PEKANBARU – Video yang memperlihatkan cekcok antara dua anggota DPRD Provinsi Riau, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet, menjadi perhatian luas setelah beredar di media sosial.
Insiden yang terjadi saat rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7/2026), memicu berbagai respons publik.
Rapat yang semula berlangsung membahas agenda anggaran berubah menjadi tegang ketika kedua legislator terlibat adu argumentasi.
Situasi memanas setelah keduanya terlihat saling menunjuk, memukul meja rapat, hingga saling menantang dalam video yang beredar.
Kericuhan tidak berhenti di dalam ruang sidang. Ketegangan merembet ke luar ruangan ketika sejumlah pendukung dari masing-masing pihak terlibat bentrokan.
Seorang petugas keamanan DPRD Riau dilaporkan mengalami luka robek di bagian kepala saat berupaya melerai keributan.
Dalam video yang beredar, kedua anggota dewan terlihat saling menunjuk, memukul meja rapat, hingga saling menantang di tengah jalannya pembahasan anggaran.
Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi sorotan karena terjadi di forum resmi DPRD, tetapi juga karena melibatkan dua politisi senior Partai Golkar yang sama-sama memiliki posisi penting di parlemen Riau.
Parisman Ihwan, Pengusaha yang Melaju Cepat di Dunia Politik
Parisman Ihwan dikenal sebagai salah satu kader Golkar yang karier politiknya berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum terjun ke politik, ia meniti usaha sebagai kontraktor setelah kembali ke Pekanbaru pada 2005.
Perjalanan hidupnya juga diwarnai kisah sederhana. Parisman merupakan putra seorang sopir Bus Gagak Hitam.
Setelah sang ayah meninggal dunia, kondisi ekonomi keluarga sempat sulit hingga ibunya menjadi tulang punggung keluarga.
Ia resmi bergabung dengan Partai Golkar pada 2017. Dua tahun berselang, Parisman berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru pada Pemilu 2019.
Namanya semakin dikenal ketika dipercaya menjabat Ketua Komisi IV DPRD Riau periode 2019–2024.
Pada periode 2024–2029, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau.
Parisman juga sempat masuk dalam bursa calon Wali Kota Pekanbaru pada Pilkada 2024 dan menjadi kandidat Ketua DPD Partai Golkar Riau pada Musda XI 2025, meski jabatan tersebut akhirnya diraih Yulisman.
Jejak jabatan Parisman Ihwan:
- Ketua Komisi IV DPRD Riau (2019–2024).
- Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Riau.
- Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau (2024–2029).
Indra Gunawan Eet, Legislator Senior Berpengalaman
Berbeda dengan Parisman, Indra Gunawan Eet telah lama berkecimpung di dunia legislatif.
Politisi asal Bengkalis itu memulai karier politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis pada 2004 dan bertahan selama tiga periode berturut-turut hingga 2019.
Kariernya kemudian berlanjut ke DPRD Provinsi Riau. Pada periode 2019–2024, Eet dipercaya menduduki jabatan Ketua DPRD Provinsi Riau sebelum kembali terpilih sebagai anggota DPRD Riau untuk masa bakti 2024–2029.
Di bidang pendidikan, Eet memiliki latar akademik yang cukup lengkap, mulai dari STM Muhammadiyah Pekanbaru, Universitas Lancang Kuning (Unilak), Universitas Islam Riau hingga meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari Selangor University, Malaysia.
Selain aktif di parlemen, ia juga memimpin sejumlah organisasi kepemudaan, olahraga, dan kemasyarakatan di Riau.
Jejak jabatan Indra Gunawan Eet:
- Ketua DPRD Provinsi Riau (2019–2024).
- Anggota DPRD Provinsi Riau (2024–2029).
- Sekretaris DPD Partai Golkar Riau.
- Ketua Pengprov Kodrat Riau.
- Ketua BAPERA Provinsi Riau.
Sama-Sama Kader Golkar, Berbeda Jalur Karier
Meski berasal dari partai politik yang sama, perjalanan politik keduanya memiliki karakter yang berbeda.
Parisman Ihwan dikenal sebagai figur yang berangkat dari dunia usaha sebelum masuk ke politik dan mampu menembus jajaran pimpinan DPRD Riau dalam waktu relatif singkat.
Sementara itu, Indra Gunawan Eet membangun karier melalui jenjang legislatif secara bertahap, mulai dari DPRD Kabupaten Bengkalis hingga memimpin DPRD Provinsi Riau.
Pengalaman panjang tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu politisi senior di Riau.
Insiden dalam rapat Banggar ini pun menjadi perhatian publik karena melibatkan dua tokoh dengan pengaruh besar di DPRD Riau.
Meski demikian, substansi perdebatan yang memicu ketegangan masih menunggu penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait.