www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Ingatkan PUPR, Perbaikan Jalan dan Drainase Jangan Asal Kejar Target
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Nama Menhut RJA Dikaitkan dengan Kasus Bupati Kuansing, Ini Respon PSI Riau
Jumat, 03 Juli 2026 - 16:19:26 WIB
Sekretaris DPW PSI Riau, Juandy Hutauruk (kiri) saat bersama Sekjen Raja Juli Antoni (foto/int)
Sekretaris DPW PSI Riau, Juandy Hutauruk (kiri) saat bersama Sekjen Raja Juli Antoni (foto/int)

PEKANBARU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Riau menegaskan tidak ada indikasi yang menunjukkan keterlibatan Menteri Kehutanan sekaligus Sekretaris Jenderal DPP PSI, Raja Juli Antoni, dalam penyidikan dugaan korupsi yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby.

Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing. Belakangan, perkara itu berkembang dengan munculnya isu dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), sehingga nama Raja Juli Antoni ikut dikaitkan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPW PSI Riau, Juandy Hutauruk, meminta publik membedakan perkara dugaan suap jabatan yang sedang ditangani KPK dengan mekanisme administratif pengajuan pelepasan kawasan hutan.

Menurut Juandy, pengajuan pelepasan kawasan hutan merupakan prosedur yang lazim dilakukan pemerintah daerah dan rekomendasi dari kepala daerah tidak serta-merta berarti Menteri Kehutanan telah menyetujui permohonan tersebut.

"Bupati memberikan rekomendasi agar kawasan itu dilepaskan, tetapi Menteri Kehutanan belum melaksanakan pelepasannya. Itu dua hal yang berbeda. Publik harus melihat persoalan ini secara jelas karena permohonan seperti itu juga diajukan oleh banyak kepala daerah di Indonesia," ujar Juandy, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, proses pelepasan kawasan hutan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga sehingga tidak bergantung pada keputusan satu pihak. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika Raja Juli Antoni dikaitkan dengan perkara tersebut hanya karena adanya pertemuan atau dokumentasi bersama Bupati Kuansing.

"Yang paling penting, pelepasan kawasan hutan itu terintegrasi dengan seluruh departemen, contohnya Kejaksaan. Kalau memang ada indikasi yang menyalah, maka sudah duluan kejaksaan yang akan eksekusi karena by sistem terintegrasi," tegasnya.

Juandy juga menilai kasus yang sedang ditangani KPK merupakan persoalan berbeda, yakni dugaan suap dalam proses pengisian jabatan Sekda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.

"Maka, dugaan kasus yang terjadi saat ini adalah dua hal berbeda, dimana yang di OTT KPK adalah persoalan internal di Pemkab Kuansing di mana Sekda memberikan suap kepada Bupati," katanya.

Ia pun mendorong KPK untuk menelusuri lebih jauh asal-usul dana yang diduga digunakan dalam praktik suap tersebut.

"Lantas seharusnya KPK ini meneliti, kalau Sekda bisa memberikan uang kepada Bupati, Sekda nya dapat uang dari mana, harusnya Sekda nya yang dikebut," tegasnya.

Selain itu, Juandy mengatakan Raja Juli Antoni menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan siap bersikap kooperatif apabila diminta memberikan keterangan oleh penyidik KPK.

"Ini sejalan dengan penegakan hukum," tukasnya.

Sebelumnya, Raja Juli Antoni juga telah menyatakan kesiapannya memenuhi panggilan KPK apabila keterangannya dibutuhkan dalam penyidikan dugaan suap terkait pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kuantan Singingi. Ia menegaskan akan bersikap kooperatif sebagai bentuk penghormatan terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, H Roni Amriel, MH (foto/int)DPRD Pekanbaru Ingatkan PUPR, Perbaikan Jalan dan Drainase Jangan Asal Kejar Target
BYD Atto 1.Atto 1 Jadi Andalan, Penjualan BYD di Indonesia Capai 46.700 Unit
Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edwar Riansyah (foto/int)PUPR Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, Sisa 12 Km Ditargetkan Rampung Desember
Ilustrasi Dumai dan Inhu terbanyak (foto/int)Hotspot di Sumatra Capai 280, Riau Terdeteksi 9 Titik Tersebar di Lima Wilayah
Ditutup Wabup Hendrizal, Inhu Expo 2026 hadirkan hiburan hingga pembagian doorprize (foto/ist)Inhu Expo 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Warga Meriahkan Malam Penutupan di RTH Rengat
  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Marc dan Alex Marquez berjaya di Sepang, Malaysia (foto/Sc IG MotoGP)Marc Marquez Juara MotoGP Malaysia 2026, Pedro dan Alex Lengkapi Podium
Bambang Prayetno menyampaikan kata sambutan usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Dumai Periode 2026-2029 pada Konferkot PWI Dumai (foto/ist)Wawako Sugiyarto Buka Konferkot PWI Dumai, Bambang Kembali Terpilih Aklamasi
PWA Riau gelar diskusi parenting, orang tua diajak kenali minat dan bakat anak sejak dini (foto/ist)PWA Riau dan Umri Kolaborasi, Bahas Pentingnya Kesehatan dalam Pembangan Potensi Anak
Polisi tangkap seorang DPO Curat dana ATM yang viral di Ukui (foto/Andy)Seorang DPO Curat Dana ATM Viral Diciduk Tim Polsek Ukui di Medan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved