Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

22:05 - Warga RTB Rambah Dambakan ...
21:47 - PUPR Rohul Siapkan Anggara...
21:17 - Kajari Rohul Gelar Konsoli...
19:30 - Sekda, Kapolres dan Ormas ...
18:04 - Upika Rokan IV Koto dan Pe...
17:07 - Puluhan Peserta Gagal Ikut...
14:55 - Pisah Sambut, Jabatan Kaja...
14:22 - Raih SHU Tertinggi se-Rohu...
20:03 - BKPP Rohul Simulasi CAT SK...
14:47 - Bupati Sukiman Hadiri MPTB...
14:12 - Bupati Sukiman Resmikan da...
12:59 - Pasca Banjir Akhir Tahun 2...
21:13 - Sekda Rohul Buka Kegiatan ...
17:56 - Kapolres Rohul Pimpin Patr...
16:21 - BUMDesa Usaha Makmur Desa ...
15:56 - Pupuk Kebersamaan, DWP Roh...
20:21 - Terkait Sengketa Lahan, Ko...
20:02 - HUT ke-39, Bupati Rohul I...
16:25 - DPRD Rohul Minta PT Pertam...
16:03 - Belajar Sistem Pengelolaan...
15:01 - Diwakili Sekda Abdul Haris...
20:25 - Bupati Rohul Apresiasi Bum...
16:39 - Polres Rohul Gunakan Aplik...
16:15 - Sempat Kisruh, Fajrul Akhi...
07:27 - 'Jumpa Lagi', Tiga Warga D...
13:39 - Bupati Janji Keluarkan 7.0...
17:35 - Sidak, Disperindag Rohul M...
21:48 - Dinas PUPR Rohul Serap Ang...
18:08 - Kunker ke Desa Tajung Meda...
17:03 - Ardiminsyah Terpilih Jadi ...
15:54 - Satlantas Polres Rohul Sep...
15:20 - Agar Masjid Agung Terurus ...
14:22 - Bentuk Lembaga MCR, Solusi...
17:38 - Diduga Tercemar Limbah PKS...
17:07 - HUT Security ke-39 di Rohu...
16:33 - Stok Blanko KTP-el di Rohu...
15:23 - Bupati Sukiman akan Evalua...
10:33 - Literasi dan FTBM Taja Dis...
09:42 - Kapolres Rohul Bantu Kelua...
08:28 - Polri Peduli Lingkungan, P...
20:00 - Wagubri Gagas Seminar Mene...
17:20 - Dapat Perhatian, Kades RTB...
16:48 - Dipusatkan di MTsN 3 Rohul...
17:44 - Wagubri Resmikan Bagas God...
13:56 - Lantik 250 Pejabat, Bupati...
09:37 - Karyawan PT PN V Sei Rokan...
20:00 - Tekan Stunting dan Tingkat...
17:10 - Danramil 02/Rambah Melayat...
16:38 - Disambut Meriah Masyarakat...
16:22 - Bupati Sukiman: Jangankan ...
15:26 - Sekda Rohul Irup Apel Gabu...
08:25 - Bupati Resmikan Taman Kons...
22:33 - Tahun Baru, Hutan Kota Pas...
22:21 - 94 Personel Polres Rohul T...
19:00 - Tangis Haru Iringi Pelepas...
13:45 - Pengurus PMI Kecamatan se-...
05:52 - Tunggu Izin KASN, 8 Pejaba...
21:47 - Perayaan HUT ke-39 Transmi...
19:57 - Lelang Kegiatan Proyek Dan...
17:29 - Usai Diresmikan Gubri, War...
 
Klaim Bekas Perladangan, Warga Surga Tuntut 20 Persen HGU PT SAI
Jumat, 18/10/2019 - 21:26:24 WIB
Masyarakat Surga dan Rambah Samo gelar musyawarah, sikapi akan berakhirnya HGU PT SAI.
Masyarakat Surga dan Rambah Samo gelar musyawarah, sikapi akan berakhirnya HGU PT SAI.
TERKAIT:
 
 

PASIR PANGARAIAN - Masyarakat Desa Rambah Samo (Surga) Kecamatan Rambah Samo, Kamis (17/10/2019) sore, gelar musyawarah, menyikapi akan berakhirnya Izin Hak Guna Usaha (HGU) PT Sawit Asahan Indah (SAI) per 31 Desember 2019 mendatang.

Musyawarah digelar di Pasar Surga, dihadiri ratusan masyarakat serta tokoh masyarakat dan pemangku adat di Desa Rambah Samo.

Dalam musyawarah itu, masyarakat sepakat meminta pemerintah tidak memperbarui atau memperpanjang HGU PT SAI, sebelum pimpinan PT SAI memfasilitasi pembuatan  kebun sawit masyarakat sekitar perusahaan termasuk Desa Rambah Samo, sesuai Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 98 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri ATR BPN Nomor 7 Tahun 2017.

Kemudian, bila perusahaan tidak bersedia memenuhi permintaan masyarakat hingga 31 Desember, maka pada 1 Januari tahun 2020 masyarakat Surga akan melakukan pemancangan hak perladangan mereka di HGU PT SAI.

Ketua Panitia Musyawarah Barman menyatakan, sesuai Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 98 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri ATR BPN Nomor 7 Tahun 2017, PT SAI memiliki kewajiban membuatkan kebun masyarakat seluas 20 persen dari luas HGU yang akan diperpanjang.

“Dari informasi yang kami dapatkan, luas HGU PT SAI sekitar 5.200 hektare. Artinya, mereka punya kewajiban membangun kebun rakyat seluas 1.040 hektar untuk desa yang bersimpadan termasuk Desa Surga dan Rambah Samo," ucap Barman.

Meski tidak bersimpadan langsung dengan lahan HGU PT SAI, masyarakat Rambah Samo memiliki alasan yang kuat masih memiliki hak atas HGU PT SAI tersebut. Karena lahan PT SAI tersebut 50 persen di antaranya merupakan bekas perladangan masyarakat Rambah Samo, yakni masyarakat Surga.

“Apalagi, diawal PT SAI berdiri pada tahun 1990 melibatkan Ninik Mamak Surau Gading, namun sekarang masyarakat Rambah Samo dan Surga sama sekali tidak dilibatkan dalam proses perpanjangan Izin HGU PT SAI tersebut," ucap Amsiardi salah seorang tokoh masyarakat.

Pernyataan salah seorang tokoh masyarakat Desa Rambah Samo tersebut juga dikuatkan dengan pengakuan Ketua LKA Rambah Samo Muhamad Nuh. Menurutnya, lahan bekas peladangan masyarakat Rambah Samo yang menjadi HGU PT SAI tersebut, adalah lahan ulayat Kerajaan Rambah yang dihibahkan kepada ulayat Sigatal bersama Surga.

“Kami punya bukti dokumen perjanjianya dan sebagian besar tokoh-tokohnya masih ada sampai saat ini," tegasnya.

M Nuh mengaku, meski Desa Rambah Samo saat ini sudah dimekarkan jadi 6 desa, namun hal tersebut tidak serta merta membatalkan hak-hak Tanah Ulayat Desa Rambah Samo dan Surga, sesuai kesepakatan Ninik Mamak Desa Rambah Samo sebelum Desa Rambah Samo  dimekarkan menjadi 6 desa.  

“Kami masyarakat Rambah Samo merasa ditinggalkan, padahal sebelum pemekaran, ada ketentuan dimana pemangku adat baru bisa menyetujui pemekaran Desa Rambah Samo, bilamana desa pemekaran tersebut mengakui hak adat," ucapnya.

M Nuh berharap, PT SAI dan pemerintah dapat menyelesaikan persoalan ini dengan baik serta memberikan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Desa Rambah Samo.

"Harapan masyarakat tidak muluk-muluk mereka hanya minta perusahaan membantu memfasilitasi supaya mereka juga memiliki kebun atau setidaknya memberikan kompensasi kepada masyarakat jadi mari selesaikan ini dengan kebersamaan,” imbaunya.  

Diawal PT SAI berdiri pada Tahun 1990, Desa Rambah Samo merupakan daerah sempadan dengan HGU PT SAI. Namun setelah dimekarkan jadi 6 Desa, hanya ada 3 desa pemekaran Rambah Samo yang menjadi daerah sempadan dengan HGU PT SAI yakni Desa Lubuk Bilang, Teluk Aur dan Sungai Kuning. 

Penulis : Feri Hendrawan
Editor : Fauzis


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Warga RTB Rambah Dambakan Jalan Layak untuk Angkut Hasil Kebun
  • PUPR Rohul Siapkan Anggaran Rp1 Miliar untuk Bangun Akses Jalan ke Air Panas Hapanasan
  • Baksos HUT PWI Riau Himpun 96 Kantong Darah, Deslina dan Frikles Raih Door Prize ke Australia
  • Kajari Rohul Gelar Konsolidasi Internal, Penanganan Korupsi Jadi Prioritas
  • Buntut Kasus Harun Masiku, Yasonna Laoly Copot Dirjen Imigrasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved