Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

15:07 - Pasien Covid -19 Bertambah...
19:02 - Wajar Masyarakat Siak Bert...
05:26 - RAPP Beri Bantuan Bagi Mas...
19:47 - Bupati Alfedri Himbau Warg...
10:24 - Terapkan Konsep Belajar L...
10:07 - Peduli Sesama, PT SSL dan ...
19:00 - Vicon dengan Kasatgaswil V...
20:53 - Laporkan Stabilitas Harga ...
19:31 - Hari Kedua PSBB, Bupati Si...
20:29 - Peduli Warga Kurang Mampu,...
19:54 - Pemkab Siak Salurkan Bantu...
11:36 - Mulai Terapkan PSBB, Berik...
22:04 - Validasi Data JPS, Sekda S...
21:06 - Pemkab Siak Ikuti Doa Keba...
20:40 - Besok Tetapkan PSBB, Bupat...
22:43 - Alfedri Imbau OPD Perhatik...
15:52 - Dinas PU-Tarukim Siak, Ber...
20:31 - Pemkab Siak Tidak Pasang S...
16:46 - Cegah Penularan Covid 19, ...
15:53 - Satu PDP Warga Tualang Sia...
 
Kesulitan Air, Tim Satgas Berjibaku Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Siak
Minggu, 09 Februari 2020 - 09:44:26 WIB
Tim Satgas Karhutla melakukan pemadaman titik api yang terdapat disejumlah wilayah di Riau. Foto: Kompas
Tim Satgas Karhutla melakukan pemadaman titik api yang terdapat disejumlah wilayah di Riau. Foto: Kompas
TERKAIT:

PEKANBARU - Tim Satgas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berusaha memadamkan titik api di lahan gambut, Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (8/2/2020).

Tim Satgas Karhutla terdiri dari polisi, TNI, Manggala Agni, BPB, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Dops) Siak, Ihsan Abdillah mengatakan, luas lahan gambut yang terbakar mencapai 15 hektar.

Petugas mengalami kendala saat memadamkan api di lahan gambut itu.

"Kondisi di lokasi sekarang sangat kering dan sumber air sulit didapatkan," kata Ihsan saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (8/2/2020) dikutip dari kompas.

Akibat kekeringan, petugas membuat embung menggunakan ekskavator untuk mendapatkan sumber air. 

Sumber air baru bisa ditemukan setelah petugas menggali hingga kedalaman enam meter.

"Dan itu pun tidak bertahan lama. Paling air di embung bisa kita gunakan selama lebih kurang satu jam. Setelah itu kering lagi," ujar Ihsan.

Keterbatasan air menjadi kendala utama dalam penanganan titik api di lahan gambut tersebut.

Sementara, kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar. Petugas beberapa kali menyambung selang mesin pompa air untuk menjangkau titik api.

"Kebakaran lahan di sini tipe permukaan dan bawah dengan vegetasi nanas, sawit, pakis-pakisan, dan gambut. Jadi kami harus cepat memutus kepala api, supaya tidak makin meluas," jelas Ihsan. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pertahankan Zona Hijau, Objek Wisata di Rohul Diminta Tutup Sementara
  • KUD Tani Bahagia Diduga Melenggang Garap Kawasan TNTN
  • 373 Warga Binaan Lapas Kelas 2B Pasir Pangaraian Dapat Remisi Khusus Idul Fitri
  • Alhamdulillah, Satu Lagi Pasien Covid-19 di Riau Sembuh
  • Sebelum Diterapkan, Legislatif Minta Pemko Pekanbaru Jelaskan ke Masyarakat Konsep New Normal
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved