www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Meski PSBB Sudah Berakhir, Riau Perpanjang Tanggap Darurat Covid-19
 
Jangan Jadi Korban, Ini Cara Bedakan Pengembang Asli dan Bodong
Jumat, 20 Desember 2019 - 13:31:29 WIB
   Lokasi perumahan syariah bodong terletak di Desa Garut, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten. FOTO: Beritasatu TV
Lokasi perumahan syariah bodong terletak di Desa Garut, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten. FOTO: Beritasatu TV

JAKARTA - Kembali muncul kasus penipuan perumahan syariah fiktif atau pengembang bodong dengan korban 3.680 orang. Perumahan yang ditawarkan adalah perumahan Amanah City di kawasan Maja, Lebak, Banten.

Meski sudah berkali-kali diberantas, pengembang bodong atau penipuan terus muncul. Metode yang digunakan pun berubah-ubah. Meski begitu, sebenarnya pengembang bodong dapat dikenali.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, ada beberapa cara untuk mengenali pengembang itu bodong atau tidak. Pertama, alangkah baiknya mencari pengembang yang berasal dari Perseroan Terbatas (PT), bukan perseorangan.

"Lebih bagus kalau PT lebih aman," kata Ali, Jumat (20/12/2019).

Kedua, tanyakan soal legalitas tanah kepada pengembang. Ali mengatakan, kasus pengembang bodong biasanya terjadi karena tanah masih milik perseorangan.

"Ini tanahnya sudah murni milik PT belum? (Kalau belum) ada risiko karena bisa saja kabur atau apa dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," sebutnya, di detikcom.

Ketiga, pengembang asli biasanya sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) hingga rencana lokasi rumah. Jika belum, maka rumah yang mau Anda beli kemungkinan belum mendapat izin dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

"Nah kalau itu semua belum ada kemudian disertai dengan pengembang-pengembang pemula, wah bahaya," ujar dia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus. Menurutnya, sebelum berhubungan dengan pengembang lebih jauh alangkah baiknya mengecek latar belakang mereka, salah satunya melalui internet.

"Kan bukan mau beli kerupuk yang harganya Rp 200, kalau itu sih tutup mata juga bisa. Ini kan yang dibeli adalah barang yang harganya mahal, jadi harus pakai logika, akal sehat dan ketelitian, itu saja," sebut Anton. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Bank MandiriBank Mendiri Sebut Perubahan Saldo Nasabah Bukan Disebabkan Penipuan
Arvi Argyantoro, Direktur evaluasi Pembiayaan perumahan memberikan materi di acara REI Expo di Mal Ska. Terbesar di Sumatera, Realisasi KPR di Riau Capai 20.633 Unit
2007-2017, OJK Riau Bekukan 4 Perusahaan Investasi Bodong
  Launching pamanfaatan listrik PLN di kawasan Komplek Pertamina RU II Bukit Datuk Dumai.PLN Suplai Listrik ke Perumahan, Pertamina RU II Hemat 1,6 Miliar per-Bulan
IlustrasiKenaikan Dollar Berdampak pada Pengembang Perumahan di Riau
Beredar Luas di WhatsApp, Hati-hati Penipuan Voucher Tiket Garuda

 
Berita Lainnya :
  • Meski PSBB Sudah Berakhir, Riau Perpanjang Tanggap Darurat Covid-19
  • Kasus Corona Naik Lagi, Korsel Kembali Tutup Sekolah
  • Geger, Pria di Pekanbaru Ditemukan Gantung Diri dalam Rumah Kontrakannya
  • Pemko Pekanbaru Gesa Perwako Penerapan New Normal
  • Kadiskes Meranti Berkoar-koar Anggaran Covid-19 Tidak Cair, Eh...,Ternyata Tak Diurus
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Polda Riau Semprot Disinfektan di Kantor PT RFB
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved