Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

20:55 - Hasil Swab 3 dan 4 Negatif...
20:12 - Kemenag Rohul Himpun Wakaf...
12:30 - Ketum KPOTI Riau Aidil Ami...
11:57 - Bupati Rohul Resmikan Jala...
09:25 - 166 Warga Kelurahan Ujung ...
06:04 - Sekdaprov Riau Minta GTP C...
22:02 - Silaturrahmi ke PWI Rohul,...
20:42 - Putus Mata Rantai Penyebar...
18:03 - Pedagang Pasar Baru Ujung ...
19:30 - Satu Tambahan Kasus Baru C...
17:36 - Kapolres dan Bupati Rohul ...
18:53 - LAMR Rohul dan LKA Lima Lu...
18:23 - Bupati Pimpin Rapat Desk P...
17:44 - 8 Tahun Usia RS Awal Bros ...
17:50 - Pasien Positif Sembuh dan ...
17:03 - Achmad Sosialisasikan 4 Pi...
21:24 - Hasil Swab Keluar, Satu Wa...
21:11 - Hadiri Rakor Penanganan Ka...
18:50 - 2.167 Petugas KPU untuk Pi...
18:13 - Diskop UKM Trans Naker Roh...
11:10 - Tes Swab Ketiga Negatif, P...
10:38 - Bupati Sukiman Serahkan TO...
18:11 - Gubri Bentuk UPTD PUPR, Di...
20:19 - Tahap Dua, RSUD Rohul Tes ...
15:14 - Koramil 02/Rambah Bersama ...
12:44 - Kapolres Rohul Pimpin Kena...
22:12 - Hasil Test Swab 87 Tenaga ...
21:16 - Pemkab Rohul Quattrik Raih...
19:33 - Tak Dapat Bantuan Covid-19...
11:12 - Presiden RI Apresiasi Bupa...
08:59 - Meriahkan HUT ke-74 Bhayan...
08:39 - Pemkab Rohul Tetap Laksana...
23:16 - Salurkan 15 Ton Beras, Kap...
19:45 - Baksos Peringati HUT ke-74...
07:18 - Dari Webinar BPSDM Provins...
16:16 - Satu Warga Rohul PDP Peraw...
06:06 - Sempena HUT ke-74 Bhayangk...
20:07 - Kalaksa BPBD Salurkan Bant...
17:49 - Kesal Tak Kunjung Diperbai...
22:30 - RSS Surya Insani Benarkan ...
16:40 - GP Riau Salurkan Sembako u...
23:22 - Seorang Petugas Medis RS S...
19:53 - Putra Rohul Anggota DPRD S...
19:11 - BPJamsostek Salurkan JKM P...
12:24 - Bupati Batu Bara Takjub Li...
10:43 - PA dan KUA Kecamatan Kunto...
07:33 - Sambut HUT ke-74 Bhayangka...
16:32 - PUPR Rohul Giat Rutin Peli...
10:06 - Rapid Test Reaktif, Hasil ...
20:34 - PUPR Rohul Lakukan Pemelih...
14:26 - BPJamsostek Kembali Salurk...
19:08 - Sikapi Kisruh Hasil RABL, ...
18:50 - ‎Tagihan Listrik Melonja...
16:34 - Tolak Perpanjangan HGU, AM...
17:27 - APH Rohul Gelar Coffee Mor...
16:48 - Jalinprov Sontang-Duri Rus...
16:12 - Warga Pulang Mudik, Kasus ...
15:57 - Kades Akui Kriminalitas di...
20:23 - Deteksi Dini Penyebaran Co...
13:23 - Pemkab dan KPU Rohul Siap ...
 
PT Era Sawita Kepenuhan Dijatuhi Sanksi Paksaan Pemerintah, Diduga Cemari Sungai Muara Kuku Rohul
Rabu, 14 Agustus 2019 - 08:08:06 WIB
Rapat di DLH Rohul terkait pencemaran limbah perusahaan PKS PT Era Sawita.
Rapat di DLH Rohul terkait pencemaran limbah perusahaan PKS PT Era Sawita.
TERKAIT:
 
 

PASIR PANGARAIAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) jatuhkan sanksi paksaan pemerintah ke manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Era Sawita, atas dugaan pencemaran lingkungan.

Itu diungkap dalam rapat tindak lanjut dugaan pencemaran Sungai Muara Kuku dilakukan PKS PT Era Sawita berlokasi di Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan, di aula rapat Kantor Dinas LH Rohul, Selasa (13/8/2019).

Dari Rapat dimediasi, pihak Dinas LH Rohil, juga dihadiri perwakilan manajemen PT Era Sawita, Kepala Desa Kepenuhan Barat Tana, dan perwakilan pesantren.

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rohul Drs Hen Irpan MSi, melalui Kabid Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas LH Rokan Hulu, Muzayyinul Arifin, ST, MSi, mengatakan rapat dilaksanakan setelah hasil uji sample limbah dari Laboratorium Dinas diketahui.

Arifin‎ mengaku, dari hasil rapat ada benang merah, bahwasanya sumber limbah dari tandan kosong (Tankos) diduga dari PKS PT Era Sawita.

Ditegaskannya, rapat akan dilanjutkan sampai waktu belum ditentukan. Karena pengadu sendiri, dalam hal ini Zulkifli Said selaku pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nizamuddin, sedang menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Kepenuhan‎ Barat sendiri, kata Arifin, akan melakukan musyawarah dahulu, antara Kades dengan ninik mamak dan tokoh agama, sehingga belum menentukan tuntutannya.

"Dinas LH Rohul sudah melakukan upaya pembinaan dengan akan mengeluarkan sanksi administrasi paksaan pemerintah," jelas Arifin usai rapat di kantornya, Selasa (13/8) sore.

Diakui  Arifin, sejumlah poin yang harus segera dilaksanakan oleh Manajemen PKS PT Era Sawita‎, mencegah terulangnya pencemaran lingkungan di aliran Sungai Muara Kuku.

Seperti, perbaikan kolam Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), menyelesaikan Tankos yang menumpuk yang selama ini dinilai tidak terkoordinir dengan baik, sehingga terindikasi sebagai penyebab pencemaran lingkungan di aliran sungai.

Kemudian, PKS PT Era Sawita juga harus segera melakukan perbaikan paritan-paritan di‎ line aplikasi, karena dinilai aplikasinya‎ tidak dimanfaatkan secara baik sesuai izin.

"Misalnya mereka punya izin 102 hektar, ternyata mereka cuma mengalirinya hanya 25 hektar, jadi tidak maksimal dan air limbahnya," ungkap Arifin.

"Kita hanya bisa memberikan berupa pembinaan, kita serahkan kepada pengadu dalam hal ini, seperti yang sudah kita sampaikan (ke masyarakat) bisa melalui jalur pengadilan, bisa di luar pengadilan," tambahnya.

Jelas Arifin, bila tuntutan diselesaikan melalui jalur pengadilan tentunya prosesnya cukup panjang. Dinas LH Rokan Hulu‎ sendiri menyarankan ke pihak Ponpes Nizamuddin dan Pemdes Kepenuhan Barat untuk menyelesaikan di luar pengadilan.

"Bila mau di luar di pengadilan silahkan, misalnya dengan mengajukan tuntutan berupa kompensasi ganti rugi," ujarnya.

Arifin menambahkan ada indikasi kuat‎ limbah yang mengalir di Sungai Muara Kuku, hingga menyebabkan banyak ikan mati karena sudah melebihi baku mutu limbah.‎

"Masih panjang pembuktiannya, kita lebih menyarankan di luar pengadilan saja. Tapi kalau ada memang aparat hukum yang bisa menindaklanjuti melalui jalur hukum ya silahkan," ucap Arifin.

Kemudian, Kades Kepenuhan Barat Tana, mengatakan Pemerintah Desa belum mengambil sikap atas dugaan pencemaran terjadi di aliran Sungai Muara Kuku.

Tana menga‎ku Pemdes Kepenuhan Barat masih perlu melakukan musyawarah mufakat dengan ninik mamak dan tokoh agama, pihak kecamatan, serta masyarakat, apa langkah yang akan dilakukan.

Walau demikian, Tana‎ mengharapkan tidak terulang lagi pencemaran lingkungan di aliran Sungai Muara Kuku. Sebab sungai ini dijadikan tempat aktivitas santri Ponpes Nizamuddin‎, seperti mandi, mencuci, termasuk untuk usaha kolam ikan.

Penulis : Feri Hendrawan
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Marcedes Berkuasa di GP Styria, Hamilton Juara Disusul Valtteri Bottas
  • Hasil Swab 3 dan 4 Negatif, ES Warga Rohul Dinyatakan Sehat, Kini Masih di Jakarta
  • Kemenag Rohul Himpun Wakaf Rp1.000 Per Hari dari Pegawai
  • Terima SK Partai Golkar, Pasangan Andi Putra-Suhardiman Penuhi Syarat Maju di Pilkada Kuansing
  • Virus Corona Bisa Menular Lewat Udara, Ini yang Harus Dilakukan untuk Mengurangi Penularannya
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved