Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

16:41 - Kadisdikbud Rohil Tegaskan...
14:09 - 41 Ruas Jalan di Ibukota R...
07:40 - Kemenag Rohil Himbau Masya...
19:07 - Jalan Protokol Ibukota Roh...
14:38 - Tinjau Posko Tanggap Covid...
11:55 - Disdikbud Rohil Minta Oran...
05:58 - ODP di Rohil Meningkat, da...
16:45 - Gara-gara Corona, KUA Bang...
06:03 - Bupati Pantau Posko Keseha...
13:38 - Antisipasi Penyebaran Covi...
14:59 - Antisipasi Virus Corona, K...
14:39 - Masuk Ke Bagansiapiapi Waj...
16:03 - Cegah Virus Corona Masuk R...
15:56 - Kajari Rohil: Ancaman Penj...
15:50 - Disparpora Rohil Imbau Mas...
13:14 - Ritual Cheng Beng dan Baka...
15:05 - Pemkab Canangkan Agrowisat...
10:59 - Antisipasi Penyebaran Covi...
17:28 - Cegah Corona, Kejari Rohil...
16:05 - Deklarasi Damai Pilkada 20...
15:44 - Kembangkan Destinasi dan I...
14:38 - Direktur RSUD Dr RM Pratom...
06:03 - Danrem 031/WB Puji Sinergi...
17:41 - Musrenbang RKPD Rohil Prio...
15:16 - Antisipasi Wabah Covid-19,...
13:43 - Bupati Suyatno Tinjau Pemb...
06:05 - Babinsa Dampingi Petani di...
16:12 - Bupati Suyatno: Revolusi T...
15:31 - PMD Rohil Ingatkan BumKep ...
15:24 - Hadiri Peringatan Isra Mir...
13:21 - Gerakan Peduli Sampah, Bup...
14:59 - Peringati Isra dan Miraj, ...
14:02 - Buka Konferensi IV PGRI Ro...
18:01 - Api sudah Padam, TNI-Polri...
14:24 - Kwarcab Pramuka 0410 Rohil...
12:52 - Kapolres Rohil Imbau Masya...
19:30 - Tim Pora Rohil Bahas Pence...
08:02 - Babinsa Rimba Melintang Ha...
17:26 - Bupati Sukiman Akan Bangun...
16:15 - Disdukcapil Rohil Kunjung...
15:10 - DLH Pasang Puluhan Pamflet...
13:40 - Diskes Rohil Siapkan 3 Rum...
16:45 - Kadis LH Rohil Kukuhkan Sa...
15:26 - Cegah Karhutla, Babinsa da...
17:20 - Forum OPD Rohil Sebagai Up...
14:39 - Bupati Rohil Dijadwalkan H...
21:43 - Bupati Rohil Perintahkan B...
16:20 - Lima ABK Ditangkap Polisi ...
17:23 - ABK Ditangkap Polisi Malay...
15:49 - Penerima PKH Rohil Capai A...
 
Urine Sapi Jadi Mahal di Tangan Rizal
Rabu, 30/05/2012 - 15:37:50 WIB
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.<span style="font-weight: bold;">
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Ditangan sang motivator bernama Rizal, urine sapi yang semula terbuang percuma dari para peternak menjadi mahal harganya. Kini, urine sapi pun ditampung melalui kandang koloni dengan berlantaikan semen dan membentuk parit kecil yang menghubungkan aliran urine sapi hingga ke bak penampungan berupa wadah jerigen maupun drum setiap harinya.

Urine sapi ini lalu dibeli dari peternak oleh Kelompok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir seharga Rp1.000 rupiah per liter. Selama masa proses pengolahan urine menjadi pupuk organik cair dengan cara fermentasi selama 20 hari. Urine sapi yang dikelola Rizal dipasarkan seharga Rp2.500 untuk wilayah sekitar dan hingga mencapai Rp3.000 rupiah untuk luar wilayah tergantung jarak tempuh.

Rizal sendiri menggeluti inovasi ini sejak beberapa tahun lalu. Pupuk Organik Urine yang dikelolanya itu bercampurkan bahan dari tanaman herbal melalui masa fermentasi tanpa bahan kimia untuk semua jenis tanaman. Sebab, urine sapi ternyata memiliki keunggulan kandungan  kadar Nitrogen dan Kalium yang sangat tinggi dan mudah diserap tanaman karena mengandung hormon pertumbuhan tanaman. "Kandungan urine tersebut sangat berpotensi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan," jelas Rizal kepada MRNetwork, Rabu (30/5).

Lanjut Rizal, Pupuk organik berbahan baku urine sapi dapat menjadi salah satu alternatif dan inovasi penunjang kesehatan tanaman yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah urine sapi yang mengandung zat hara dan tanaman herbal itu tentunya banyak pula mengandung zat aktif yang baik untuk tanaman. "Tentu memanfaatkan urine sapi menjadi bernilai ekonomis dapat pula menekan penggunaan pupuk berbahan kimia yang tidak ramah lingkungan," lanjutnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Syahwana didampingi Pembina Penyuluh Swakarsa, Abduh Azri Siregar, SP mengharapkan, usaha pengolahan pupuk yang dilakoni pihaknya itu benar-benar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga, apa yang dilakukan pihaknya dapat terus dikembangkan hingga mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi para petani lokal di Rohil. Naj

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Usir Penyebaran COVID 19, Seribuan Warga Sialang Jaya dan RTB Gelar Pawai "Ratik Tulak Baluw"
  • Selain APD, Legislatif Pekanbaru Minta Pemerintah Perhatikan Gizi Tenaga Medis
  • Ini Catatan Legislatif yang Harus Dilakuka Pemko Pekanbaru Jika Terapkan Lockdown
  • Lagi, 64 TKI Dipulangkan dari Malaysia Melalui Dumai
  • Teknologi Hybrid, Dispenser Masa Kini untuk Tangkal Penyakit
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved