BAGANSIAPIAPI - Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Kesehatan setempat menerima bantuan makanan bergizi berupa susu dari PT Agrinas Palma Nusantara. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Rohil pada Jumat (30/10).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hilir Sarman Syahroni, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Maria Susanti. Dua unit pelayanan kesehatan yang menerima penyaluran ini adalah Puskesmas Panipahan dan Puskesmas Bagansiapiapi, wilayah dengan kasus stunting yang cukup dominan.
Sekda Rohil, H. Sarman Syahroni, ST, M.IP menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian PT Agrinas Palma Nusantara melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan tersebut. Langkah ini dinilai sangat berarti bagi upaya pemerintah daerah dalam menangani masalah gizi buruk anak.
"Alhamdulillah, ini inisiatif dari mereka. Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada PT Agrinas. Dari 12 kabupaten/kota di Riau, kita di Rohil termasuk yang mendapat program TJSL berupa bantuan susu untuk anak-anak yang mengalami stunting di Panipahan dan Bagansiapiapi," ujarnya.
Sarman meminta agar bantuan ini segera didistribusikan tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan. Harapannya, dukungan tersebut dapat benar-benar dirasakan manfaatnya dan berkontribusi nyata dalam menekan angka stunting di daerah tersebut.
"Kita berharap ini bisa segera disalurkan oleh Dinas Kesehatan ke Puskesmas Panipahan dan Bagansiapiapi, lalu diteruskan ke anak-anak kita yang membutuhkan susu ini," pesannya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berencana mengumpulkan seluruh perusahaan yang beroperasi di daerah ini. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi dan mempergencar program TJSL dalam mendukung penanganan stunting serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pemda dalam waktu dekat akan mengadakan rapat untuk memantau pelaksanaan TJSL perusahaan-perusahaan di Rohil. Kita akan duduk bersama dan berharap perusahaan dapat membantu penanganan stunting maupun kesejahteraan masyarakat lainnya," tegas Sarman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir, Maria Susanti, menjelaskan bahwa dalam penyerahan simbolis tersebut, tercatat 14 anak menerima bantuan susu PKMK. Secara rinci, masing-masing puskesmas akan menerima 65 paket untuk masa tiga bulan ke depan.
Maria juga mengungkapkan bahwa angka prevalensi stunting di Rokan Hilir saat ini masih berada di angka 24,5 persen, termasuk yang tertinggi di Provinsi Riau. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dapat terus diperkuat hingga target penurunan angka stunting dapat tercapai secara signifikan.