PEKANBARU - Prof. Ahmad Fadli, ST, MT, Ph.D., resmi terpilih sebagai calon rektor dengan perolehan suara tertinggi dalam pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030. Dekan Fakultas Teknik Unri tersebut mengusung delapan strategi untuk memperkuat reputasi akademik, mempercepat hilirisasi riset, hingga mendorong transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
Ahmad Fadli unggul dalam pemungutan suara yang digelar melalui Rapat Senat Tertutup bersama perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Ruang Indragiri, Gedung Rektorat Kampus Bina Widya, Panam, Pekanbaru, Selasa (13/10/2026).
Dalam pemilihan tersebut, Ahmad Fadli memperoleh 53 suara, disusul Dr. Mexsasai Indra dengan 29 suara dan Prof. Dr. Jimmi Copriady dengan 12 suara.
Dikutip dari unri.ac.id, kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Ahmad Fadli untuk melanjutkan kepemimpinan Unri periode mendatang. Ia akan diusulkan kepada menteri terkait untuk proses penetapan dan pelantikan sebagai rektor periode 2026–2030, menggantikan Prof. Dr. Sri Indarti, SE, MSi.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Panpilrek) Unri, Dr. M. Rasuli, SE, MSi, Ak, CA, ACPA, mengatakan seluruh tahapan pemilihan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Usai pemilihan, Ahmad Fadli menegaskan bahwa hasil tersebut bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk memperkuat kebersamaan dalam memajukan perguruan tinggi negeri terbesar di Riau tersebut.
“Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh sivitas akademika Unri. Saatnya kita bersatu membangun Unri yang lebih unggul dan berdampak,” ujar Ahmad Fadli.
Sebelumnya saat mendaftar sebagai calon rektor, profesor di bidang teknik itu menawarkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat daya saing Unri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu fokus utamanya adalah mempercepat reputasi akademik melalui riset berdampak tinggi dan peningkatan publikasi internasional.
Ia juga mendorong hilirisasi hasil penelitian melalui UNRI-RIC Hub yang dirancang sebagai pusat komersialisasi inovasi kampus. Melalui strategi ini, riset perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Di bidang teknologi, Ahmad Fadli menawarkan transformasi digital melalui konsep Smart and Integrated University serta UNRI-SDC 5.0 berbasis kecerdasan buatan. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat integrasi sistem dan meningkatkan efektivitas tata kelola perguruan tinggi.
Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui program UNRI-DPAP untuk percepatan pendidikan doktor serta UNRI-GRAP guna memperluas jejaring global.
Selain itu, ia menargetkan tata kelola kampus yang lebih profesional melalui penerapan meritokrasi, transparansi sistem data, dan prinsip keberlanjutan. Kolaborasi lintas fakultas serta penguatan kerja sama nasional dan internasional juga menjadi bagian dari agenda kepemimpinannya.
Pada sektor pendidikan, Ahmad Fadli ingin mengembangkan pendidikan vokasi yang unggul dan memperluas mobilitas internasional mahasiswa. Sementara itu, persoalan mendasar perguruan tinggi negeri berbadan layanan umum (PTN-BLU), khususnya terkait manajerial, infrastruktur, dan kemandirian pendanaan, juga masuk dalam prioritas yang ingin diselesaikan.
Ahmad Fadli menegaskan, seluruh strategi tersebut dirancang untuk membawa Unri semakin kompetitif di tingkat global tanpa melepaskan identitas lokal dan kebutuhan masyarakat Riau.
Ia menekankan bahwa upaya memajukan kampus harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh sivitas akademika dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Dengan agenda tersebut, kepemimpinan Ahmad Fadli diharapkan dapat menjadi momentum bagi Unri untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas riset, serta memperluas dampak nyata perguruan tinggi bagi masyarakat Riau dan Indonesia.