www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Bawa Wisatawan Keliling Kota Siak, Kereta Wisata 'Panen' saat Libur Lebaran
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Visi APRIL2030, Ikon Transisi Energi Riau untuk Dunia
Rabu, 28 Februari 2024 - 20:56:33 WIB

TARIKANYA kencang, lembut, mewah dan lincah bermanuver. Itulah kesan yang kami rasakan saat menjejal kali pertama bus listrik milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Selasa (16/1/2024) silam. Belasan wartawan mendapat kesempatan ikut dalam trip khusus peserta Anugerah Jurnalistik APRIL-APR (AJAA) 2023.

Perjalanan berdurasi lebih sejam dari Kota Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci, Pelalawan itu tak terasa penat. Sensasi spesial menjadi kesan yang mendalam dan rileks sekali. Mulai dari mewahnya interior bus, aroma kendaraan yang khas hingga kenyamanan berada di dalam bus yang nyaris tanpa getaran dan suara bising. Tak ada suara raungan mesin meski berpuluh tanjakan jalan kami lalui.

Bus melesat dengan kencang. Tikungan tajam, tanjakan dan jalan berlubang tak kami rasakan di atas bus seharga Rp 4,7 miliar lebih tersebut. Jauh berbeda ketika kita naik di bus konvensional berbahan bakar minyak.

Kecepatan bus sepanjang 12 meter ini juga tidak kalah dengan bus berbahan bakar fosil. Laju bus mulai 40 kilometer per jam sampai 80 kilometer perjam dengan manuver yang cukup bebas.

Selama perjalanan, kami didampingi Manager Corporate Communication PT RAPP, Budi Firmansyah dan External Media Coordinator APRIL, Yusni Fatimah. Pak Sihite menjadi juru kemudi mengawaki bus dengan tenang menghantarkan kami tiba dengan selamat lewat perjalanan yang menyenangkan.

Lebih dari kenyamanan yang dirasakan penumpang, bus listrik itu merupakan bukti nyata transformasi energi ramah lingkungan yang dipraktikkan APRIL Group. Tanpa retorika, perusahaan menggelontorkan tak sedikit investasi, mengganti bus konvensional secara bertahap dengan kendaraan listrik.

Human Resource and General Affair (HRGA) Manager RAPP Voukhe C Kalangi menerangkan, pada 2021 PT RAPP menjadi perusahaan swasta yang pertama di Pulau Sumatera dan kedua di Indonesia sebagai pelopor bus listrik untuk keperluan mobilitas karyawan.

Langkah ini sebagai upaya mewujudkan nol emisi sebagai bagian dari komitmen APRIL2030 untuk mengurangi emisi karbon, sekaligus mendukung program Pemerintah Indonesia dalam aksi mencegah perubahan iklim. Moda transportasi rendah karbon, seperti kendaraan listrik, menjadi salah satu kiat perusahaan dalam aksi nyata merespon perubahan iklim.

Kurun 2021-2023, RAPP telah mengoperasikan sebanyak 10 unit bus listrik. Kemudian di awal tahun 2024 ini, RAPP kembali mendatangkan 8 unit baru.  Pada 2025, RAPP menargetkan penggantian bus konvensional ke bus listrik dengan jumlah mencapai 40 unit. Sangat jelas sekali, komitmen APRIL Group untuk mendukung program pemerintah mencapai Net Zero Emission 2060.

"Penggunaan bus listrik ini merupakan satu dari sekian banyak upaya kami dalam memenuhi komitmen untuk mengurangi emisi karbon dalam proses operasional kami. Hal ini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan APRIL2030 yang diluncurkan pada tahun 2020 lalu," kata Voukhe.

Voukhe menegaskan, RAPP memiliki orientasi yang tinggi dan komit pada keberlanjutan. Selagi atas nama bisnis keberlanjutan, APRIL Group tidak ragu dan akan terus melanjutkan upaya terbaik.

Dengan penggunaan bus listrik, RAPP bisa membantu memperlambat kenaikan pemanasan global dan menghilangkan keluaran limbah bahan berbahaya dan beracun berupa oli bekas.

Dengan kapasitas penuh baterai, bus bisa menempuh perjalanan sejauh 250 kilometer. Perjalan bola balik Pangkalan Kerinci-Pekanbaru bisa dilalui tanpa perlu mengisi ulang daya baterai.

Selain itu penggunaan bus listrik juga terbukti dapat menghemat biaya pengisian bahan bakar minyak (BBM). Hitungannya, setiap satu liter BBM setara dengan 1,3 kilowatt-jam (kWh). Jika dibandingkan, harga BBM bisa mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 13 ribu per liter. Sementara, harga listrik cuma Rp 1.400 per kWh, sehingga mampu menghemat sepertujuh lebih murah jika dibandingkan kendaraan berbasis BBM.

Komitmen APRIL2030

Peralihan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik yang dilakukan RAPP sejalan dengan komitmen keberlanjutan APRIL2030. Melalui program ini, APRIL berupaya mengurangi emisi karbon pada 2030 dengan berbagai upaya.

Komitmen APRIL2030 adalah visi APRIL Group untuk memenuhi tantangan pada dekade mendatang, terangkum dalam empat komitmen berupa Climate Positive (Iklim Positif), Thriving Landscape (Lanskap yang Berkembang), Inclusive Progress (Kemajuan Inklusif), dan Sustainable Growth (Pertumbuhan yang Berkelanjutan).

Beberapa program di antaranya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan sumber energi terbarukan di lingkungan pabrik. Berdasarkan data PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang menjadi produsen bus listrik tersebut, penggunaan satu unit bus listrik dapat mengurangi emisi hingga 78,986 kilogram karbon dioksida (CO2) per tahun ketimbang pemakaian bus berbahan bakar fosil. Selain itu, perusahaan juga akan menghilangkan keluaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) berupa oli bekas.

Vouke bersama timnya sudah mengukur perbandingan pemakaian bus konvensional berbahan bakar solar dengan bus listrik. Indikatornya mulai dari jarak tempuh, rute yang dilewati dan hari yang sama.

"Dari penghitungan itu, ternyata kita bisa menghemat anggaran sekitar Rp 45 juta sebulan. Itu baru 10 unit bus listrik selama setahun. Kalau sudah banyak, tentu lebih besar lagi penghematannya," kata Vouke.

Dikatakan Vouke, dari segi perawatan bus listrik juga sangat berbeda dengan bus konvensional. Bus BBM akan menjalani servis berkala setiap 10 ribu kilometer, sementara Bus listrik tanpa servis berkala.

Yang lebih fantastis, biaya pajak tahunan bus hanya sebesar Rp 153 ribu per tahun untuk setiap unitnya. Lebih murah dibanding pajak sepeda motor.

"Pemerintah memang sangat mendukung penggunaan bus listrik ini," tukas Voukhe.

Selain beralih ke bus listrik, RAPP kini mengoptimalkan secara serius penggunaan sumber energi terbarukan ramah lingkungan. Terobosannya yakni dengan membangun panel surya untuk menggerakkan operasional pabrik pulp dan kertas.

Saat ini, pembangunan baru mencapai total 11 megawatt (MW) dari target 50 MW pada 2030. Langkah ini adalah bagian dari proyek ambisius untuk memasang 20 MW panel surya sebelum tahun 2025.

Keunikan lain proyek ini adalah pemanfaatan landfill atau tempat pembuangan limbah padat sebagai lokasi pemasangan panel surya atau Solar Thermal Energy (STE).

Dalam upaya menuju keberlanjutan dan mengoptimalkan sumber daya yang ada, pemanfaatan lahan landfill untuk menghasilkan energi tenaga surya merupakan sebuah langkah inovatif.

Biasanya landfill ini baru bisa ditinjau ulang pemanfaatannya setelah 30 tahun. Namun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memandang komitmen APRIL dalam mewujudkan energi terbarukan yang potensial dan ramah lingkungan.

Adalah Tigor Sardison yang dipercayakan sebagai Solar Panel Manager. Ia pengawal energi bersih di APRIL Group. Sejak 2020, kegembiraannya menyinari setiap langkah proyek. Mulai dari 1 MW hingga kini sudah mencapai 11 MW. Produksi panel surya telah meningkatkan rasio elektrifikasi rumah tangga serta keperluan perusahaan.

Arus listrik yang dihasilkan ini didistribusikan untuk kebutuhan operasional perusahaan. Mulai dari mesin yang mengolah kayu menjadi kertas hingga rayon.

Sebelumnya, kebutuhan energi listrik perusahaan bergantung dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara. Namun dengan komitmen yang tinggi dalam mewujudkan salah satu dari 4 komitmen Visi APRIL 2030 yakni Climate Positive (Iklim Positif), perusahaan konsisten mengurangi ketergantungan energi fosil. Penggunaan solar panel tiap 1 MW mampu menghemat 300 coal batu bara per jam.

"Nantinya kami akan memiliki panel surya berkapasitas 50 MW dan menjadikannya sebagai salah satu instalasi panel surya milik swasta terbesar di Indonesia. Selama uji coba, panel surya berkapasitas 1 MW saja sudah mampu menyediakan energi yang cukup untuk 500 rumah," kata Tigor.

Namun, kebahagiaan Tigor tidak terhenti di situ. Saat ini, dengan semangat penuh, ia turut membantu mengawal proyek panel surya rooftop 15 MW yang siap rampung bulan Februari ini.

Dimana APRIL Group juga membangun solar panel dengan memanfaatkan lahan di atas gedung pabrik. Dari atas atap tersebut, energi listrik yang dihasilkan mencapai sebesar 24 MW. Ditargetkan pada tahun 2027 seluruh atap di estate sudah terpasang solar panel.

Panel surya ini akan membantu capaian pemenuhan 50 persen kebutuhan energi untuk proses operasional dari sumber terbarukan dan energi bersih.

Dalam menjalankan aktivitas pabriknya, perusahaan penghasil pulp, serat, dan kertas ini telah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengubah energi dari limbah organik proses produksi menjadi biofuel sebagai sumber energi terbarukan yang akan digunakan kembali dalam proses operasional. Sumber energi itu telah memenuhi lebih dari 80 persen kebutuhan listrik di pabrik dari total kebutuhan energi RAPP sehingga dapat mengurangi emisi.

Perusahaan berkomitmen untuk mencapai 90 persen dari target penggunaan energi terbarukan dan bersih pada 2030 sambil terus berupaya mengurangi emisi karbon dari proses produksi yang juga termasuk bagian dari komitmen berkelanjutan APRIL2030. APRIL-APR sebenarnya sudah sejak jauh-jauh hari bergerak menempuh arah baru untuk keberlanjutan lingkungan dan mengendalikan perubahan iklim.

Investasi Energi Ramah Lingkungan

Pada 2025 mendatang, RAPP akan kembali merampungkan pemasangan 20 MW solar panel di pabriknya. Dalam langkah transisi energi ini, PT RAPP tidak main-main. Dalam setiap instalasi 1 MW solar panel, RAPP menginvestasikan 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,4 miliar. Akan tetapi nilai ini diproyeksikan akan berkurang seiring dengan efisiensi solar panel yang terpasang.

Tigor menegaskan, secara bisnis hal tersebut sangat lama untuk menghasilkan keuntungan. Namun pucuk pimpinan perusahaan lebih mengutamakan lingkungan yang sehat dan bersih.

"Secara bisnis itu tidak baik, karena akan sangat lama perputaran modalnya. Namun Pak Sukanto Tanoto selaku Chairman memikirkan uang yang terserap itu bagaimana bisa membuat baik terhadap masyarakat dan environment. Dia mempunyai sikap bagaimana berbuat yang terbaik untuk bangsa dan dia rela untuk menghabiskan uang. Itu poin pentingnya dan tidak semua perusahaan bisa berbuat seperti ini," ungkap Tigor.

Komitmen APRIL dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan ini pun telah mendapat pengakuan. Sistem manajemen energi di pabrik pulp dan kertas APRIL berhasil diakui penerapannya melalui sertifikasi ISO 50001:2018 dari SGS Indonesia, sebuah lembaga sertifikasi independen yang terakreditasi oleh Accredia berbasis di Italia.

Sertifikasi ini menjadi bukti kalau Sistem Manajemen Energi dalam proses produksi pulp dan kertas di PT RAPP berjalan secara efektif, hemat energi dan biaya, serta bermanfaat bagi lingkungan.

Penggunaan energi yang efektif dan efisien sudah menjadi fokus PT RAPP sejak awal dengan menjadikannya sebagai salah satu tolok ukur kinerja perusahaan. Kinerja energi ini akan terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan perusahaan dan teknologi.

Dengan adanya efisiensi energi, perusahaan tidak hanya memenuhi kebutuhan untuk operasional saja, namun sebanyak 3 persen atau sekitar 15 MW dialirkan juga ke jaringan listrik lokal untuk menyediakan sumber energi tambahan kepada masyarakat sekitar.

Seluruh upaya yang dilakukan RAPP ini sejalan dengan tujuan nomor 12 Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yakni produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Selain itu, bisnis berkelanjutan yang dipraktekkan perusahaan sejalan dengan prinsip 5C, yakni Good for Community, Country, Climate, Costumer dan Company.

Jika pada sektor hilir APRIL Group telah beralih menggunakan bahan bakar terbarukan dan berinvestasi pada teknologi sirkular, maka di sektor hulunya APRIL juga berkomitmen terhadap perlindungan hutan dengan menjaga hutan restorasi dan konservasi seluas 350.000 hektare di sekitar wilayah operasional.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 150.693 hektare telah tergabung dalam program Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang berlokasi di Semenjang Kampar dan Pulau Padang. Adapun program tersebut bertujuan untuk merestorasi dan mengkonservasi ekosistem di lahan gambut serta menjaga stok karbon dan melestarikan keanekaragaman hayati.

Komitmen perusahaan sejalan dengan wujud komitmen Indonesia terhadap energi bersih kepada dunia internasional. Targetnya net zero emmision pada 2060. Akan ada 1,5 giga ton CO2 yang harus dilenyapkan dengan berbagai macam cara. Salah satunya, dengan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Bentuk Komunitas Motor Listrik Riau Kompleks

Upaya mendukung penurunan emisi karbon dan sebagai langkah mitigasi iklim di lingkungan operasional perusahaan juga diikuti dengan melakukan konversi motor konvensional menjadi motor listrik. Upaya ini dikelola dengan membentuk sebuah komunitas sepeda motor listrik.

Ato Supriadi adalah Ketua Komunitas Sepeda Motor Listrik Riau Kompleks disingkat Rileks. Ia telah 13 tahun menjadi karyawan RAPP, sangat aktif mengajak karyawan lainnya untuk ikut mengonversi motor masing-masing menjadi motor listrik. Menurutnya, konversi motor listrik ini adalah bentuk kepedulian karyawan terhadap lingkungan.



Dengan semangat dan kesediaannya memberi informasi kepada rekan-rekannya sesama karyawan, tak heran banyak yang melihat Ato sebagai brand ambassador konversi motor listrik di Riau Kompleks.

Katanya, dia memang senang dengan program ini dan sudah merasakan langsung pemakaian motor listrik. Apalagi, program itu didukung penuh manajemen RAPP dengan menyediakan sarana penting, seperti stasiun penggantian baterai atau swap station.

Ditargetkan, 200 unit sepeda motor karyawan PT RAPP akan dikonversi dalam upaya mendukung penurunan emisi di lingkungan operasional perusahaan. Dengan meretas jalur menuju kendaraan listrik, konversi ini menjadi langkah konkrit dalam mendukung visi energi bersih dan mengurangi jejak karbon dalam sektor transportasi.

Menurut Ato, kesadaran konversi motor BBM ke motor listrik menunjukkan andil dalam mengurangi emisi karbon. Selain melestarikan lingkungan, juga mendukung program perusahaan dan pemerintah.

"Sekecil apapun, kalau kita bisa mengurangi emisi akan sangat berharga bagi lingkungan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memulainya," ungkap Ato

Project Leader Konversi Sepeda Motor Listrik di RAPP Steven Anderson mengatakan program konversi motor konvensional menjadi motor listrik adalah langkah yang mencerminkan niat baik perusahaan untuk mewujudkan mitigasi iklim.

"Dengan menggantikan mesin konvensional yang berbasis bahan bakar fosil dengan motor listrik, perusahaan membantu mengurangi emisi karbon dan polutan udara, berkontribusi langsung pada mitigasi perubahan iklim," kata Steven.

Konversi motor listrik merupakan program Kementerian ESDM dalam mengurangi emisi karbon. Sebagai perusahaan berbasis kehutanan, RAPP menyambut baik program ini. Hal itu pula menjadikan RAPP sebagai perusahaan pelopor pertama di luar Jawa yang melaksanakannya.

"Dengan kesadaran akan dampak perubahan iklim, perusahaan yang menerapkan program konversi ini memainkan peran penting dalam membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Langkah-langkah ini bukan hanya mencerminkan niat baik, tetapi juga memperkuat reputasi perusahaan sebagai entitas yang peduli terhadap tantangan lingkungan," ujarnya.

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo mengungkapkan,

RAPP telah melakukan excellent work dalam pengurangan emisi, termasuk dengan program konversi motor listrik.

"Konversi sepeda motor listrik ini merupakan penanda bahwa program pemerintah terkait dengan insentif untuk konversi motor listrik sudah terlaksana di Riau. Saya berharap dengan adanya inisiasi konversi motor BBM menjadi motor listrik di RAPP ini dapat meningkatkan animo masyarakat untuk mengkonversi sepeda motor BBM-nya menjadi sepeda motor listrik," kata Gigih.

Gigih pun memuji pengelolaan industri APRIL yang terintegrasi dan efisien.

"Visi perusahaan untuk menjadikan produknya kompetitif di pasar global dengan pendekatan green energy sangat pantas diapresiasi," katanya.

Komitmen Manajemen Hutan Berkelanjutan

Sustainability Ops. Fiber Manager APRIL Addriyanus Tantra mengatakan perusahaan senantiasi berkomitmen mewujudkan kebijakan manajemen hutan berkelanjutan atau Sustainable Forest Management Policy (SFMP).

Komitmen ini, kata Addriyanus, dibuktikan dalam sejumlah aksi untuk memberikan dampak positif pada iklim, alam, dan masyarakat dengan tetap tumbuh sebagai penghasil serat terbarukan serta produk berbasis pulp, yang senantiasa memperhatikan aspek keberlanjutan.

Di tahun 2030, APRIL Group bertekad untuk mencapai nol emisi karbon bersih dari penggunaan lahan dan mengurangi emisi karbon dalam proses produksi. Selain itu juga mewujudkan perbaikan yang terukur nyata di bidang lingkungan dan menghapus kemiskinan ekstrem pada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Tentunya komitmen ini bagian dari upaya transformasi bisnis demi mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Addriyanus.

Addriyanus menyatakan APRIL Group melakukan tindakan berkaitan dengan iklim melalui berbagai sasaran guna menurunkan emisi karbon. Dimulai dari nol emisi bersih pemanfaatan lahan, menurunkan kadar emisi produk sebesar 25 persen hingga penggunaan energi bersih dan terbarukan.

"Mengenai kebutuhan energi, kami akan memenuhi 90 persen energi bersumber dari energi bersih dan terbarukan," kata Addriyanus.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis atau usaha berkelanjutan haruslah menjamin kelangsungan investasi. Ini dilakukan untuk iklim, alam, dan masyarakat. Diharapkan, upaya ini akan membuat perusahaan jadi lebih produktif dan terdiversifikasi sebagai bagian dari produksi yang bertanggung jawab.

"Kita tetap mengacu pada bisnis yang baik. Baik untuk negara, daerah dan lingkungan. Perusahaan juga ketat menjalankan empat agenda program keberlanjutan 2030 ini,''

Sementara itu, Direktur RAPP Mulia Nauli didampingi Deputy Head of Corporate Communications RAPP Disra Alldrick mengatakan apa yang dilakukan pihak PT RAPP merupakan komitmen pihak perusahaan untuk mewujudkan iklim yang positif, sustainable dan ramah lingkungan.

Menurutnya, Visi APRIL2030 yang digagas oleh APRIL Group merupakan komitmen bersifat berkelanjutan transformatif yang berisi serangkaian aksi nyata yang akan berkontribusi positif terhadap iklim, alam dan pengembangan masyarakat dalam 10 tahun ke depan. Komitmen ini untuk memberikan dampak positif terhadap iklim, alam dan masyarakat, selagi mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

Hal tersebut selaras dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen melalui upaya sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Dan hal ini telah dituangkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution.

"RAPP mendukung upaya pemerintah dalam penurunan emisi gas rumah kaca lewat beberapa terobosan untuk mencapai target komitmen APRIL2030, salah satunya pilar iklim positif," kata Mulia Nauli.

Spirit APRIL2030 bukti komitmen yang menjadikan bisnis tak sekadar untung-rugi. Di dalamnya ada tanggung jawab memelihara bumi. APRIL kini menjadi ikon transisi energi Riau untuk dunia. (*)

   


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Wahana Kereta Wisata di Siak.(foto: meri/halloriau.com)Bawa Wisatawan Keliling Kota Siak, Kereta Wisata 'Panen' saat Libur Lebaran
Pasar induk.(ilustrasi/int)Pasar Induk Segera Beroperasi, Ini Respon DPRD Pekanbaru
Tol di Riau.(foto: mcr)Hingga Lebaran H+2, Hampir 28 Ribu Kendaraan Melintas di 3 Tol di Riau
Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto (foto/Yuni)Meski Tanggal Merah, Pj Gubri Minta Pelayanan di Riau Tetap Optimal
Ilustrasi MotoGP Amerika, lintasan Austin, Texas (foto/int)Jadwal MotoGP Amerika 2024: Balapan Sengit Dini Hari di Austin Texas
  Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun.(foto: int)Pj Walikota Pekanbaru Siapkan Sanksi untuk ASN yang Tambah Libur Lebaran
Cosplay Transformers jadi favorit pengunjung Lapangan Gedung Maharatu Siak untuk berfoto.(foto: meri/halloriau.com)Robot Transformers Jadi Spot Foto Favorit di Lapangan Gedung Maharatu Siak
Arus pemudik di Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru tinggi saat momen Lebaran 1445 H (foto/Dini)Aktivitas Masih Tinggi, Puncak Arus Balik di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru Diprediksi H+3
Sky Walk berseberangan dengan pusat wisata Siak (foto/Meri)Sky Walk Jembatan Kaca Wisata Populer Siak yang Wajib Kamu Datangi
Ilustrasi curah hujan di momen libur panjang Lebaran Idulfitri (foto/int)Mau Pergi Wisata di Libur Lebaran? Ini Prakiraan Cuaca Pekanbaru dan Sekitar
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Sepanjang Jalan Rajawali Rusak Parah
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2024 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved