www.halloriau.com
Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

13:41 - DPD RI Gelar Reses dengan ...
10:51 - BPN Rohil Serahkan Ratusan...
17:59 - Rohil Zona Merah dengan 34...
15:58 - Antisipasi Penyebaran Covi...
19:38 - DPMD Rohil Tekankan Panpil...
19:05 - Cegah Covid-19, Camat Baga...
17:20 - Isi Kegiatan di Hari Libur...
15:16 - Benahi Taman, Kafe Kapal B...
13:39 - Diskan Rohil Terus Berikan...
15:11 - Bupati dan BPKAD Sumbangka...
11:43 - Saksikan Penyembelihan Hew...
11:24 - Terapkan Protokol Kesehata...
13:15 - Tenaga Medis Rumah Sakit S...
15:12 - Polres Rohil Siapkan 55 Ek...
07:04 - Tingkatkan SDM, Bupati Roh...
17:36 - Askab PSSI dan AFK Salurka...
15:42 - Kapal Nelayan Karam di Per...
11:44 - Kapal Nelayan Tenggelam di...
14:00 - Pelda Samsul Azhar Pimpin ...
12:15 - Peduli Korban Kebakaran, B...
15:04 - Melalui GMB Rohil, Maliki ...
19:51 - Ada Kasus Covid-19 di Rohi...
14:20 - Wakapolres Rohil Pimpin Ap...
14:08 - DPRD Rohil Sahkan LPj Pela...
13:08 - Sudah Ada Pasien Corona, J...
16:01 - Puncak HBA, Kejari Rohil A...
15:38 - Turut Prihatin, Bupati Roh...
15:16 - Satu Kasus Positif Covid-1...
19:18 - Kasus Perdana, Seorang War...
16:18 - Terlelap Tidur Siang, Empa...
14:37 - Rohil Rangking Ketiga Terb...
13:39 - Pembuat Kartu Kuning Disna...
15:12 - Jelang Idul Adha, Harga Se...
14:02 - Sempena HUT ke-75 RI, PLN ...
06:24 - Pemkab Gelar Rakor Trantib...
16:48 - Bupati Suyatno Tinjau Pemb...
15:22 - Nelayan Tanjung Balai Bero...
14:08 - Salat Idul Adha Boleh Berj...
16:35 - Diblender dan Dibakar, Kej...
14:54 - Tak Miliki Biaya Operasi, ...
12:06 - Reses di Kelurahan Bagan K...
17:58 - Kunker ke Rohil, Danrem 03...
17:13 - Perdana, Satpolair Polres ...
14:43 - Diresmikan Wabup, Polres R...
16:29 - Program Baznas, Bupati Roh...
15:33 - Bapenda Rohil Imbau Masyar...
15:16 - Pencabutan Bubu Tiang di P...
15:14 - DKPP Rohil Bakal Awasi Kes...
18:13 - DPRD Kota Tanjung Balai St...
17:12 - Komisi A DPRD Rohil Gelar...
 
Limbah di Atas Baku Mutu
DLH Rohil Sanksi PKS DMDR dan PTPN III
Selasa, 15 Oktober 2019 - 16:14:29 WIB
Kadis DLH Rohil, Suwandi S Sos melihat kolam PT PKS BBS beberapa waktu lalu.
Kadis DLH Rohil, Suwandi S Sos melihat kolam PT PKS BBS beberapa waktu lalu.
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Setelah menjatuhkan Sanksi Administrasi Paksaan Pemerintah terhadap PT BSS, PT SKL, dan DGS beberapa waktu lalu, tak menjadikan PKS lainnya merasa takut. Pasalnya, saat ini Pemkab Rohil kembali memberikan Sanksi Administrasi terhadap dua PKS yang diduga membuang limbah di atas baku mutu.

Dua PKS itu diberikan sanksi berdasarkan keputusan Bupati Rohil dengan Nomor 547 dan 548 Tahun 2019. Dimana tim nantinya akan mengantar surat sanksi itu kepada dua perusahaan yang dianggap melanggar ketentuan. Dua perusahaan itu yakni PKS Dwi Mitra Daya Riau (DMDR) dan PKS Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN III).

Demikian Disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil, Suwandi SSos, Selasa (15/10/2019) di Bagansiapiapi. Ia mengatakan, sanksi terhadap Perusahaan DMDR itu diberikan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan dan laporan dari masyarakat pada tanggal 28 Agustus 2019. Sedangkan sanksi terhadap PTPN III juga berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan laporan masyarakat pada tanggal 6 September 2019.

Untuk PKS DMDR sebut Suwandi, dari hasil uji sample air limbah di auret Ipal air naik ke permukaan dan mengalir ke sungai Perbaungan. Dimana perusahaan itu diketahui telah membuang limbah di atas baku mutu. Oleh karena itu, DMDR dijatuhi sanksi berupa penutupan saluran air limbah dan melakukan pengolahan air limbah di kolam Ipal.

Selain itu, DMDR juga diberikan sanksi penghentian operasi sementara selama empat (4) hari dalam satu bulan. Tidak itu saja, DMDR juga wajib melakukan normalisasi sungai perbaungan sepanjang 500 meter dan melakukan restoking (Penaburan benih ikan) sebanyak 15.000 ekor dengan rincian ikan lele sebanyak 5000 ekor, Nila 5000 ekor dan Patin 5000 ekor.

"Kita memberikan sanksi kepada Perusahaan DMDR sebanyak 25 sanksi termasuk sanksi teknis di antaranya membuat lobang sempling, membuat titik koordinat pada cerobong, membuat penyimpanan limbah B3 dan lain sebagainya," jelas Suwandi.

Untuk PKS PTPN III lanjutnya diberikan sanksi paksaan pemerintah karena berdasaran hasil pengujian sample telah membuang limbah dari saluran drainase pabrik menuju Sungai Meranti. Sehingga dari hasil sample dinyatakan limbah yang dihasilkan PKS itu melebihi baku mutu. "Limbah disalurkan ke drainase yang kemudian menuju ke sungai. Sehingga menyebabkan ikan yang ada di Sungai Meranti mati," kata Suwandi.

Untuk sanksi katanya, PTPN III harus melakukan penghentian sementara produksi selama tujuh (7) hari, melakukan normalisasi Sungai Meranti sepanjang 500 meter serta melakukan restoking sebanyak 15.000 ekor ikan. 15.000 ikan itu terdiri dari Ikan Nila 5000 ekor, Patin 5000 ekor dan lele 5000 ekor.

Disamping itu, ada 15 sanksi lagi yang diberikan diantaranya harus membuat papan plang nama disetiap kolam, menyampaikan hasil laporan pengujian emisi udara, udara embiyen dan uji kebauan serta uji kebisingan kepada Gubernur Riau (Gubri), DLHK serta membuat Limbah B3.

Lebih jauh Suwandi mengatakan, untuk tiga perusahaan yang telah dijatuhkan sanksi beberapa waktu lalu saat ini sudah dijalankan oleh masing-masing perusahaan. Karena setiap hasil perbaikan dilaporkan ke DLH dan pihaknya juga melakukan verifikasi setiap bulannya.

"Untuk PT PKS BBS di bulan pertama menjalankan sangsi tingkat kebauan sudah mulai menurun, untuk PT PKS DGS kolam 9 sudah ditutup sambil menunggu pengujian sample dan izin limbah caer nya keluar. Dan PT PKS SKL saat ini telah menjalankan penghentian operasional dan melakukan perbaikan," tutup Suwandi.

Penulis : Afrizal
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Terapkan Protokol Kesehatan, Pemprov Riau Akan Gunakan Cara Humanis
  • 20 Kg Sabu dan 10 Ribu Butir Pil Ekstasi dari Malasysia Diamankan BNNP Riau
  • Riau Tambah 26 Positif, Total Terkonfirmasi Covid-19 Jadi 732 Kasus
  • Diduga Memihak ke Salah Satu Bacalon, Oknum ASN Akan Dipanggil Bawaslu Kepulauan Meranti
  • Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 1.893, Total Jadi 125.396 Kasus
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved