Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

16:45 - Tingkatkan Ekonomi Masyara...
16:14 - Makan Ikan Antisipasi Stun...
17:33 - Lagi, Bupati Alfedri Ingat...
18:11 - Forikan Siak Gencar Kampan...
17:09 - Dilaksanakan Desember, Pem...
16:52 - 20 Tahun Tak Ada Perhatian...
16:42 - Makan Ikan Tingkatkan Imun...
16:52 - Bupati Alfedri Buka Kejuar...
22:18 - Geger, Dua Beruang Muncul ...
17:53 - Forikan Siak Kampanyekan G...
17:21 - Peduli Covid-19, Karyawan ...
22:52 - Karyawan BOB Salurkan 100 ...
21:13 - Ketua TP PKK Siak Minta Ka...
19:12 - Stuban Bansos, Komisi II D...
17:23 - RAPP Jalin Kerjasama Pemka...
12:21 - Peringati Harganas ke-27, ...
21:00 - Peringati Harganas ke-27 V...
11:34 - Masuk ke Kecamatan Siak Wa...
16:55 - Positif Covid-19 di Riau N...
16:46 - Alfedri Siap Berikan Perub...
 
Masih Trauma, Teman Petani Tewas Diterkam Buaya Sulit Diajak Komunikasi
Jumat, 21 Juni 2019 - 06:38:00 WIB
Buaya pemangsa manusia yang ditangkap warga di Sungai Lakar, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Buaya pemangsa manusia yang ditangkap warga di Sungai Lakar, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
TERKAIT:
 
  • Masih Trauma, Teman Petani Tewas Diterkam Buaya Sulit Diajak Komunikasi
  •  

    SIAK - Pria dipanggil Moh lebih banyak termenung ketika ditanya kronologis Martoyo alias Keling diterkam buaya di kanal yang mengalir ke Sungai Lakar, Kabupaten Siak. Sejak Rabu pagi, 19 Juni 2019, dia sulit diajak berkomunikasi oleh keluarganya.

    Menurut Camat Sungai Apit Wahyudi peristiwa Keling diterkam buaya pada Selasa malam, 18 Juni 2019, membuat pria berusia 30 tahun itu trauma. Meski demikian, Moh sempat ikut mencari jasad temannya.

    "Setelah ikut mencari korban pada Selasa malam, Rabu paginya dia shock. Sampai sekarang kondisinya begitu juga," kata Wahyudi dikonfirmasi dari Pekanbaru, Kamis petang, (20/6/2019) dikutip dari Liputan6.

    Menurut Wahyudi, Moh terakhir kali bicara ketika diminta masyarakat menunjukkan lokasi Keling hilang mendadak di kanal dekat Sungai Lakar. Padahal waktu itu, hanya sebentar Moh meninggalkan korban.

    Wahyudi menduga Moh syok ketika mengetahui korban diterkam buaya. Moh makin tertekan ketika melihatt bagian tubuh Keling berada di perut buaya yang ditangkap masyarakat.

    "Pengakuan masyarakat, pandangan teman korban kosong, begitu juga jiwanya," ucap Wahyudi.

    Sudah berapa lama Moh dan Keling berteman, Wahyudi tidak mengetahui. Wahyudi hanya dapat informasi keduanya berteman karena pekerjaannya sama, yaitu petani dan buruh bangunan.

    "Kan pada malamnya itu keduanya berniat membangun pondok di ladang untuk masyarakat di sana," terang Wahyudi.

    Sebelum membangun pondok, Moh dan Keling menyeberangi kanal untuk mengambil kayu. Kayu lalu dimasukkan ke kanal dan diikat di pinggirnya supaya mudah dibawa ke seberang.

    Beberapa kayu dihanyutkan tanpa ikatan. Setibanya diseberang, lalu diikat agar mudah dibawa ke lokasi pembangunan pondok.

    "Namun saat itu talinya kurang, maka teman korban naik sebentar untuk mengambil tali," terang Wahyudi.

    Setelah mendapatkan tali, Moh kembali ke kanal tapi tidak melihat Keling. Dia mencari dan memanggil tapi tak ada jawaban. Moh juga masuk ke air tapi pencariannya tak membuahkan hasil.

    Akhirnya, Moh memutuskan naik ke darat, lalu melaporkan ke Ruslan. Kepada penjaga kanal ini, Moh menyebut temannya hilang. Keduanya berusaha mencari tapi Keling tak ditemukan.

    "Barulah diinformasikan ke masyarakat. Pencarian dilakukan hingga dini hari, paginya dilanjutkan lalu ditemukan menjelang malam," sebut Wahyudi.

    Menurut Wahyudi, buaya menyerang manusia sudah beberapa kali terjadi di sana. Dari beberapa kasus itu, Keling merupakan korban pertama yang terenggut nyawanya.

    "Sebelumnya ada tapi masih selamat, baru ini sampai meninggal dunia," imbuh Wahyudi. (*)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Blue-E, Smart Card yang akan Gantikan Buku KIR
  • Ingin Jadi Boneka Ken, Remaja Pria Ini Dandan 4 Jam Sebelum Berangkat Sekolah
  • Fakultas Hukum UIR Terima Kunjungan Bawaslu Pekanbaru
  • Pemprov Riau Telah Salurkan BLT Covid-19 ke 11 Kabupaten dan Kota
  • Temukan Aplikasi Ini di HP Mu? Buruan Hapus Kalau Tak Mau Diserang Malware
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved