waspada Corona, Kampung Ad...
15:02 - Antisipasi Lonjakan Eskala...
17:37 - Dana Penanggulangan Covid-...
16:00 - Dekranasda Salurkan Bantua...
16:14 - Sambut Bulan Ramadan, Ini ...
15:36 - Bupati Siak Apresiasi Pera...
06:03 - 122 dari 392 ODP Tergolong...
16:54 - Dekranasda Siak Gandeng Pe...
12:12 - Pemkab Siak Beri Bantuan S...
20:54 - Terapkan Physical Distanci...
18:31 - Disayangkan, Posko Gugus T...
17:22 - Mantab! Polsek Koto Gasib ...
07:26 - Tiga WNA Masuk Daftar ODP ...
10:09 - Kantor Bupati Siak Disempr...
20:52 - Via Video Conference, Bupa...
19:49 - Ruang Isolasi RSUD Arifin ...
22:10 - Diskes Siak Semprotkan Dis...
17:26 - Hadiri Peletakan Batu Pert...
22:29 - Koordinasi Pencegahan Covi...
18:07 - PWI Siak Taja Diskusi Pane...
 
Himpaudi bersama Disdik Siak Taja Sosialisasi Pencegahan Stunting
Rabu, 19/02/2020 - 16:17:28 WIB
Sosialisasi pencegahan stunting di Siak.
Sosialisasi pencegahan stunting di Siak.
TERKAIT:

SIAK - Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Siak dan Mempura, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting.

Kegiatan yang berlangsung di Aula TK Pemda tersebut diikuti sebanyak 92 orang terdiri dari Kepala TK, guru TK, Kepala Paud dan guru Paud, Rabu (19/2/2020). Kegiatan menghadirkan Bunda Paud Kabupaten Siak Rasidah Alfedri dan nara sumber dari Dinas Kesehatan.

Bunda Paud Kabupaten Siak Rasidah Alfedri menyampaikan apresiasi kepada pihak panitia yang secara swadaya bisa membuat kegiatan tersebut. Kegiatan ini sangat bagus sekali untuk diketahui oleh para guru-guru Paud.

"Guru Paud sangat mempunyai peran startegis dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting pada anak usia dini," kata Rasidah.

Ia menyampaikan, angka stunting di Provinsi Riau sebesar 27 persen, sementara di Kabupaten Siak jumlah penderita stunting sebanyak 21 persen. Artinya 1 dari 5 anak yang lahir menderita stunting. Dengan demikian, itu menjadi tanggung jawab bersama, dan dibutuhkan kerja keras dalam menjawab berbagai tantangan yang ada.
 
Lebih lanjut Rasidah mengatakan, bahaya anak-anak yang stunting atau pertumbuhannya kerdil adalah menurunnya tingkat kecerdasan otak si anak sebanyak 30 persen. Kemudian si anak jadi rentan sakit.

Dijelaskannya, periode usia 0-6 tahun merupakan masa penting tumbuh kembang anak. Sebanyak 90 persen otak anak berkembang pada periode emas ini, dimana miliaran sel saraf dalam otak saling menyambung untuk membentuk kecerdasan.

"Semakin banyak sambungan antar sel otak anak, semakin tinggi tingkat kecerdasannya, untuk itu perlu diberikan stimulasi yang tepat pada anak usia dini agar berpengaruh positif pada tumbuh kembang anak," kata Rasidah menjelaskan.

Jadi lanjut katanya, orang yang stunting sejak kecil cenderung mengalami gangguan kesehatan. Masalah yang kerap terjadi seperti postur tubuh yang pendek saat dewasa, massa otot yang lebih kecil, kemampuan intelektual di bawah rata-rata, serta melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Rois Marsela mengatakan, stunting adalah kegagalan tumbuh kembang anak secara optimal disebabkan dampak dari kekurangan gizi secara kumulatif dan terus menerus.

Secara umum kata dia, penyebab stunting adalah rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak janin hingga bayi umur dua tahun. Selain itu, penyebab lainnya adalah fasilitas sanitasi yang buruk, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan.

"Paling tidak dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, minimal empat kali dalam masa kehamilan, diharapkan berbagai persoalan terkait pertumbuhan anak di dalam kandungan bisa terpantau," ujarnya.

Rois bilang, beragam cara mencegah stunting agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Seperti, melakukan inisiasi menyusu dini begitu si kecil lahir, memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, serta memberikan makanan bergizi seimbang secara bertahap sesuai kemampuan dan usianya.

Selain itu, perlu juga dilakukan perbaikan sanitasi dan akses air bersih guna mencegah risiko ancaman penyakit infeksi. Tentu saja, semua itu harus didukung dengan pola asuh dan perawatan yang baik dari orangtua.

Penulis : Diana Sari
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kemenag Rohul Tunda Pernikahan Masyarakat yang Daftar Setelah 1 April 2020 karena Wabah Corona
  • Cegah Corona, Seorang ASN di Pemkab Kepulauan Meranti Bikin Disinfection Chamber
  • Bulog Riau Siapkan 1.200 Ton Beras Tanggap Bencana Covid-19
  • Tragis, Ibu dan Anak Tewas Tertimbun Longsor
  • Warga Sumbar Diduga Terinfeksi Virus Corona Meninggal Usai Perjalanan dari Tembilahan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved