Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

14:49 - Koramil Rimba Melintang Be...
14:02 - Unit Reskrim Polsek Bangko...
21:02 - Pilpeng Tahap III Rohil Ma...
13:59 - Lembaga Adat Melayu Riau K...
06:10 - Babinsa Dampingi Tim Medis...
11:51 - Rohil Kembali Terima WTP L...
15:00 - Jelang HUT Bhayangkara, Po...
13:50 - Polres Rohil Salurkan Bant...
15:34 - Babinsa dan Tim Medis Tega...
11:15 - Polsek Bangko Rohil Salurk...
11:07 - Tim Gugus Tugas Covid-19 R...
08:45 - Pemkab Rohil Terima 1000 P...
19:26 - Pengurus DPC GWI Rohil Dik...
15:19 - Penerbitan Dokumen Kependu...
18:42 - Dari 270 Kabupaten/Kota di...
14:57 - Bupati Suyatno Tinjau Loka...
20:10 - Kapolres Rohil Tabur Benih...
14:03 - Tim Gugus Tugas Covid-19 R...
13:00 - Ungkap Soal Kolor Ijo, Kap...
12:00 - Personel Koramil 05/Rimba ...
11:22 - Gagasan Kapolres Rohil, Bu...
20:39 - Alhamdulillah, PDP di Rohi...
14:56 - Bupati Rohil Buka Seminar ...
13:02 - HUT ke-74 Bhayangkara, Pol...
13:48 - Polres Rohil Bagikan Maske...
23:15 - Sukses Selesaikan Sertifik...
15:18 - Lagi, Wabup Serahkan Bantu...
10:17 - Penegakan Disiplin Protoko...
19:52 - Ritual Bakar Tongkang di R...
15:05 - Bupati Suyatno Buka Lomba ...
14:50 - Wabup Serahkan Sertifikat ...
15:30 - Gunakan Pompong, Bupati Su...
15:10 - Akibat Covid-19, Kegiatan ...
15:18 - Sambut HUT Bhayangkara dan...
09:59 - Polres Rohil Kembali Salur...
21:11 - Hasil Swab Satu PDP Rohil ...
15:31 - Tenda Posko Siaga Covid-19...
15:24 - Bupati Suyatno Kembali Tin...
14:41 - Sesuai Peraturan Pemerinta...
13:22 - Kemenag Rohil Sosialisasik...
17:53 - Banyak yang Mudik, ODP di ...
14:54 - Perkim Rohil akan Bangun R...
13:38 - Babinsa Rimba Melintang Be...
12:57 - Antisipasi Penyebaran Covi...
13:05 - Hari Pertama Idul Fitri, J...
15:13 - Masing-masing Dapat Rp700....
15:56 - KONI Rohil Bagikan Masker ...
17:35 - PWI Rohil Apresiasi Dukung...
16:53 - Asisten II Setdakab Rohil ...
16:07 - Pantauan Pasar Jelang Leba...
 
Jaring Ikan Secara Ilegal, Nelayan Panipahan Rohil Bakar Kapal Pukat Harimau Asal Sumut
Rabu, 22 April 2020 - 12:12:06 WIB
Kapal pukat harimau asal Sumut dibakar nelayan Panipahan Rokan Hilir. Foto: Antara
Kapal pukat harimau asal Sumut dibakar nelayan Panipahan Rokan Hilir. Foto: Antara
TERKAIT:

PEKANBARU - Sebuah kapal nelayan yang menjaring ikan dengan menggunakan trawl atau pukat harimau asal Sumatera Utara dibakar nelayan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

"Benar. Ada satu kapal pukat harimau yang dibakar. Namun tidak ada korban jiwa dalam insiden itu," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Herman dikutip dari antarariau, Rabu (22/4/2020).

Informasi yang diterima Antara, kapal nelayan yang dibakar itu berasal dari Sungai Berombang, Sumatera Utara. Kapal itu disebut menjaring ikan secara ilegal di wilayah perairan Panipahan, Rokan Hilir dengan menggunakan pukat harimau.

Nelayan setempat telah berulang kali mengusir dan memperingatkan nelayan asal Sumatera Utara yang kedapatan menjaring ikan di wilayah itu. Namun, hal tersebut diindahkan mereka sehingga nelayan setempat yang geram langsung membakar kapal pukat harimau di tengah laut.

Herman mengatakan insiden pembakaran itu terjadi pada Jumat pekan lalu (17/4). Dia memastikan seluruh anak buah kapal (ABK) kapal yang dibakar dalam kondisi selamat dan telah dikirim pulang oleh sesama nelayan ke wilayah asal.

Selain itu, Herman juga mengakui jika konflik nelayan pukat harimau dengan nelayan Panipahan berulang kali terjadi. "Itu kejadiannya sudah berulang-ulang. Nelayan kita sangat mengecam penggunaan pukat harimau karena akan merusak ekosistem laut. Tidak hanya ikan besar, ikan-ikan kecil juga terjaring, terumbu karang rusak," ujarnya.

"Sebenarnya nelayan Panipahan itu welcome, terbuka dengan nelayan daerah lain yang menjaring ikan di sana. Tapi tidak untuk pukat harimau," jelasnya lagi.

Untuk itu, dia menuturkan telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara untuk mendiskusikan hal tersebut agar tidak mengeluarkan izin.

Berdasarkan catatan Antara, konflik nelayan pukat harimau dan nelayan lokal Panipahan berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Nelayan pukat harimau kerap memasuki perairan Panipahan secara sembunyi pada malam hari dan mereka biasanya berkelompok untuk menjaring ikan menggunakan pukat harimau.

Sementara nelayan Panipahan sejak awal sudah bertekad menjaga ekosistem dengan tidak menggunakan trawl. Tak jarang nelayan turun ke jalan dan demonstrasi agar pihak terkait segera melakukan penertiban, namun usaha itu tidak berjalan dengan baik sehingga nelayan tak memiliki pilihan selain melakukan aksi bakar agar menimbulkan efek jera. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Hati-hati, Uang Palsu Rp5.000 Ditemukan di Pekanbaru
  • Hari Ini Ida Resmi Kantongi SK Sebagai Ketua SOKSI Pekanbaru
  • Pangdam: Dashboard Lancang Kuning Sangat Baik, Sinergitas Semua Elemen Kunci Keberhasilan Atasi Karhutla
  • Warga Sumut Terkonfirmasi Positif Covid-19 Ketahuan Saat Rapid Test Syarat Kerja Perusahaan di Pelalawan
  • Gubri Bentuk UPTD PUPR, Diharapkan 488,37 Km Jalinprov di Rohul Segera Ditangani
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved