www.halloriau.com
Politik
BREAKING NEWS :
Libur Cuti Bersama, Sekda Kepulauan Meranti Imbau ASN Tak Keluar Daerah
 
Golkar Siapkan Sanksi untuk 4 Kader yang Maju pada Pilkada Serentak 2020 di Riau dengan Partai Lain
Sabtu, 05 September 2020 - 06:32:37 WIB
ilustrasi
ilustrasi

PEKANBARU - DPP Partai Golkar akan menyiapkan sanksi untuk Kader mereka yang memilih untuk maju di Pilkada menggunakan perahu partai lain.

Setelah pendaftaran di KPU maka proses pemberian sanksi akan diberikan langsung.

Demikian dikatakan Wakil Koordinator Wilayah Riau DPP Partai Golkar Saud Marganda, menurutnya sanksi diberikan setelah proses pendaftaran.

"Kader yang tidak mendukung Partai Golkar itu akan diberi sanksi oleh Ketua, pemberian sanksi akan dilakukan setelah pendaftaran nanti,"ujar Saud Marganda.

Menurut Saud Marganda ada empat kader Partai Golkar yang akan siap disanksi karena maju dengan partai lain, mulai dari Nasarudin di Pelalawan maju dengan PDI Perjuangan dan PKB.

Kemudian Supriati di Inhu maju menggunakan PDI Perjuangan, Demokrat, PAN dan Perindo, Indra Putra di Kuansing maju dengan PPP, Nasdem dan PKB.

Sedangkan yang terakhir kader Partai Golkar yang maju dengan partai lain adalah Afrizal Sintong, maju di Rohil dengan partai PKB, Nasdem dan Berkarya.

"Afrizal Sintong mantan anggota Dewan dari Partai Golkar, dan tiga lainnya masih aktif sebagai Kader partai Partai Golkar bahkan sebagian masih pengurus dalam struktur partai Partai Golkar,"ujar Saud Marganda.

Saat ditanya apa sanksi yang akan diberikan kepada kader Partai Golkar yang maju menggunakan partai lain tersebut, Saud Marganda mengatakan sanksi masih bervariasi tergantung keputusan dari DPP.

"Intinya bermacam-macam, bisa dikeluarkan dari pengurus dan bahkan dikeluarkan dari kader Partai Golkar, tergantung penilaian dari DPP nanti,"ujarnya.

Sementara semua Kader Partai Golkar yang maju menggunakan partai lain tersebut mengaku siap menerima sanksi dari partai mereka sebelumnya.

"Saya siap menerim sanksi dari partai, karena yang maju juga banyak Kader dari Partai Golkar, yang penting saya tidak bawa nama partai saat maju,"ujar Calon wakil Bupati Inhu Supriati.

Hal serupa juga dikatakan Nasarudin yang siap menerima sanksi dari partai Partai Golkar, begitu juga Indra Putra yang maju di Kuansing.

Partai Golkar Pilih Istri Bupati, Kader Partai Golkar Supriati Diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Inhu 2020

Kader Partai Partai Golkar Supriati memastikan maju di Pilkada Indragiri Hulu dengan partai lain alias bukan Partai Partai Golkar.

Menurutnya hal yang biasa kader Partai Golkar maju di Pilkada dengan gunakan partai lain, karena banyak juga kader lain sama dengan yang dilakukannya di Partai Golkar.

"Saya kader Partai Golkar dan anggota DPRD dua periode dan ketua fraksi Partai Golkar, saya maju dengan partai lain, menurut saya itu dilakukan kader lain juga di Partai Golkar, asal jangan membawa nama partai,"ujar Supriati, Rabu (2/9/2020), seperti yang dilansir dari tribun.

Menurut Supriati, dia maju dengan PDI Perjuangan, Demokrat dan PAN serta Perindo di Pilkada Inhu, sebelumnya sudah melapor juga dengan Ketua DPD I Partai Golkar Riau Syamsuar.

"Saya sudah melapor melalui Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Ikhsan untuk menyampaikan kepada pak Syamsuar untuk maju di Pilkada Inhu 2020,"ujar Supriati.

Bahkan sebelumnya, Supriati juga sudah mencoba menemui Ketua DPD I Partai Golkar Riau Syamsuar untuk izin maju di Pilkada Inhu, namun saat itu Syamsuar tidak mau ditemui.

"Saya sudah berusaha menemui pak Syamsuar untuk izin, tapi saat itu dia tidak bersedia ditemui karena saat itu sibuk mau pelantikan eselon II,"ujar Supriati.
Golkar Pilih Istri Bupati, Kader Golkar Supriati Diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Inhu 2020.

Supriati juga siap menerima konsekuensi yang diterima dari partai atas tindakannya maju di Pilkada menggunakan perahu lain selain Partai Golkar.

"Saya siap untuk menerima sanksi apapun dari partai,"ujarnya.

Sebagaimana diketahui sampai saat ini setidaknya ada empat kader Partai Golkar yang akan memastikan maju menggunakan partai lain selain Partai Golkar, empat orang tersebut yakni Nasarudin di Pilkada Pelalawan, Supriati di Pilkada Inhu dan Syarifah di Pilkada Kota Dumai dan Gumpita di Pilkada Kuansing.

Jenderal Bintang Dua Maju pada Pilkada Inhu 2020

Pasangan Irjen Pol (Purn) Wahyu Adi-Supriati sudah siap untuk berlayar di Pilkada Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Pasangan ini sudah diusung empat partai politik dan 12 kursi di DPRD.

Wahyu Adi yakin bisa meraih suara dengan maksimal di Pilkada Inhu.

Hal ini ditegaskan Wahyu Adi usai menerima SK dukungan dari PDI Perjuangan di kantor PDI Perjuangan Rabu (2/9/2020).

Menurutnya semua lawan yang ikut bertarung di Pilkada adalah kuat.

"Namun kami yakin sesuai dengan tagline kami hebat dan Juara, sehingga kami bisa jadi juara,"ujar Wahyu Adi.

Wahyu Adi yang berpangkat terakhir bintang dua di Kepolisian itu mengaku maju sebagai Calon Bupati karena memiliki visi yang jelas untuk membangun Kabupaten Inhu agar lebih hebat dan juara.

Saat ditanya alasannya hanya maju sebagai Calon Bupati padahal sudah berpangkat Irjen Pol, Wahyu Adi hanya mengatakan jika maju sebagai calon merupakan hak siapapun sebagai warga negara.

"Saya sudah purnawirawan dan todak ada larangan kan saya maju sebagai calon Bupati,"ujar Wahyu Adi.

Menurut Wahyu Adi untuk hal yang akan dibawanya nanti ke Inhu menurutnya sederhana karena ingin menjadikan Inhu sebagai Kabupaten Hebat dan Juara.

Tantang Istri Bupati, PDI Perjuangan Usung Wahyu-Supriati pada Pilkada Inhu

PDI Perjuangan resmi mengusung pasangan Irjen Pol (Purn) Wahyu Adi-Supriati untuk maju di Pilkada Kabupaten Indragiri Hulu 2020 - 2025.

Penetapan ini langsung diumumkan DPP melalui virtual.

Sedangkan SK Dukungan diserahkan ketua DPD PDI Perjuangan Riau Zukri Misran di kantor DPD PDI Perjuangan Riau Kamis (2/9/2020).
Tantang Istri Bupati, PDI Perjuangan Usung Wahyu-Supriati pada Pilkada Inhu, Timsesnya Wakil Bupati.

Ketua DPD PDI Perjuangan Riau Zukri Misran mengatakan PDI Perjuangan sudah menetapkan calon untuk maju di Pilkada Inhu karena pertimbangan pasangan ini mampu dan memiliki kapabilitas.

"Jadi pertimbangannya karena dianggap punya kapabilitas untuk mampu memperbaiki Inhu,"ujar Zukri Misran.

Menurut Zukri Misran pasangan Wahyu Adi-Supriati sangat tepat dengan masyarakat Inhu yang heterogen, karena masuk kepada semua etnis di sana.

"Untuk ketua tim pemenangannya nanti tentu kami percayakan kepada pak Wakil Bupati Inhu Khairizal,"ujar Zukri.

Menurutnya pasangan ini bisa meraih kemenangan di Pilkada Inhu nantinya.

Istri Bupati Inhu Kantongi SK Dukungan Partai Golkar dan Nasdem

Sementara itu, bakal pasangan calon (Bapaslon) Rezita Meylani-Junaidi Rachmat (Rajut) dipastikan maju melalui jalur partai politik (Parpol) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2020.

Hal ini dipastikan setelah Bapaslon Rajut menerima SK Dukungan dalam bentuk dokumen B1-KWK dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Partai Golkar.

Dokumen tersebut diterima langsung oleh Bakal Calon Bupati Inhu, Rezita Meylani di Kantor DPP Partai Partai Golkar di Jakarta pada Senin (31/8/2020).

Sunardi Ibrahim, Sekretaris DPD II Partai Golkar Inhu, Sunardi Ibrahim yang turut mendampingi Rezita Meylani saat menerima dokumen B1-KWK dari DPP Partai Partai Golkar menyampaikan bahwa dokumen B1-KWK tersebut merupakan salah satu syarat untuk pendaftaran menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Inhu.

"Tadi siang kita sudah menerima B1-KWK dari DPP Partai Partai Golkar sebagai salah satu syarat untuk pendaftaran pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Inhu," katanya.

Sunardi menyampaikan sebelumnya Bapaslon Rajut juga sudah menandatangani pernyataan akan maju melalui jalur partai.

"Karena itu saya mengajak seluruh kader dan simpatisan Partai Partai Golkar untuk memenangkan Rajut pada Pilkada Inhu tahun 2020," katanya.
Istri Bupati Inhu Kantongi SK Dukungan Golkar dan Nasdem, Batal Maju Jalur Perseorangan pada Pilkada.

Selain menerima dokumen B1-KWK dari DPP Partai Partai Golkar, Bapaslon Rajut juga sudah menerima dokumen B1-KWK dari DPP Partai Nasdem.

Hal ini dipastikan melalui konfirmasi dengan Ketua LO Rajut, Langga Keristian.

"Dokumen B1-KWK dari DPP Partai Nasdem kita terima pada tanggal 16 Juli 2020 lalu," kata Langga.

Langga juga mengaskan bahwa Bapaslon Rajut melaju dari jalur Parpol.

"Kita dari tim LO yang sebelumnya sudah dibentuk juga siap untuk memenangkan dan akan bekerjasama dengan tim pemenangan dan tim kampanye dari Parpol," katanya.

Langga juga melanjutkan bahwa pada saat proses perseorangan sebelumnya Bapaslon Rajut sudah mengantongi dukungan sebanyak 30.782 dukungan.

Dirinya berterimakasih juga kepada seluruh elemen masyarakat Inhu dan tim yang telah memberikan dukungan kepada Bapaslon Rajut.

"Kita sudah bekerja, mari bersama-sama mengawal dukungan yang sudah diberikan dan diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi dari jumlah dukungan yang ada," ujarnya.

Maka dengan gabungan Parpol pengusung, yakni Partai Golkar dan Nasdem pada Pilkada Inhu 2020, Bapaslon Rajut sudah mendapat dukungan sembilan kursi dari DRPD Inhu, yakni enam kursi Partai Partai Golkar dan tiga kursi dari Partai Nasdem.

Langga juga menyampaikan kemungkinan jumlah Parpol pengusung bisa bertambah sebelum masa pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu nantinya. *

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiPelanggaran Protokol Kesehatan di Kampanye Pilkada Riau Dinilai Minim
IlustrasiRohil Terbesar, Berikut DPT Pilkada Serentak 9 Daerah di Riau
Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan12 Hari Kampanye Pilkada, Bawaslu Riau Catat 449 Pertemuan, Dua Terpaksa Dibubarkan
  Sykuran HUT ke-56 Partai Golkar diselenggarakan secara virtual.Ikuti Syukuran HUT ke-56 Partai Golkar Secara Virtual, DPD Riau Berharap Menang di Pilkada
Bawaslu.Bawaslu Riau Proses 23 Pelanggaran Kampanye Pilkada 2020
Baliho dan spanduk yang menyalahi aturan ditertibakan Bawaslu.Bawaslu Riau Tertibkan 11.890 Spanduk dan Baliho Paslon Salahi Aturan, Terbanyak di Rohul

BERITA LAINNYA    
Sekda Kepulauan Meranti, Dr H Kamsol.Libur Cuti Bersama, Sekda Kepulauan Meranti Imbau ASN Tak Keluar Daerah
Kolase penangkapan kurir narkoba yang ternyata oknum polisi.Sejak Awal Tahun, 113 Polisi Dipecat, Kebanyakan karena Narkoba
Pjs Bupati sidak di pasar.Sidak ke Pasar Palika, Rudyanto Sebut Kesadaran Masyarakat Mulai Baik
  IlustrasiDari 294 Kasus Baru Covid-19 Riau Hari Ini, Pekanbaru Sumbang 121
Atlet Takraw Bengkalis.

Atlet takraw Kabupaten Bengkalis yang mengikuti PPLP.PSTI Bengkalis Kirim 8 Atletnya Ikuti PPLP

KetuaTP PKK Provinsi Riau dan Ketua TP PKK Dumai Ikut Membatik Bersama Pembatik Bandar Bakau Dumai.Ketua TP PKK Provinsi Riau Ikut Membatik Bersama Pembatik Bandar Bakau Dumai
Komentar Anda :

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Potret Lensa
Alfedri Tetima SK Dukungan dari PKB
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved