Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

09:53 - DPRD Setujui RAPBD-P Rohul...
21:16 - Usai Dilantik Sebagai Pjs ...
17:05 - Pindah dari Rumah Dinas, S...
08:28 - Diserahkan Bupati Sukiman,...
15:37 - Selama 9 Hari, 252 Warga D...
14:59 - Mudahkan Pelayanan Publik ...
20:06 - Satgas Pemburu Teking Covi...
18:32 - Cegah Covid-19 Meluas, BPB...
19:15 - Polres Rohul Taja Rakor Ga...
18:39 - Bersempena HUT Polantas ke...
14:01 - Pemkab Rohul Akan Tata Des...
13:06 - Pemkab Rohul Dukung Progra...
18:45 - Kapolres dan Forkopimcan R...
17:40 - Kadiskes Sebut Kasus Covid...
19:23 - Bertambah Lagi 2 ASN di BP...
19:58 - BRK Pasir Pangaraian Bantu...
19:29 - Kunjungi Kampus UPP, Kapol...
18:45 - 83 Warga Rohul Dapat Tegur...
22:47 - Kunker ke Desa Tambusai Ti...
21:48 - Forkopimda Dorong Pemkab R...
19:01 - Pegawai Bekerja dari Ruma...
19:22 - Bangkitkan Ekonomi Masyara...
15:40 - H Fhatanalia Putra Dilanti...
15:18 - 52 Desa di Rohul Jadi Sasa...
13:21 - Satu PNS Positif Covid-19,...
22:33 - Resmikan Agro Wisata Kebu...
17:15 - Perbup Protokoler Kesehata...
09:01 - Jembatan Gantung Sei Siasa...
17:12 - Diskop UKM Nakertrans Rohu...
14:56 - 92 Lembaga Pendidikan Isla...
17:56 - Bupati Sukiman Dukung Pemd...
16:37 - Kapolres Rohul Silaturrahm...
07:11 - Bupati Sukiman Kukuhkan Ka...
20:32 - Diharapkan Sejahterakan Wa...
17:32 - 10.100 Helai Masker Dibagi...
17:07 - Giliran Kapolres Sambut Si...
10:21 - Pertama di Riau, UPP Rohul...
05:58 - Perkenalkan Diri, Kapolres...
23:41 - Bupat Sukiman Komit Perjua...
19:00 - Tiga Bapaslon Pilkada Rohu...
13:11 - Paska Terpilih Ketua GenPI...
16:22 - Bertekad Pertahankan Predi...
15:10 - Bertambah 5 Orang Terkonfi...
18:12 - Bupati Sukiman Dukung Peng...
16:53 - Pembangunan Infrastruktur ...
18:51 - Kerjasama dengan ATR/BPN, ...
10:29 - Dandim 0313/ KPR Ingatkan ...
08:13 - 30 Off Roader Ikuti Ajang ...
11:02 - Puluhan Massa Ricuh dengan...
15:27 - Disaksikan Sekda Rohul, PT...
14:55 - Bantuan DKPP Rohul, Sekda ...
19:34 - 14 Positif Covid-19 Tanpa ...
15:17 - Usaha Mikro Dapat Bantuan ...
18:52 - Bertambah 8, Warga Rohul T...
18:43 - Kini Tahap Finishing, Proy...
14:07 - Ada Penurunan Dampak Covid...
09:44 - 800 Rider Berpartisipasi p...
15:11 - Peserta "Riau off Road Exp...
19:13 - Bupati Sukiman Harapkan KT...
19:44 - Adolf Bastian Direkomendas...
 
Diduga Lakukan Penipuan, Massa Minta Polres Rohul Periksa dan Tangkap Eks Kades Batang Kumu
Rabu, 04 September 2019 - 15:34:47 WIB
Aksi puluhan mahasiswa dan masyarakat di depan Mapolres Rohul lama ,mendesak tangkap mantan Kades Batang Kumu, Tambusai.
Aksi puluhan mahasiswa dan masyarakat di depan Mapolres Rohul lama ,mendesak tangkap mantan Kades Batang Kumu, Tambusai.
TERKAIT:

PASIR  PANGARAIAN - Massa dari gerakan mahasiswa dan masyarakat Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusaiz gelar aksi demontrasi ke Mapolres Rokan Hulu (Rohul) lama, Pasir Pangaraian, Rabu siang (4/9/2019).

Dalam aksi damai, puluhan mahasiswa dan masyarakat meminta Polres Rohul memeriksa dan menangkap Afnan Pulungan, mantan Kepala Desa (Kades) Batang Kumu, Kecamatan Tambusai.

Puluhan massa di Mako Polres Rohul lama diterima Kasat Intel Polres Rohul AKP Edi Sutomo, Kasat Shabara Polres Rohul AKP ‎Kamsir, Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman,‎ dan puluhan personel Polres Rohul.

Yusuf Daeng, sebagai ‎Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mengatakan, ada dua tuntutan disampaikan masyarakat pada aksi damai di Mapolres Rohul.

Tuntutan Pertama kata Yusuf Daeng, di tahun 2017, Afnan Pulungan yang saat itu menjabat Kades Batang Kumu memprogramkan listrik PLN masuk ke sejumlah dusun, dan setiap Kepala Keluarga (KK) membayar biaya Rp 2 juta.

Pembayaran disertai kwitansi dibayar masyarakat melalui dua oknum perantara. Namun sampai 2019, listrik PLN yang diharapkan‎ warga belum juga terealisasi di daerah dekat berbatasan Riau-Sumatera Utara.

"Itu bisa dikatakan penipuan, belum diselesaikan," tegas Yusuf Daeng dalam orasinya, dan meminta Polres Rohul untuk memeriksa serta menangkap mantan Kades Batang Kumu.

Katanya lagi, baru sepuluh tiang saja yang disediakan oleh Afnan Pulungan, setelah masyarakat menggelar aksi demontrasi di Kantor Desa Batang Kumu beberapa waktu lalu, meminta uang mereka dikembalikan.

Yusuf memperkirakan sekitar 800 KK yang sudah membayar biaya pemasangan listrik PLN di Desa Batang Kumu sebesar Rp2 juta per KK, seperti di Dusun Marubi, Simpang Kates, Kota Paret, dan Dusun Petapahan.

"Bila digabungkan mungkin lebih dari 800 KK, yang kami cuma punya bukti 80 kwitansi," ucapnya.

Yusuf mengakui, warga Desa Batang Kumu baru menggelar aksi setelah didapatkan bukti-bukti kuat. Ia memperkirakan, sekira 800 KK telah membayar biaya pemasangan listrik PLN, dan kerugian diperkirakan lebih dari Rp1 miliar.

"Ini baru kami dapat bukti-buktinya.‎ Bila kami tidak punya bukti, dan kami bilang kasus cuma dugaan mungkin tidak akan diselesaikan, kami cuma capek untuk aksi," terangnya.

Kemudian, selain kutipan untuk pemasangan listrik‎ PLN, warga juga menuntut penggunaan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dinilai tidak sesuai prosedur. Warga mengakui, ada proyek ADD yakni semenisasi ke arah perkebunan pribadi, dan bukan lintasan warga.

"Padahal proyek (bantuan ADD) itu tidak boleh untuk perorangan," tegas Yusuf menambahkan.

Tambah Yusuf, ada lagi proyek semenisasi parit dibangun , melalui bantuan ADD di jalan lintas provinsi‎, dimana seharusnya menjadi kewenangan Pemprov Riau.

Yusuf mengaku setelah menerima arahan dan saran, ia bersama sejumlah perwakilan warga Batang Kumu, kemudian akan berkoordinasi dengan Kasat‎ Intel Polres Rokan Hulu AKP Edi Sutomo dalam waktu dekat, dan berencana melaporkan resmi mantan Kades Batang Kumu Afnan Pulungan.

Sikapi tuntutan massa Kasat Intel Polres Rohul AKP Edi Sutomo mengatakan selaku aparat keamanan, setiap keluhan masyarakat akan ditampung, namun harus dipelajari apakah mengandung unsur pidana atau bukan.

"Bila nantinya ada unsur pidana maka akan ditangani Reskrim‎, jika nanti masalah dengan penipuan akan lari ke pidana umum, dan jika itu masalah korupsi maka yang menanganinya adalah Tim Tipiter Polres Rohul," janji AKP Edi.

‎AKP Edi mengaku, sejauh ini belum ada yang melaporkan permasalahan yang terjadi di Desa Batang Kumu. Ia telah menyampaikan ke warga untuk membuat laporan resmi, sehingga dipelajari dulu oleh Kepolisian.

"Lebih baik buat laporan secara resmi, tidak harus ramai-ramai seperti ini, karena kasihan dengan ibu-ibu dan anak-anak, untuk dibawa melaksanakan aksi unjuk rasa," pungkas Kasat Intel Polres Rokan Hulu, AKP Edi Sutomo.

Penulis : Feri Hendrawan
Editor : Fauzia




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Emil Dardak dalam Future Leader Challenge 2020: Pemuda harus Out of The Box!
  • Malam Ini Riau Berpotensi Hujan, BMKG: Waspada Angin Kencang dan Petir
  • Begini Ceritanya hingga Pelajar Kuansing Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal
  • Bukan untuk Pasien Covid-19, Rumah Sakit Apung Nusa Waluya segera Layani Warga Pekanbaru
  • Umrah Pertama Dimulai November, Arab Saudi akan Tentukan Negara Mana Saja yang Bisa Kirim Jemaah
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved