www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
3 Rekomendasi AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Ruangan Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Tak Perlu Sampai Jual Ginjal, Marwan Yohanis Beberkan Strategi Agar Caleg Menang
Senin, 22 Januari 2024 - 11:34:48 WIB
Marwan Yohanis (kiri) saat dirangkul Prabowo Subianto. Marwan percaya caleg tak perlu sampai keluar uang banyak demi memenangkan Pemilu (foto:ist)
Marwan Yohanis (kiri) saat dirangkul Prabowo Subianto. Marwan percaya caleg tak perlu sampai keluar uang banyak demi memenangkan Pemilu (foto:ist)

PEKANBARU - Politikus senior Riau, Marwan Yohanis, turut menanggapi viralnya kisah seorang calon legislatif (caleg) di Bondowoso yang nekat menjual ginjal untuk biaya kampanye.

Marwan yang pernah dipercaya Prabowo Subianto menjadi Ketua DPD Gerindra Riau tahun 2010-2016 itu percaya bahwa seseorang tak perlu sampai mengorbankan tubuhnya sendiri hanya demi nyaleg.

"Kalau orang sampai melakukan sesuatu di luar kewajaran, itu menurut saya tidaklah patut dilakukan. Apalagi sampai mengorbankan organ tubuh kita sendiri. Karena kalau dikaitkan dengan biaya, apakah memang begitu besar biaya politik? Saya rasa tidak," kata dia saat dihubungi, Senin (22/1/2024).

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Kuansing dan anggota DPRD Riau dua periode itu menyebut bahwa ada dua hal utama yang perlu disiapkan caleg.

Apabila dua cara utama itu tidak bisa dilakukan, maka uang menjadi pilihan terakhir.

"Saya selalu sampaikan orang memilih kita itu didorong oleh tiga hal, ini skopnya Indonesia, ya. Pertama adanya hubungan emosional. Inilah yang akan menentukan pilihan pertama orang jatuhnya pada kita," ujarnya.

Hubungan emosional, jelas Marwan, bisa diakibatkan oleh beberapa hal seperti adanya hubungan kekeluargaan, kedaerahan, keagamaan hingga hubungan yang terbangun karena si caleg memang sudah lama berkomunikasi dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

"Hubungan ini juga bisa terbentuk begitu saja tergantung bagaimana cara kita bersikap sehari-hari dengan masyarakat. Kalau hubungan emosional itu terbangun insya Allah menjadi alternatif pertama pilihan masyarakat kita. Makanya orang sering kadang berkampanye itu menjual isu kedaerahan, menjual isu sentimen agama dan lainnya, karena itu juga membangun hubungan emosional," paparnya.

Faktor kedua masyarakat memilih caleg, lanjut Marwan, adalah karena popularitas.

Faktor kedua ini akan menguntungkan apabila si caleg memang dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial dan melibatkan dirinya secara langsung di tengah-tengah masyarakat.

"Contoh, kalau di Kuansing ini lagi musim pacu jalur. Mungkin dengan hadir membantu jalur, mengadakan turnamen, jadi panitia turnamen. Ada orang kegiatan gotong royong, yasinan atau apapun kegiatan di masyarakat, kita hadir tanpa membedakan suku, agama atau golongan manapun. Kita bangun itu dan akhirnya kita akan dikenal," ujarnya.

Hal ketiga sekaligus terakhir yang dibutuhkan caleg untuk berkampanye, menurut Marwan, barulah uang.

Uang ini pun dikeluarkan karena si caleg tidak memiliki dua hal utama tadi yaitu hubungan emosional dan kedekatan dengan masyarakat.

"Kita yang menyediakan uang karena ingin dikenal. Bikin acaralah sebesar-besarnya jelang pemilu, bikin baliholah sebanyak-banyaknya jelang pemilu. Karena apa? Karena kita muncul memang hanya saat mau pemilu. Sementara orang lain mungkin sudah bergerilya sejak lima tahun yang lalu," sebutnya.

Semakin tidak dikenal seorang caleg, tambah Marwan, maka akan semakin sulit ia untuk memenangkan hati masyarakat dan terpaksa menggunakan uang sebagai cara terakhir.

"Jadi kenapa ongkos politik itu sampai banyak, karena memang hanya ketika mau nyaleg saja baru turun, makanya seperti itu," pungkasnya.

Penulis: Rinai
Editor: Satria



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Polytron.3 Rekomendasi AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Ruangan Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Korban yang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kampar ditemukan meninggal (foto/int)Korban Jatuh di Sungai Kampar Ditemukan Sejauh 5,4 Km dari Lokasi Awal
Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Provinsi Riau (AMPHR) mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Rabu (15/7/2026).AMPHR Desak Kemenag Riau Evaluasi Total MAN 1 Pekanbaru, Minta Kepala Sekolah Dicopot Jika Dugaan Pungutan Terbukti
Ilustrasi Riau masih rawan Karhutla (foto/ist)Riau Terdeteksi 28 Hotspot, Bengkalis Terbanyak
Suzuki XL7.Black Sporty Jadi Senjata Baru Suzuki New XL7 Alpha Hybrid, Tampil Lebih Modern dan Elegan
  Pemprov Riau-Komnas HAM membahas sengketa lahan Rohul dan Kampar (foto/int)Pemprov Riau-Komnas HAM Fokus Penanganan Sengketa Lahan di Rohul dan Kampar
Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar (foto/int)Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Pemko Pekanbaru Mantapkan Langkah Jadi Green City
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru bertahan tinggi (foto/int)Cek Harga Emas Antam Hari Ini di Pekanbaru
Ilustrasi waspada hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Riau (foto/int)Sebagian Besar Riau Berpotensi Diguyur Hujan, Ini Peringatan BMKG
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.Penyegaran Birokrasi Dimulai, Agung Nugroho Lantik 16 Pejabat Baru di Lingkungan Pemko Pekanbaru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved