www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Bupati Sukiman Hadiri MPTB BUMDesa Luberti Jaya di Desa Lubuk Bendahara Timur
 
Atap Gedung Ini Unik dan Bisa Bergerak, Biaya Membangunnya Rp 5,66 Triliun
Selasa, 09/04/2019 - 11:18:34 WIB
The Shed
The Shed

LONDON - Inovasi baru datang dari gedung The Shed di kompleks Hudson Yards, London. Bangunan ini dirancang dengan atap yang dapat bergerak untuk membuat sebuah ruang pertunjukan semi terbuka.

Fast Company, Senin (8/4/2019) mengabarkan, bangunan ini dirancang dengan atap atau lebih tepatnya pelapis struktur yang dapat bergerak.

Hal ini memungkinkan halaman di samping bangunan diubah menjadi ruang pertunjukan.

Halaman tersebut dapat diubah menjadi ruang pertunjukan seluas 17.000 meter persegi. Ruangan ini bisa digunakan sebagai tempat konser, pertunjukan dengan skala besar, dan ruang instalasi raksasa.

Bangunan ini didesain oleh Diller Scofio+Renfro (DSR) dan Rockwell Group. The Shed dirancang dengan atap berbentuk U. Uniknya, atap gedung dirancang agar fleksibel sehingga bisa bergerak dan mampu menggandakan ukuran kompleks seni.

The Shed dibangun dengan beragam fungsi yakni museum, galeri terbuka, teater dengan 500 kursi, dan tempat acara.

"Gedung ini dirancang agar fleksibel, cukup fleksibel sehingga dapat berubah ukuran menjadi lebih luas, tergantung kebutuhan," ujar co-founder DSR, Elizabeth Diller seperti dilansir dari Dezeen.

Atap bangunan dibangun di atas roda setinggi 1,8 meter yang dapat bergerak di sepanjang rel kereta api.

Menurut Scott Lomax, kepala senior di perusahaan teknik Thornton Tomasetti, salah satu tantangan terbesar dengan proyek ini adalah bahwa sistem mekanik yang mampu memindahkan struktur atap.

Sistem ini dirancang secara sesederhana mungkin. Untuk menggerakkan atap, para teknisi menciptakan mekanisme yang mirip sistem dalam crane gantry atau kereta gantung kabel.

"Memindahkan atap di sepanjang trek sepanjang 83 meter dengan kecepatan sekitar 402 meter per jam membutuhkan waktu sekitar lima menit, dan menggunakan 180 tenaga kuda," ujar Lomax.

Lomax mengatakan, pengunjung tidak akan melihat sistem mekanik sama sekali karena terletak di atas gedung dan bukannya menyumbat ruang di tanah.

"Di atas kami hanya memiliki roda dan jalan setapak. Ini seperti troli belanja besar yang bergerak bolak-balik." kata Lomax.

Atap bangunan terlihat ringan karena terbuat dari kerangka baja berlapis panel ethylene tetrafluoroethylene (EFTE).

Gedung ini terletak tepat di sebelah struktur tangga berbentuk sarang lebah bernama Vessel.

Meski Vesel dianggap sebagai struktur yang dibangun tanpa tujuan jelas, The Shed berambisi untuk menjadi pusat artistik yang bagi seniman yang di kota ini.

Selain itu, The Shed juga memberikan ruang kolaborasi antar seniman.

Setiap elemen arsitektur dari The Shed dirancang untuk menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi segala jenis seni, baik itu lukisan dan pertunjukan tradisional atau lebih banyak instalasi.

The Shed dibangun dengan beragam fungsi yakni museum, galeri terbuka, teater dengan 500 kursi, dan tempat acara. Sedangkan interior gedung dirancang tanpa kolom sehingga sesuai digunakan untuk pertunjukan.

Sedangkan interior gedung dirancang tanpa kolom sehingga sesuai digunakan untuk pertunjukan. Selain itu, dinding bangunan terbuat dari kaca.

Ketika merancang atap ini, Diller mendapat inspirasi dari bangunan industri serta karya arsitek Cedric Price.

Dari Price, Diller mengambil ide arsitektur sebagai infrastruktur yang juga menginspirasi arsitek Richard Rogers dan Renzo Piano untuk mendesain Centre Pompidou di Paris pada 1977.

Pembangunannya menghabiskan dana sekitar 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 5,66 triliun. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.DIPA 2020 Turun, Anggota DPRD Riau Ini Pesimis Janji Pembangunan Syamsuar Terwujud
(ki-ka) Kepala Adat Desa Aewora, Anton Dalla, Ditektur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya, Group Head East Region, Bambang Parikesit, Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT, Drs Aba Maulaka, Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Untuk Badan Usaha (BAKTI) Kominfo, Dhia Anugrha Febriansa dalam acara peresmian BTS USO di desa Aewora kecamatan Maurule, Kabupaten Ende, NTT, Senin (28/10).   Resmikan Jaringan USO, XL Axiata Dukung Pemerataan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
BPS.Indeks Pembangunan Manusia Riau Naik 0,65 Poin
  Wagubri Edy Natar Nasution saat memberikan kata sambutan.Wagubri Harap Apindo Bisa Bantu Pemerintah dalam Percepatan Pembangunan
Penyerahan penghargaan oleh Corporate Forum For Community Development (CFCD) dalam ajang Indonesian Sustainability Development Goals Award (ISDA) 2019 kepada manager CD PT RAPP.Fokus Terapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, PT RAPP Terima Penghargaan
Bupati Bengkalis foto bersama Menko Bidang KemaritimanBupati Bengkalis Temui Menko Bidang Kemaritiman dan PUPR

 
Berita Lainnya :
  • Bupati Sukiman Hadiri MPTB BUMDesa Luberti Jaya di Desa Lubuk Bendahara Timur
  • Bupati Sukiman Resmikan dan Bantu Rp100 Juta untuk Pembangunan Masjid Al Ghufron Ujung Batu
  • Waspada Virus Corona, Diskes Kepulauan Meranti Lakukan Pemeriksaan di Pelabuhan
  • Buka STQ di Kampung Paluh, Ini Harapan Jamaluddin
  • Pasca Banjir Akhir Tahun 2019, Empat Titik Jalan Lintas Rohul - Duri Rusak Parah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Citimall Dumai Kunjungi Metro Riau Group
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved