Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

19:26 - Waspada Corona, Kampung Ad...
15:02 - Antisipasi Lonjakan Eskala...
17:37 - Dana Penanggulangan Covid-...
16:00 - Dekranasda Salurkan Bantua...
16:14 - Sambut Bulan Ramadan, Ini ...
15:36 - Bupati Siak Apresiasi Pera...
06:03 - 122 dari 392 ODP Tergolong...
16:54 - Dekranasda Siak Gandeng Pe...
12:12 - Pemkab Siak Beri Bantuan S...
20:54 - Terapkan Physical Distanci...
18:31 - Disayangkan, Posko Gugus T...
17:22 - Mantab! Polsek Koto Gasib ...
07:26 - Tiga WNA Masuk Daftar ODP ...
10:09 - Kantor Bupati Siak Disempr...
20:52 - Via Video Conference, Bupa...
19:49 - Ruang Isolasi RSUD Arifin ...
22:10 - Diskes Siak Semprotkan Dis...
17:26 - Hadiri Peletakan Batu Pert...
22:29 - Koordinasi Pencegahan Covi...
18:07 - PWI Siak Taja Diskusi Pane...
 
20 Hektar Lahan Gambut di Sungai Apit Siak Terbakar, Dua Tersangka Diamankan
Minggu, 09/02/2020 - 07:19:35 WIB
Kapolres Siak meninjau lokasi kebakaran. Foto: Potretnews
Kapolres Siak meninjau lokasi kebakaran. Foto: Potretnews
TERKAIT:

SIAK - Dalam empat hari terakhir kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering terjadi di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak yang mengakibatkan lebih kurang 20 hektar lahan gambut terbakar.

”Lokasi terbakar ada dua tempat. Di Kampung Mengkapan seluas 5 hektar dan 15 hektar di Kampung Tanjungkuras," kata Camat Sungaiapit Wahyudi dikutip dari potretnews Minggu (9/2/2020).

Menurut dia, hingga Rabu pagi petugas gabungan dari berbagai instansi dan organisasi berjibaku berupaya memadamkan kebakaran di dua lokasi tadi.

”Perkiraan kita, kebakaran di Mengkapan mulai terjadi Selasa (4/2) lalu. Dan mulai dipadamkan pada Rabu pagi sampai Kamis. Sementara di Tanjungkuras, karhutla terjadi Jumat kemarin dan hingga hari ini masih dilakukan pendinginan," sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Sungaiapit Iptu Yudha Efiar menjelaskan, untuk memadamkan amukan api, pihaknya tidak hanya menurunkan puluhan petugas, satu unit helikopter water bombing pun ikut dikerahkan untuk memadamkan kebakaran. "Sebab, selain karena sumber air terbatas, saat itu cuaca juga panas dibarengi angin kencang," ujarnya.

Yudha Efiar mengatakan, saat ini petugas masih melakukan pendinginan dibantu seunit alat berat ekskavator dan alat pemadam lainnya di Tanjungkuras.

Dia mengaku, kedua lokasi memang sulit dipadamkan. Selain karena lahan gambut dan minimnya sumber air, jarak tempuh ke lokasi juga sulit.

”Dugaan kita sementara, semua lahan yang terbakar milik masyarakat. Sebab di dalamnya ada tanaman sawit. Saat ini sudah dua tersangka yang kita amankan. Mereka tersangka lahan yang terbakar di Kampung Mengkapan. Sementara di Tanjungkuras, masih kita selidiki,” ujarnya. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dinilai Tak Akurat, Pemerintah Bakal Beralih dari Rapid Test Corona ke PCR
  • Banyak Mengandung Vitamin C, Berapa Gelas Sebaiknya Minum Jus Jeruk Tiap Hari?
  • Kadisdikpora Rohul Umumkan Pembatalan UN dan Kelulusan Pelajar Rohul
  • HIPMI Jaya Minta Gubernur Anies Bentuk Gugus Tugas Ekonomi Khusus Jakarta
  • ILC Gelar Perkara Khusus Kasus Karhutla Via Video Teleconference
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved