PELALAWAN - Kelompok perempuan yang tergabung dalam Bank Sampah Andalan Lestari (BSAL) di kawasan Riau Kompleks, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membuktikan, konsistensi mengelola lingkungan justru bisa mendatangkan berkah ekonomi yang luar biasa.
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, komunitas yang diisi oleh istri karyawan dan karyawati RAPP ini berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang 46.590 kilogram (46,5 ton) sampah.
Hebatnya, perputaran ekonomi dari hasil pilah sampah tersebut sukses menyentuh angka Rp88.524.873.
Keberhasilan ini menjadi pemantik semangat baru dalam Pelantikan Pengurus BSAL periode 2025–2028 yang digelar di Sekolah Mutiara dan Harapan, Pangkalan Kerinci, Sabtu (16/5/2026).
Dalam forum tersebut, Malayana kembali dipercaya menakhodai BSAL untuk melanjutkan estafet inovasi hijau ini.
Kesadaran green lifestyle di lingkungan Riau Kompleks dan sekitarnya mengalami lompatan eksponensial.
Pada tahun 2022, BSAL mencatat hanya memiliki 32 nasabah aktif. Namun, per akhir tahun 2025, jumlah warga yang menabung sampah melonjak tajam hingga 776 nasabah.
Salah satu pemicu utama pertumbuhan ini adalah keberanian BSAL keluar dari zona nyaman melalui digitalisasi dan kemudahan fasilitas.
Sejak September 2025, mereka resmi meluncurkan program BSAL Mobile, sebuah sistem layanan jemput sampah langsung ke pemukiman warga.
Ketua BSAL terpilih, Malayana mengungkapkan, transformasi pelayanan menjadi kunci agar masyarakat tidak malas memilah sampah dari rumah.
“Selain menerima nasabah setiap hari di kantor kami dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, kami juga menjalankan program BSAL Mobile, yaitu pelayanan jemput sampah di beberapa wilayah," ucap Malyana.
"Program ini kami hadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai guna,” jelasnya.
Malayana menambahkan bahwa edukasi tidak hanya menyasar lingkungan domestik rumah tangga, melainkan sudah merambah ke sektor pendidikan formal.
“Selama perjalanan dari tahun 2022 hingga sekarang, BSAL telah menjalankan banyak sekali kegiatan berupa penyuluhan, promosi, maupun pelatihan kepada warga Riau Kompleks, warga di luar kompleks, para orangtua murid, murid-murid sekolah di kawasan Riau Kompleks, hingga sekolah-sekolah di Pangkalan Kerinci,” imbuhnya.
Sebagai mitra strategis perusahaan dan masyarakat dalam mengampanyekan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengurus baru dituntut untuk tidak cepat berpuas diri dengan capaian angka puluhan juta rupiah tersebut.
Pembina BSAL, Diana Sinulingga menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi sekaligus memperluas dampak positif ke wilayah yang lebih luas.
Ia menitipkan tiga fondasi utama yang wajib dijaga kepengurusan periode 2025–2028, edukasi, manajemen dan inovasi.
“Tugas kita jelas, memajukan dan meningkatkan hal-hal yang sudah ada di masa lampau. Program-program yang sudah berjalan dengan baik saya harap bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan agar BSAL semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Diana.
Diana mengapresiasi bagaimana BSAL bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif dengan kebutuhan warga modern.
“BSAL sudah banyak melakukan aktivitas-aktivitas sebelumnya, jadi saya harap hal ini akan terus tetap berkelanjutan ke depannya," tuturnya.
"Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, manajemen organisasi juga perlu diperkuat, dan inovasi harus terus dihadirkan agar program-program BSAL semakin relevan dan berdampak,” tegasnya.
General Manager (GM) Human Resources (HR) RAPP, Willim mengaku kagum dengan daya kreasi yang ditunjukkan oleh pengurus BSAL dalam menciptakan lingkungan hunian yang asri sekaligus produktif.
“Para pengurus sudah menunjukkan semangat dan kreativitas yang tinggi serta meluncurkan berbagai ide untuk menunjang kegiatan. Kami berharap semangat ini dapat terus dipertahankan sehingga BSAL bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” ungkap Willim.
Ke depan, Willim mendorong agar program ini melahirkan kompetisi sehat di tingkat akar rumput, seperti pemberian apresiasi bagi lingkungan RT/RW yang paling aktif dan sukses mengelola sistem tata kelola sampahnya.
Manajemen RAPP pun berkomitmen siap memberikan dukungan fasilitas dan akomodasi yang diperlukan demi kelancaran program kerja BSAL.
“Kami semua berharap bisa membawa kompleks ini semakin maju dan menyadari pentingnya pengelolaan sampah. Jika ada yang perlu kami bantu, silakan disampaikan agar program-program yang dijalankan dapat terus berkembang dengan baik,” pungkas Willim.(rilis)