www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Trending Jokowi Dirangkul Presiden AS Joe Biden di KTT G7 Jerman, Netizen Bilang Ini
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Aksi PP Menuntut Syamsuar Diperiksa Terkait Korupsi Disebut Memaksakan Kehendak
Minggu, 05 Juni 2022 - 07:10:42 WIB
Aksi di Kejati Riau menuntut Syamsuar diperiksa terkait korupsi dana hibah Kabupaten Siak tahun 2011-2019.
Aksi di Kejati Riau menuntut Syamsuar diperiksa terkait korupsi dana hibah Kabupaten Siak tahun 2011-2019.

PEKANBARU - Pengamat politik dari Universitas Riau Saiman Pakpahan menilai aksi Pemuda Pancasila (PP) mendesak jaksa memeriksa Gubernur Riau Syamsuar terkait kasus korupsi dana hibah Kabupaten Siak tahun 2014-2019, sebagai bentuk pemaksaan kehendak dan memiliki kepentingan politik.

"Kuat dugaan arahnya ke kekuasaan. Ketika kekuasaan tak bisa direbut dalam waktu dekat dengan memasukkan Syamsuar ke penjara, paling tidak citranya diburukkan. Isu bansos itu kan sudah beberapa tahun lalu mereka jadikan alat bargaining, dan alat untuk melemahkan Syamsuar. Bagi kita pegiat demokrasi melihatnya sebagai jalan receh yang ditempuh ormas itu," ujar Saiman saat dihubungi, Sabtu (4/6/2022).

Menurut Saiman, hal ini mencerminkan kultur politik yang tak terbangun demokratis. Dimana kelompok politik memakai alat kasus untuk mencapai kepentingannya ketika tak memungkinkan berkuasa melalui jalur demokrasi.

"Jadi, soal hukum jadi alat bagi penggiat politik untuk mencapai kepentingannya. Begitulah kasus demo kemarin. Kalau kita mau jujur terhadap penegakan hukum, kenapa ini terus yang dihajar?," ujar dia.

Kelompok politik ini, kata Saiman, tampak hendak memaksakan kehendak lantaran dalam proses hukum kasus tersebut yang sudah berlangsung dua tahun belakangan jaksa tak memanggil Syamsuar untuk diperiksa. Menurutnya, PP sebenarnya bisa menanyakan langsung perkembangan kasus itu ke kejaksaan tanpa harus melakukan serangkaian aksi yang malah makin menambah buruk citra PP yang selama ini dikenal sebagai organisasi preman.

"Jangan sampai demi kepentingan kelompok yang dikorbankan program pembangunan. Itu yang kita sayangkan. Kalau mau berdemokrasi yang baik-baik saja. Jadikanlah ormas alat untuk mengedukasi masyarakat, jangan jadi interest group atau pressure group yang kerjanya menakut-nakuti mereka yang berkuasa," kata pengajar di FISIP Unri ini.

Di sisi lain, Saiman menilai aksi itu membuka jalan keuntungan bagi lawan-lawan politik ataupun kelompok oposisi di tengah popularitas Syamsuar sebagai gubernur. Sebab, Syamsuar digadang-gadang bakal maju sebagai calon petahana pada Pemilihan Gubernur Riau 2024 mendatang.

Sebelumnya, Pemuda Pancasila bersama seribuan massa lainnya menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (31/5/2022) lalu menuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memeriksa Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar atas kasus dugaan korupsi dana hibah Kabupaten Siak tahun 2011-2019 saat menjabat Bupati Siak.

Menurut catatan Halloriau.com, aksi unjuk rasa dengan tuntutan yang sama bukan kali pertama. Tahun lalu tepatnya Rabu (2/6/2021), sekelompok massa juga menggelar aksi di depan Kejati Riau sembari membawa spanduk bertuliskan "Tangkap Gubernur Drakula" dan "Sekda Dipenjara, Raja Tega Tertawa".

Kemudian pada aksi kemarin, terlihat beberapa orang membentangkan spanduk bertuliskan "Di Duga Raja Korupsi" dengan foto Syamsuar terpampang besar. Dalam aksi ini tuntutan massa masih sama, yaitu mendesak Kejati Riau memeriksa Syamsuar terkait dugaan terlibat dalam kasus serupa.

Penulis: Rico Mardianto
Editor: Satria


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Presiden Jokowi dirangkul Presiden Amerika, Joe Biden saat konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 di Jerman viral (foto/int)Trending Jokowi Dirangkul Presiden AS Joe Biden di KTT G7 Jerman, Netizen Bilang Ini
Viral seorang laki-laki mirip Presiden Jokowi sedang santai makan mie ayam (foto/int)Viral Laki-laki Mirip Presiden Jokowi Santai Makan Mie Ayam, Netizen Langsung Sebut Begini
Satlantas Polres Dumai telah tilang 820 pengendara selama Operasi Patuh Lancang Kuning 2022  (foto/bam)820 Pengendara Kena Tilang Selama Ops Patuh Lancang Kuning 2022 di Dumai, Terbanyak Tak Pakai Helm SNI
Polemik status Plt Sekwan DPRD Provinsi Riau berimbas pada dana operasional DPRD yang tak kunjung cair (foto/ilustrasi)Dana Operasional Tak Kunjung Cair, Gubernur Riau dan Pimpinan DPRD Harus Segera Tuntaskan Polemik Plt Sekwan
Sakit, 2 JCH Kloter 8 Batam Dirawat
  Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan pegawai Bank Riau Kepri di Cabang Syariah Pekanbaru jadi tersangka (foto/ilustrasi)Tilap Duit Nasabah Hingga Rp5 Miliar, Pegawai BRK Cabang Syariah Pekanbaru Jadi Tersangka
BMKG prediksi hujan masih akan terjadi dan berpotensi disertai angin kencang di Riau (foto/ilustrasi)Riau Masih Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang untuk Daerah Ini
Sempat disebut menderita meningitis, Sarwendah berikan info penyakit dan kondisi Ruben Onsu sekarang (foto/int)Sarwendah Beri Kabar Terkini Ruben Onsu, Penyakitnya Mirip Olga Syahputra dan Ashanty?
Menag Yaqut Cholil sarankan wilayah yang mewabah penyakit PMK agar melakukan penyembelihan kurban di RPH (foto/ilustrasi)Wabah PMK, Menteri Agama Sarankan Penyembelihan Kurban di Rumah Potong Hewan
ilustrasiCatat! Mulai 1 Juli, Beli Pertalite Wajib Daftar Dulu
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penandatanganan MoU dan Penghargaan Desa Bebas Api Asian Agri
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved