www.halloriau.com
Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

10:48 - Polisi Berjibaku Padamkan ...
19:46 - Lurah Rimba Melintang Bent...
14:04 - Dihadiri Sekda Rohil, Pokd...
15:24 - Kelompok Pertanian Dihimba...
13:41 - DPD RI Gelar Reses dengan ...
10:51 - BPN Rohil Serahkan Ratusan...
17:59 - Rohil Zona Merah dengan 34...
15:58 - Antisipasi Penyebaran Covi...
19:38 - DPMD Rohil Tekankan Panpil...
19:05 - Cegah Covid-19, Camat Baga...
17:20 - Isi Kegiatan di Hari Libur...
15:16 - Benahi Taman, Kafe Kapal B...
13:39 - Diskan Rohil Terus Berikan...
15:11 - Bupati dan BPKAD Sumbangka...
11:43 - Saksikan Penyembelihan Hew...
11:24 - Terapkan Protokol Kesehata...
13:15 - Tenaga Medis Rumah Sakit S...
15:12 - Polres Rohil Siapkan 55 Ek...
07:04 - Tingkatkan SDM, Bupati Roh...
17:36 - Askab PSSI dan AFK Salurka...
15:42 - Kapal Nelayan Karam di Per...
11:44 - Kapal Nelayan Tenggelam di...
14:00 - Pelda Samsul Azhar Pimpin ...
12:15 - Peduli Korban Kebakaran, B...
15:04 - Melalui GMB Rohil, Maliki ...
19:51 - Ada Kasus Covid-19 di Rohi...
14:20 - Wakapolres Rohil Pimpin Ap...
14:08 - DPRD Rohil Sahkan LPj Pela...
13:08 - Sudah Ada Pasien Corona, J...
16:01 - Puncak HBA, Kejari Rohil A...
15:38 - Turut Prihatin, Bupati Roh...
15:16 - Satu Kasus Positif Covid-1...
19:18 - Kasus Perdana, Seorang War...
16:18 - Terlelap Tidur Siang, Empa...
14:37 - Rohil Rangking Ketiga Terb...
13:39 - Pembuat Kartu Kuning Disna...
15:12 - Jelang Idul Adha, Harga Se...
14:02 - Sempena HUT ke-75 RI, PLN ...
06:24 - Pemkab Gelar Rakor Trantib...
16:48 - Bupati Suyatno Tinjau Pemb...
15:22 - Nelayan Tanjung Balai Bero...
14:08 - Salat Idul Adha Boleh Berj...
16:35 - Diblender dan Dibakar, Kej...
14:54 - Tak Miliki Biaya Operasi, ...
12:06 - Reses di Kelurahan Bagan K...
17:58 - Kunker ke Rohil, Danrem 03...
17:13 - Perdana, Satpolair Polres ...
14:43 - Diresmikan Wabup, Polres R...
16:29 - Program Baznas, Bupati Roh...
15:33 - Bapenda Rohil Imbau Masyar...
 
Jaring Ikan Secara Ilegal, Nelayan Panipahan Rohil Bakar Kapal Pukat Harimau Asal Sumut
Rabu, 22 April 2020 - 12:12:06 WIB
Kapal pukat harimau asal Sumut dibakar nelayan Panipahan Rokan Hilir. Foto: Antara
Kapal pukat harimau asal Sumut dibakar nelayan Panipahan Rokan Hilir. Foto: Antara
TERKAIT:

PEKANBARU - Sebuah kapal nelayan yang menjaring ikan dengan menggunakan trawl atau pukat harimau asal Sumatera Utara dibakar nelayan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

"Benar. Ada satu kapal pukat harimau yang dibakar. Namun tidak ada korban jiwa dalam insiden itu," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Herman dikutip dari antarariau, Rabu (22/4/2020).

Informasi yang diterima Antara, kapal nelayan yang dibakar itu berasal dari Sungai Berombang, Sumatera Utara. Kapal itu disebut menjaring ikan secara ilegal di wilayah perairan Panipahan, Rokan Hilir dengan menggunakan pukat harimau.

Nelayan setempat telah berulang kali mengusir dan memperingatkan nelayan asal Sumatera Utara yang kedapatan menjaring ikan di wilayah itu. Namun, hal tersebut diindahkan mereka sehingga nelayan setempat yang geram langsung membakar kapal pukat harimau di tengah laut.

Herman mengatakan insiden pembakaran itu terjadi pada Jumat pekan lalu (17/4). Dia memastikan seluruh anak buah kapal (ABK) kapal yang dibakar dalam kondisi selamat dan telah dikirim pulang oleh sesama nelayan ke wilayah asal.

Selain itu, Herman juga mengakui jika konflik nelayan pukat harimau dengan nelayan Panipahan berulang kali terjadi. "Itu kejadiannya sudah berulang-ulang. Nelayan kita sangat mengecam penggunaan pukat harimau karena akan merusak ekosistem laut. Tidak hanya ikan besar, ikan-ikan kecil juga terjaring, terumbu karang rusak," ujarnya.

"Sebenarnya nelayan Panipahan itu welcome, terbuka dengan nelayan daerah lain yang menjaring ikan di sana. Tapi tidak untuk pukat harimau," jelasnya lagi.

Untuk itu, dia menuturkan telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara untuk mendiskusikan hal tersebut agar tidak mengeluarkan izin.

Berdasarkan catatan Antara, konflik nelayan pukat harimau dan nelayan lokal Panipahan berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Nelayan pukat harimau kerap memasuki perairan Panipahan secara sembunyi pada malam hari dan mereka biasanya berkelompok untuk menjaring ikan menggunakan pukat harimau.

Sementara nelayan Panipahan sejak awal sudah bertekad menjaga ekosistem dengan tidak menggunakan trawl. Tak jarang nelayan turun ke jalan dan demonstrasi agar pihak terkait segera melakukan penertiban, namun usaha itu tidak berjalan dengan baik sehingga nelayan tak memiliki pilihan selain melakukan aksi bakar agar menimbulkan efek jera. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Protokol Kesehatan di Siak Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
  • Terungkap di Persidangan, Eks Ajudan Amril Mukminin Beberkan Bagi-bagi uang PT CGA
  • Gubri Kukuhkan 8 Paskibra, Ini Nama-namanya
  • Kuasa Hukum Jerinx Berharap IDI Mau Berdamai
  • Tinggal Berdesakan di Rumah Kontrakan, Yeni Tabah Jadi Kepala Keluarga
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved