PEKANBARU — Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa tantangan baru bagi dunia komunikasi. Di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu kebenarannya, mahasiswa dituntut tidak hanya mampu mengolah data, tetapi juga menjadikannya dasar dalam mengambil keputusan dan menentukan aksi.
Itu disampaikan Co-founder & CEO NoLimit Indonesia, Aqsath Rasyid Naradhipa saat menjadi narasumber dalam Kuliah Tamu yang ditaja Program Studi S2 Magister Media dan Komunikasi (Medkom) UIN Suska Riau, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teater Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Suska Riau tersebut dibuka Dekan FDIK Prof. Masduki. Turut hadir Ketua Program Studi S2 Magister Media dan Komunikasi Dr. Tika Mutia, Ketua Program Studi PMI Dr. Yefni, para dosen serta civitas akademika FDIK UIN Suska Riau.
Di hadapan mahasiswa S2 Medkom dan S1 Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Aqsath memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah produksi informasi yang semakin masif. Menurutnya, kemampuan membaca dan mengolah data menjadi hal penting agar informasi tidak berhenti sebatas angka atau fakta, tetapi dapat menghasilkan keputusan dan tindakan yang tepat.
“Peran teman-teman dimasa depan adalah bagaimana mengubah data menjadi sebuah keputusan dan aksi, dan ini strategi. Harapannya teman lulus dari UIN punya mindset itu,” ungkapnya.
Pria yang merupakan lulusan S3 Manajemen Pemasaran dari Universitas Indonesia itu juga mengingatkan mahasiswa agar menyikapi perkembangan AI secara bijak. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak semestinya dihadapi dengan sikap anti terhadap perubahan, namun AI harus ditempatkan sebagai alat bantu.
Mahasiswa, kata dia, tetap harus memiliki kendali dan otoritas dalam menggunakan teknologi tersebut sehingga tidak justru bergantung sepenuhnya kepada mesin
“Kita sebagai mahasiswa tentu tidak bisa anti kemajuan teknologi, AI dijadikan alat bantu dan kita harus tetap jadi Authority -nya, yang pada akhirnya rasa digantikan oleh mesin atau AI,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Media dan Komunikasi FDIK UIN Suska Riau, Dr. Tika Mutia, mengatakan perkembangan dunia komunikasi saat ini berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut membuat pembahasan akademik perlu berjalan beriringan dengan perkembangan industri dan dinamika media digital.
“Dunia komunikasi masa kini berkembang sangat pesat per detik. Pembahasan akademik tidak lagi cukup jika berdiri sendiri tanpa bersinergi dengan realitas industri dan dinamika media digital. Oleh karena itu, kehadiran Dr Aqsath Rasyid Naradhipa sebagai praktisi dan pemimpin di NoLimit Indonesia, yakni sebuah perusahaan teknologi komunikasi yg fokus kepada online media monitoring menjadi momen yang sangat berharga bagi kita semua.”
Menurut Tika, kuliah tamu tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan industri komunikasi digital sekaligus memahami kebutuhan dunia profesional.
“Kami berharap, melalui kuliah tamu ini, para mahasiswa magister media dan komunikasi UIN Suska Riau tidak hanya memahami teori-teori media dan komunikasi secara komprehensif, tetapi juga mampu membaca peta kebutuhan industri, tren analisis big data komunikasi, serta peluang karier maupun profesionalisme di era digital saat ini.”
Kuliah tamu tersebut menjadi ruang pertemuan antara perspektif akademik dan pengalaman praktis industri teknologi komunikasi. Kehadiran praktisi di lingkungan kampus diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan data, media monitoring, perkembangan AI, serta tantangan komunikasi di tengah perubahan ekosistem digital yang berlangsung cepat.