Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

17:32 - BPH Migas Akan Bantu Pemka...
17:50 - Pimpin Rapat Koordinasi Pe...
06:22 - Pjs Bupati Indra Agus Lukm...
14:58 - Wujudkan Smart City, Kabup...
19:32 - Bupati Alfedri: Gedung Pus...
17:09 - Siak Raih Opini WTP 5 Kali...
14:36 - Resmikan Pustu Kampung Lal...
17:52 - Pemkab Siak Salurkan Bantu...
16:53 - Hadiri Peletakan Batu Pert...
14:58 - Disdik Siak Sukses Taja We...
20:31 - Pemkab Siak Salurkan Bantu...
17:28 - Bupati Siak Alfedri Pimpin...
15:18 - PT KTU Serahkan Satu Unit ...
20:31 - Pustu Sialang Sakti Dayun ...
18:43 - Cegah Covid-19, Bupati Alf...
16:15 - Tingkatkan Penerimaan Paja...
11:46 - Enam Ranperda Disetujui Pa...
15:39 - Lantik Forum Kadus se-Bung...
15:31 - Tinjau Pembangunan Kolam B...
18:45 - Pemkab Siak Ekspose Rencan...
 
Terinspirasi, Bupati Boyong Camat se-Siak Belajar Smart Kampung di Banyuwangi
Jumat, 08 November 2019 - 18:20:01 WIB
 Smart Kampung yang merupakan program untuk desa-desa Banyuwangi menjadi inspirasi bagi Bupati Siak Provinsi Riau, Alfedri. FOTO: Tribun
Smart Kampung yang merupakan program untuk desa-desa Banyuwangi menjadi inspirasi bagi Bupati Siak Provinsi Riau, Alfedri. FOTO: Tribun
TERKAIT:

BANYUWANGI -  Bupati Siak Alfedri terinspirasi program Smart Kampung yang merupakan program untuk desa-desa Banyuwangi.

Bahkan Alfedri memboyong seluruh camatnya untuk melihat langsung praktik penerapan desa cerdas tersebut.

Sebanyak 14 camat dan kepala dinas teknis terkait di lingkungan kerja Pemkab Siak mengunjungi Banyuwangi selama dua hari.

Alfedri mengaku ingin belajar berbagai inovasi pelayanan publik di Banyuwangi, khususnya Smart Kampung.

“Sebagai salah satu kabupaten terinovatif, Banyuwangi memiliki banyak inovasi cerdas yang menginspirasi. Kami ajak seluruh camat dan kepala OPD kemari untuk belajar banyak hal. Utamanya, Smart Kampung,” kata Alfedri, Jumat (8/10/2019).

Alfedri juga ingin belajar strategi penanggulangan kemiskinan, tata kelola keuangan desa, program jemput bola warga miskin yang sakit, penanggulangan anak putus sekolah, hingga pengembangan pariwisata.

“Semua yang kami dapatkan dari kunjungan ini akan kami tiru di Siak. Dengan meniru semangat Banyuwangi, kami ingin membawa Siak ke depan lebih baik lagi,” tegasnya.

Selama di Banyuwangi, rombongan mengunjungi Mall Pelayanan Publik dan Kantor Kecamatan Genteng. Di dua lokasi tersebut, mereka melihat secara langsung praktik pelayanan publik berbasis IT yang dilakukan di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyambut baik maksud rombongan Siak. “Kami senang jika yang telah dikerjakan oleh Banyuwangi bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Sekarang bukan zamannya lagi berkompetisi. Daerah harus saling bersinergi agar bisa maju bersama,” kata Anas.

Terkait Smart Kampung, terang Anas, adalah inovasi yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI).

Sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa, jarak desa dan pusat kota di Banyuwangi sangat jauh dengan waktu tempuh bisa mencapai tiga jam.

Warga yang butuh dokumen harus menuju ke kantor kecamatan atau pusat kota yang lokasinya cukup jauh, sehingga tidak efisien.

”Dengan Smart Kampung, secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Tapi tentu butuh TI karena yang berjalan adalah datanya, bukan orangnya,” papar Anas.

Untuk menjawab tantangan pengelolaan keuangan desa yang mendapatkan dana besar dari APBN dan APBD, Banyuwangi mengembangkan e-village budgeting dan e-monitoring system.

Perencanaan hingga pelaporan di tingkat desa terintegrasi dalam sebuah sistem.

”Misalnya monitoring, setiap proyek terpantau di sistem lengkap dengan titik koordinatnya. Jadi bisa meminimalisasi proyek ganda, sekaligus memberi rasa aman kepada perangkat desa mengingat tanggung jawabnya semakin besar karena dana yang mengalir ke desa juga terus bertambah,” jelas Anas, dikutip tribun.

Untuk mempercepat pelayanan di tingkat desa, Anas telah mendelegasikan kewenangannya ke desa. Misalnya, pembenahan rumah tidak layak huni.

”Dulu itu harus bupati yang tanda tangani suratnya, sehingga rentangnya panjang. Sekarang cukup di tingkat desa,” ujarnya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Pekanbaru Sahkan APBD-P 2020 Rp2,78 Triliun, Penanganan Covid-19 Jadi Fokus Anggaran
  • Tambah 13 Kasus, Pasien Covid-19 di Bengkalis Capai 235 Orang
  • Ketuk Palu, DPRD Riau Sahkan APBD Perubahan Rp8,7 Triliun
  • Cari Rumput di Babussalam, Kakek 68 Tahun Meninggal Mendadak Akibat Kelelahan
  • Ringankan Ekonomi Masyarakat, Fraksi Demokrat DPRD Riau Minta Gubri Prioritaskan Anggaran BLT 2021
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved