Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

17:35 - Alfedri: Generasi Muda, Ja...
12:45 - Rasidah Alfedri Turun Lang...
19:39 - 50 Rumah Bantuan BSPS Dise...
09:59 - Karhutla di Kawasan Konser...
23:21 - Lantik Ketua TP PKK Kecama...
16:24 - Masuk Nominasi Adipura Ken...
12:54 - Dukung Siak Hijau, Pemkab ...
20:02 - Bupati Siak Minta Para Pen...
15:43 - Bupati Alfedri Resmikan De...
16:09 - Awal Tahun, Alfedri Mutasi...
13:28 - Pemkab Siak Launching Gera...
17:05 - 2019, Dinas PU Siak Raup P...
12:22 - Isi Malam Pergantian Tahun...
17:34 - Fenomena Gerhana Matahari ...
17:19 - GMC di Siak terlihat Sempu...
11:45 - Warga Siak Salat Kusuf di ...
18:29 - Beredar Kabar Harga Tiket ...
07:42 - LAPAN Ungkap Daerah Terbai...
06:19 - Gerhana Matahari Cincin, B...
13:52 - Lahannya Diklaim PT DSI, M...
 
30 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Siak, Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman
Jumat, 26/07/2019 - 15:41:12 WIB
Lahan terbakar di Koto Gasib Siak, Foto: Antara
Lahan terbakar di Koto Gasib Siak, Foto: Antara
TERKAIT:
 
  • 30 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Siak, Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman
  •  

    SIAK - Tim gabungan menyatakan terus melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut seluas sekitar 30 hektare, yang terbakar di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak.

    "Di hari ketujuh ini kegiatan pendinginan lanjutan oleh petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah klaster Koto Gasib dan Siak bersama Manggala Agni," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak, Syafrijal di Siak, Jumat (26/7/2019) dikutip dari Antarariau.

    Pendinginan, lanjutnya juga dibantu TNI/Polri dan Masyarakat Peduli Api setempat. Secara keseluruhan lebih kurang sudah 30 hektare yang terbakar yang sebagian besar di lokasi perusahaan perkebunan sawit.

    Petugas Manggala Agni di lapangan, Ezwin Eko Sutarma mengatakan lahan yang terbakar adalah tanah gambut yang cukup dalam. Kedalamannya itu mencapai tiga sampai empat meter sehingga harus benar-benar dipadamkan sampai bawah tanah.

    Untuk melakukan pemadaman lanjutnya kendala utama yakni air. Pasalnya embung yang sangat kecil sehingga satu kali sedot sudah habis. Akibatnya petugas harus bekerja pindah pindah mencari sumber air kira-kira sehari tiga kali.

    "Personel Manggala Agni 10 orang menggunakan dua mesin, satu mesin 'max' dan dua memakai 'ministriker'," ujarnya.

    Akibat adanya kebakaran kondisi di Siak pada Kamis pagi (25/6) lalu sempat kabur meskipun belum dipastikan apakah itu kabut asap. (*)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Beberapa Organisasi Wartawan Dukung Langkah Infokom Inhil
  • Dalam Sehari Polsek Bangko Berhasil Tangkap Empat Pelaku Narkoba
  • Pertamina Dumai Gelar Bersih-Bersih Kampung Bersama Warga Tanjung Palas
  • IDI hanya Bisa Sosialisasi, Peran Besar Pencegah Karhutla Ada pada Pemprov Riau
  • Lewati Jembatan Rusak, Bocah 2 Tahun di Inhil Jatuh dan Tenggelam di Sungai
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved