Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

19:26 - Waspada Corona, Kampung Ad...
15:02 - Antisipasi Lonjakan Eskala...
17:37 - Dana Penanggulangan Covid-...
16:00 - Dekranasda Salurkan Bantua...
16:14 - Sambut Bulan Ramadan, Ini ...
15:36 - Bupati Siak Apresiasi Pera...
06:03 - 122 dari 392 ODP Tergolong...
16:54 - Dekranasda Siak Gandeng Pe...
12:12 - Pemkab Siak Beri Bantuan S...
20:54 - Terapkan Physical Distanci...
18:31 - Disayangkan, Posko Gugus T...
17:22 - Mantab! Polsek Koto Gasib ...
07:26 - Tiga WNA Masuk Daftar ODP ...
10:09 - Kantor Bupati Siak Disempr...
20:52 - Via Video Conference, Bupa...
19:49 - Ruang Isolasi RSUD Arifin ...
22:10 - Diskes Siak Semprotkan Dis...
17:26 - Hadiri Peletakan Batu Pert...
22:29 - Koordinasi Pencegahan Covi...
18:07 - PWI Siak Taja Diskusi Pane...
 
Kesulitan Air, Tim Satgas Berjibaku Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Siak
Minggu, 09/02/2020 - 09:44:26 WIB
Tim Satgas Karhutla melakukan pemadaman titik api yang terdapat disejumlah wilayah di Riau. Foto: Kompas
Tim Satgas Karhutla melakukan pemadaman titik api yang terdapat disejumlah wilayah di Riau. Foto: Kompas
TERKAIT:

PEKANBARU - Tim Satgas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berusaha memadamkan titik api di lahan gambut, Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (8/2/2020).

Tim Satgas Karhutla terdiri dari polisi, TNI, Manggala Agni, BPB, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Dops) Siak, Ihsan Abdillah mengatakan, luas lahan gambut yang terbakar mencapai 15 hektar.

Petugas mengalami kendala saat memadamkan api di lahan gambut itu.

"Kondisi di lokasi sekarang sangat kering dan sumber air sulit didapatkan," kata Ihsan saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (8/2/2020) dikutip dari kompas.

Akibat kekeringan, petugas membuat embung menggunakan ekskavator untuk mendapatkan sumber air. 

Sumber air baru bisa ditemukan setelah petugas menggali hingga kedalaman enam meter.

"Dan itu pun tidak bertahan lama. Paling air di embung bisa kita gunakan selama lebih kurang satu jam. Setelah itu kering lagi," ujar Ihsan.

Keterbatasan air menjadi kendala utama dalam penanganan titik api di lahan gambut tersebut.

Sementara, kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar. Petugas beberapa kali menyambung selang mesin pompa air untuk menjangkau titik api.

"Kebakaran lahan di sini tipe permukaan dan bawah dengan vegetasi nanas, sawit, pakis-pakisan, dan gambut. Jadi kami harus cepat memutus kepala api, supaya tidak makin meluas," jelas Ihsan. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dinilai Tak Akurat, Pemerintah Bakal Beralih dari Rapid Test Corona ke PCR
  • Banyak Mengandung Vitamin C, Berapa Gelas Sebaiknya Minum Jus Jeruk Tiap Hari?
  • Kadisdikpora Rohul Umumkan Pembatalan UN dan Kelulusan Pelajar Rohul
  • HIPMI Jaya Minta Gubernur Anies Bentuk Gugus Tugas Ekonomi Khusus Jakarta
  • ILC Gelar Perkara Khusus Kasus Karhutla Via Video Teleconference
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved