Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

22:32 - Batal Berangkat, JCH Rohul...
15:07 - 449 JCH Rohul Batal Berang...
14:59 - Rentan Tertular COVID-19, ...
14:04 - Motor Hendak Dijual Orang ...
21:07 - Sikapi Pelajar SMP Aniaya ...
22:12 - Bupati Sukiman Salurkan Ba...
19:10 - Babinsa Koramil 02/Rambah ...
16:22 - Gantikan Kompol A.Cholik H...
13:48 - Posko Chek Poin Non Aktif,...
12:06 - Bupati Sukiman Tinjau Posk...
19:39 - Rohul Masuk Pilot Perconto...
15:26 - Warga Desa Bengkolan Salak...
19:46 - Pertahankan Zona Hijau, Ob...
18:26 - 373 Warga Binaan Lapas Kel...
08:17 - Hotspot Terpantau Melalui...
19:47 - Berlakukan Protokol Covid-...
22:33 - Digeser untuk Penanganan C...
19:53 - Anggota DPRD RI Achmad dan...
21:20 - Kabupaten Rohul Ikuti Himb...
17:43 - Aneh! Istri Kades dan Pera...
15:04 - 3.033 KK 4 Kecamatan Cair...
14:39 - Gubri Hibahkan Lahan 15 He...
13:16 - Tak Kunjung Diperbaiki PUP...
12:09 - Siapkan Rp22,3 Miliar, TH...
22:14 - Peduli Masyarakat Terdampa...
15:20 - Karyawan BRK Pasir Pangara...
19:30 - Dua Warga Aksi Diam di Dep...
17:39 - Bupati Sukiman Salurkan Sa...
10:02 - Bagi Masker dan Takjil Gra...
20:09 - Agar Terlihat Indah dan Ra...
19:52 - Desa Aliantan di Kecamatan...
17:52 - 14 Titik Jalan Provinsi Ro...
21:47 - Bupati Rohul Beri Jempol k...
17:55 - Atasi Kerusakan Jalan, Kad...
16:55 - Tunggu SK Menteri, Kadis P...
11:16 - Gerakan 100 Takjil Gratis,...
13:26 - Dua Ruko Penjual Barang Ke...
12:46 - Pasca Viral Rayakan Kelulu...
22:05 - Ikut Antisipasi COVID - 19...
12:29 - Perkembangan COVID-19 di R...
12:08 - Tindaklanjut Imbauan Sekda...
11:40 - Viral Foto Serta Video Ray...
05:07 - Camat Kunto Darussalam Apr...
21:26 - Meski PDP di Rohul Menurun...
19:32 - Bupati dan Ketua TP PKK Ro...
18:55 - Wakili Bupati Sukiman, Sek...
17:26 - Dua Jembatan di Desa Cimpa...
20:43 - PDP di Rohul 30 Orang, 22 ...
10:52 - Bupati Sukiman Akan Beri P...
08:49 - Forum Rohul Bicara Tidak S...
13:30 - Setiap yang Masuk Diperiks...
07:26 - M Zaki Jabat Plt Kepala Ba...
20:59 - Satu PDP Asal Pendalian IV...
19:05 - Posko Perbatasan Rohul-Kam...
17:09 - Kritik Lambannya Pemkab Sa...
15:52 - Anggaran Penanganan Covid-...
13:27 - 10 PDP Covid-19 Rohul Jala...
18:07 - Koramil 08/Tandun dan Pera...
17:20 - PDP Sembuh Terus Meningkat...
16:28 - BAZNas Rohul Tuntas Salurk...
 
Dihadiri Bupati, Tradisi Rantau Larangan di Desa Rokan Koto Ruang Tetap Terjaga
Selasa, 03 September 2019 - 21:54:47 WIB
Bupati Sukiman, mengawali menebar jala saat hadiri pembukaan tradisi Rantau Larangan Sei Pusu di Dusun III Kampung Tinggi, Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto.
Bupati Sukiman, mengawali menebar jala saat hadiri pembukaan tradisi Rantau Larangan Sei Pusu di Dusun III Kampung Tinggi, Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto.
TERKAIT:

PASIR PANGARAIAN - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) mengakui, tradisi Rantau Larangan Sei Pusu di Dusun III Kampung Tinggi, Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, masih jadi budaya kearifan lo­kal yang eksistensinya masih tetap terjaga di ma­syarakat hingga kini.

Tradisi Rantau Larangan Sei Pusu di Dusun III Kampung Tinggi, Desa Rokan Koto Ruang, sebagai upaya untuk melesta­ri­k­an biota dan lingkungan hidup di Daerah Aliaran Sungai (DAS) Sungai Pusu yang dapat dimanfaatkan masyara­kat sekitar untuk penangkapan ikan, sampai batas waktu yang ditentukan oleh Datuk Adat.

Itu dikatakan Bupati Rokan Hulu (Rohul) H Sukiman di sela membuka Tradisi Rantau Larangan Sei Pusu di Dusun III Kampung Tinggi, Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rohul, Minggu (1/9/2019) kemarin.

Tradisi Rantau Larangan Sei Pusu, dibuka dengan diawali masyarakat minta izin ke Datuk Adat agar membuka Rantau Larangan. Setelah mendapat izin dari Datuk Adat, Rantau Larangan Sei Pusu itu resmi dibuka Bupati Sukiman ditandai dengan menebar Jala dan pemukukulan gong sebanyak 7 kali.      

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati, Forkompinda Rohul, Kadis PUPR Rohul Anton ST MM, Kepala Bappeda Nifzar dan Kepala OPD Rohul, Kepala Desa Rokan Koto Ruang Alex Usanto, Kades se Rokan IV Koto, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Desa Rokan Koto Ruang dan ratusan masyarakat Desa Rokan Koto Ruang.

Melalui Tradisi Rantau Larangan Sei Pusu ini, diakui Bupati Sukiman, sebagai pelestarian lingkungan hidup. Eksistensi Sungai Pusu bersama habitatnya terjaga dengan baik, dimana tumbuhan dan makhluk hidup dapat berkembang biak.

“Tradisi Rantau Larangan Sei Pusu ini dapat juga menjaga kelestarian lingkungan di sepanjang Sungai Pusu ini, hal ini dapat dicontoh untuk menjaga kelestarian dan ekosistem sungai di Negeri Seribu Suluk,” kata Sukiman

Terkait aspirasi masyarakat untuk pembangunan Infrastruktur jalan, dikatakan Sukiman, Pemkab Rohul terus berupaya untuk membangun jalan ini secara bertahap, meskipun saat ini jalan sudah di Base, Ia berharap jalan ini setiap tahun terus dilakukan peningkatan.

Kepala Desa Rokan Koto Ruang Alex Usanto kepada wartawan mengatakan Tradisi Rantau Larangan ini merupakan kegiatan yang sudah dilakukan sejak turun temurun dilaksanakan dari tahun ke tahun, yang merupakan bagian dari ritual Adat masyarakat Desa ini.

“Tradisi Rantau Larangan merupakan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki masyarakat Adat yang salah satunya Rantau Larangan dan Hutan Rakyat. Kalau di darat itu ada tanah Ulayat atau hutan rakyat, kalau di air itu ada Rantau Larangan yang dilaksanakan sekali setahun,” jelasnya

“Setelah acara, Sungai Pusu sudah mulai ditutup (Tidak ada aktivitas menangkap ikan ) sampai dengan tahun depan, yang dibuka setiap musim kemarau di sepanjang 2 Km aliran Sungai Pusu ini,” kata Alex

Alex Usanto menambahkan, alat yang digunakan masyarakat untuk menangkap ikan dalam Tradisi Rantau Larangan di Sungai Pusu ini seperti jala, Pukat, jaring dan Penembak ikan.

“Biasanya setelah dipakai menggunakan jala, pemudanya mencari ikan dengan cara menembak dengan alat tradisional, biasanya ikan yang didapat sejenis ikan Canggah, Kepiyek, Barau dan jenis ikan sungai lainnya,” kata Alex

Alex Usanto mengaku, Rantau Larangan Sungai Pusu hingga kini masih sangat sakral dan mistis. Dulu pernah ada orang meninggal karena makan ikan larangan. Peraturan terkait Rantau Larangan, hanya berlaku aturan Adat, konsekuensinya bagi orang yang mengambil dan memakan ikan ini tidak didenda tapi akan menjadi penyakit yang bisa menyebabkan kematian.

“Jadi Warga mengartikan rantau larangan ini adalah masyarakat dilarang me­nangkap ikan di dalam su­ngai, sebelum waktu yang di­tentukan. Jadi ikan lubuk la­rang­an selama satu tahun tidak boleh diambil, dulu ada orang meninggal kemudian baru-baru ini ada dua ekor kucing yang mati karena makan ikan Rantau larangan ini,” kata Alex

Terkait kedatangan orang nomor satu di Rohul itu, Alex mengaku masyarakat mengharapkan dibangun Jalan, Jaringan Listrik, karena sampai sekaranag masyarakat pakai Genset yang dibeli secara swadaya masayarakat.

“Selain itu, di Desa Rokan Koto Ruang ini dibutuhkan pembangunan Sekolah, Disini sudah lama tidak di rehap, itu pun mobilernya dari swadaya dan tidak ada MCK, Masyarakat juga minta bantuan Pembangunan Mesjid dan dibidang Kesehatan untuk penambahan Bidan Desa,” harap Alex. (Adv/Pemkab Rokan Hulu)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • PLN Imbau Masyarakat Laporkan Tagihan Listrik yang Melonjak, Ini Caranya
  • Sudah Dua Minggu Kasus Baru Corona di Pekanbaru Nihil, Pemko Rancang Pengembalian Anggaran
  • Pemkab Siak Siapkan Anggaran untuk Hadapi New Normal
  • Bertambah 13 Pasien dari Kota Padang, Positif Corona di Sumbar Capai 607 Kasus
  • Data Penerima Masih Proses Verifikasi, Insentif Covid-19 Nakes di Riau Belum Cair
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved