Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

21:15 - 95 Paket Bantuan Spesifik ...
18:49 - Meningkat Tajam, Terkonfir...
17:47 - Antisipasi Penyebaran Covi...
19:32 - Siak Tambah 12 Kasus Posit...
16:45 - Pondok Pesantren Kembali D...
19:40 - Kecamatan Sabak Auh Jadi K...
18:43 - Ada Tambahan 9 Kasus Posit...
09:40 - Terima Bantuan dari Kapolr...
16:19 - Tahun Ini Hewan Kurban di ...
10:53 - Kapolres Siak Maknai Idul ...
19:34 - Bupati Siak dan Kapolres C...
17:43 - Nihil Covid-19, Bungaraya ...
16:38 - Positif Covid-19 di Siak B...
21:57 - Jumlah Pasien Covid-19 di ...
13:52 - Ranperda Pelaksanaan APBD ...
20:22 - SMP Negeri 7 Tualang Siak ...
10:15 - Nenek 80 Tahun di Siak Ter...
15:11 - 10 Karyawan PT IKPP Positi...
23:07 - Penerima Bantuan Covid - 1...
16:19 - Pasien Positif Covid-19 di...
 
Dinkes segera Ambil Langkah Antisipasi Masuknya Wabah Monkeypox ke Siak
Rabu, 15 Mei 2019 - 20:35:28 WIB

SIAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Siak segera mengantisipasi masuknya wabah Monkeypox (cacar monyet) ke Kabupaten Siak. 

Kepala Dinas Kesehatan Toni Candra mengatakan, kasus Monkeypox yang ditemukan di Singapura belum ditemukan di wilayah Riau, terutama Kabupaten Siak. Meski demikian, masyarakat harus waspada dan berhati-hati.  

"Sejauh ini belum ada informasi adanya kasus Monkeypox di Riau, terutama di Siak, namun tetap waspada. Karena bisa jadi,  penyakit itu bisa masuk ke Siak,  mengingat banyak juga akan masyarakat kita yang suka berpergian ke Singapura, " ungkapnya.  

Ia juga menghimbau,  kepada masyarakat, apabila memiliki tanda-tanda akan terkena penyakit Monkeypox maka agar segera datang ke Rumah sakit.  

"Adapun tanda - tandanya yaitu penderita akan mengalami demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, dan kekurangan energi selama lima hari, " ungkapnya. 

Selain itu, akan muncul ruam dari wajah hingga menyebar ke seluruh tubuh penderita setelah terjadi demam selama satu hingga tiga hari. Periode tersebut dinamakan periode erupsi kulit.

"Dalam kurun waktu 10 hari, luka berevolsi menjadi lepuhan berisi cairan, bintil, dan akhirnya kerak, " ungkapnya.

Untuk mengilangkan kerak bekas cacar ini setidaknya membutuhkan waktu tiga minggu."Kalau merasa ada tanda- tanda ini, maka cepat ke Rumah sakit untuk diperiksakan, " ungkapnya. 

Toni juga menambahkan dalam waktu dekat, yaitu setelah keluarnya surat dari Menkes, maka dirinya segera melakukan sosialisasi kemasyarakatan.  

"Nanti kita kabari kapan kita akan melakukan sosialisasi, karena memang kita lagi menunggu surat edaran dari Kemenkes, " pungkasnya. 

Penulis: Diana Sari
Editor: Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Hari Ini 46 Hotspot Kembali Terpantau di Riau
  • Pemkab Inhil Serahkan 4.500 Sertifikat Tanah
  • Pemerintah Tanggung Biaya Penyuntikan Vaksin Covid-19 Senilai Rp 65,9 Triliun
  • Sempena HUT ke-63 Riau, AMSI Taja Webinar Merayu APBN
  • Cabuli dan Sayat Bocah hingga Tewas, Pria di Siak Terancam Hukuman Mati
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved