SIAK — Asap dan titik api menjadi tanda bahwa pekerjaan belum selesai. Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Dayun, Kabupaten Siak, upaya pemadaman tidak hanya mengandalkan satu pihak.
Pemerintah Kabupaten Siak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kecamatan Dayun, pemerintah kampung, masyarakat peduli api, dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bergerak bersama menangani kebakaran.
Di lapangan, penanganan dilakukan melalui pemetaan lokasi, pembuatan sekat bakar, hingga pemadaman secara langsung melalui jalur darat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegahnya meluas ke wilayah lain.
Camat Dayun Rulian Nugroho mengatakan pihaknya bersama BPBD membentuk tim penanganan karhutla dengan melibatkan personel RAPP. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat respons ketika kebakaran terjadi.
"Pemerintah Kabupaten Siak dalam hal ini BPBD bersama pihak Kecamatan Dayun membuat tim penanganan karhutla yang di dalamnya ada personel PT RAPP. Kami memetakan untuk upaya sekat bakar dan melakukan pemadaman melalui darat," kata Rulian.
Dalam penanganan tersebut, RAPP menurunkan delapan personel setiap hari. Selain tenaga, perusahaan juga mengerahkan satu unit excavator untuk mendukung proses pemadaman hingga penanganan api selesai.
Bagi tim di lapangan, keberadaan alat berat bukan sekadar tambahan peralatan. Excavator digunakan untuk membantu pekerjaan dalam kondisi medan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, terutama dalam upaya mengendalikan area terdampak kebakaran.
Namun, pemadaman bukan satu-satunya pekerjaan. Setelah api ditangani, persoalan berikutnya adalah bagaimana mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Karena itu, Kecamatan Dayun menyiapkan langkah pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Warga akan diingatkan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di lahan maupun hutan.
"Kami akan melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak melakukan aktivitas membakar di lahan dan hutan, dan mengaktifkan patroli bersama dalam hal cepat tanggap karhutla," ujar Rulian.
Masyarakat ikut berada di garis depan
Penanganan karhutla di Dayun juga melibatkan masyarakat. Penghulu Kampung Dayun Nasya Nugrik mengatakan masyarakat peduli api bersama RAPP dan perangkat kampung ikut melakukan pengawasan serta mengatur pekerjaan di lapangan
Mereka tidak hanya membantu ketika api sudah muncul. Kebutuhan selama proses penanganan juga diperhitungkan bersama, mulai dari pengaturan pekerjaan hingga kebutuhan logistik bagi personel yang berada di lokasi.
"Masyarakat peduli api bersama RAPP dan perangkat desa mengontrol pengaturan kerja dan menghitung kebutuhan, baik logistik maupun lainnya. RAPP juga membantu dalam pemadaman api," kata Nasya.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena warga berada dekat dengan wilayah yang berpotensi terdampak. Informasi mengenai kondisi lapangan dapat lebih cepat diketahui, sehingga penanganan bisa segera dilakukan ketika muncul tanda-tanda kebakaran.
Pola kerja bersama ini membuat penanganan karhutla tidak berhenti pada kegiatan pemadaman. Ada pembagian peran antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, mulai dari pemetaan lokasi, pengendalian api, penyediaan dukungan peralatan dan personel, hingga patroli dan sosialisasi.
Di Dayun, api menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama. Ketika titik kebakaran muncul, pemerintah menyiapkan koordinasi, masyarakat ikut mengawasi, sementara RAPP mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu pemadaman.
Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla. Sebab, semakin cepat api diketahui dan ditangani, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas.
Bagi Kampung Dayun, menjaga lahan dari ancaman api bukan hanya pekerjaan saat musim kebakaran. Patroli, sosialisasi, kesiapsiagaan masyarakat, dan koordinasi antarpihak menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah tetap aman dari karhutla.