www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Begini Upaya Dishub Pekanbaru Tindak Truk Tonase Besar Melintas di Dalam Kota
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Berterima Kasih dengan Program TORA, Masyarakat Kampung Kotoringin Gelar Syukuran
Senin, 20 Januari 2020 - 20:46:24 WIB
Bupati Alfedri menghadiri syukuran masyarakat Kampung Kotoringin.
Bupati Alfedri menghadiri syukuran masyarakat Kampung Kotoringin.

SIAK - Syukuran Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) Tahun 2019 oleh masyarakat Kampung Koto Ringin Kecamatan Mempura Kabupaten Siak berlangsung di halaman Kantor Kampung Koto Ringin, Senin (20/01/2019) dan turut dihadiri oleh Bupati Siak Alfedri.

Pemkab Siak mendukung dan memfasilitasi Program TORA sebagai salah satu agenda pembangunan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang bertujuan untuk melestarikan ekosistem gambut dan redistribusi lahan juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat tempatan. 

Lahan TORA yang ada di Kabupaten Siak berasal dari pelepasan HGU PT. Makarya Eka Guna (MEG) seluas 10 ribu Ha. Sebanyak 4 ribu Ha diantaranya sudah disertifikatkan dan dibagikan kepada masyarakat oleh Presiden RI beberapa waktu lalu. 

"Mudah-mudahan dengan bentuk bersyukur ini, nikmat kita akan ditambahkan oleh Allah SWT. Apapun usaha nya, Allah tetap akan Ridho. Akan tetapi saya ingatkan bahwa di lahan PT. MEG yang 4 ribu hektare yang menjadi objek program TORA ini, tidak boleh diisi dengan tanaman sawit dan akasia," ujar Alfedri dalam sambutannya bersempena hajat tersebut. 

Pasalnya kata pemimpin Negeri Istana itu, dari total 10.000 Program Tora, rata-rata kondisi lahan merupakan gambut dalam dan sisanya tidak sampai 15 % di antaranya yang hanya memiliki kedalaman di bawah 3 meter. 

Oleh karena itu kata Alfedri, sudah ada kajian mengenai TORA yang dilakukan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) sejak awal Tahun 2019 lalu, dimana lahan TORA hanya boleh ditanami jenis tanaman pangan, holtikultura, palawija, termasuk juga mahang, dan tidak boleh ditanami akasia atau sawit. 

"Untuk komoditi holtikultura, palawija lebih besar hasilnya daripada kelapa sawit," ujar Alfedri.

Sementara itu Kepala Desa Koto Ringin, Harun ZE dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepadapihak Pemda Kabupaten Siak, apabila dalam tahapan dan proses perolehan lahan program TORA kepada masyarakat Kampung Koto Ringin terdapat dinamika dan diskusi yang cukup alot.

"Untuk kedepannya diharapkan kampung kami ini tetap menjadi perhatian Pemerintah Daerah agar Kampung kami terus maju untuk kedepannya. Program TORA ini menjadi tonggak sejarah bagi masyarakat Kotoringin khususnya, dan masyarakat Siak pada umumnya," kata Harun.

Penulis : Diana Sari
Editor : Fauzia



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IlustrasiBegini Upaya Dishub Pekanbaru Tindak Truk Tonase Besar Melintas di Dalam Kota
Timnas Indonesia menjamu Vietnam dalam laga perdana Piala AFF U-19 2022Laga Perdana Piala AFF U-19 2022, Indonesia Ditahan Imbang Vietnam 0-0
PT PHE Kampar bersama sejumlah kader posyandu Desa Talang Sungai LimauCegah Stunting, PHE Kampar Gelar Pelatihan Olah MPASI di Desa Talang Sungai Limau Inhu
Head of Sales XL Axiata Greater Medan, Horas Lubis (tengah) bersama dengan KMI Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Muhammad Ilyas (ketiga dari kanan) pada saat acara penyerahan donasi laptop di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini.Dukung Digitalisasi di Pedesaan, XL Axiata Donasi Laptop ke Puluhan Ponpes di 7 Provinsi
IlustrasiKeterbatasan Anggaran, Dishub Pekanbaru Tetap Lakukan Peremajaan PJU
  Politisi India Nupur SharmaPengadilan Tinggi India Sebut Pernyataan Nupur Sharma Hina Nabi Menyebabkan Kekacauan
IlustrasiCapai 625 Kasus, Ini Langkah Pemprov Riau Atasi Wabah PMK
Pasangan tim ganda putri Indonesia Apriyani dan FadiaKandaskan Korsel, Ganda Putri Indonesia Apriyani-Fadia Rebut Tiket ke Final Malaysia Open 2022
Sejumlah owner Coffee shop, barista, dan penggiat kopi di Kepulauan Meranti saat mengikuti Coffee Talk yang ditayangkan oleh Dikopi Coffee shop selatpanjang.Coffee Talk Bersama Dikopi Selatpanjang, Mengangkat Cita Rasa Kopi Liberika Meranti
IlustrasiPemprov Riau Kembali Buka Seleksi Beasiswa Prestasi dan Bidikmisi 2022, Ini Caranya
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penandatanganan MoU dan Penghargaan Desa Bebas Api Asian Agri
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved