PEKANBARU – Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Pengurus Daerah (Pengda) Riau menggelar Workshop dan Bedah Jurnal Ilmiah: Strategi Peningkatan Peringkat Akreditasi dan Indeksasi Global di Menara Poltekkes Kemenkes Riau, Pekanbaru, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Riau menjadi bagian dari peringatan HUT ke-10 RJI.
Workshop diikuti para pengelola jurnal, editor, reviewer, dosen, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau, di antaranya Universitas Lancang Kuning (Unilak), Universitas Riau (UNRI), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Universitas Islam Riau (UIR), UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia (IBTPI), serta Poltekkes Kemenkes Riau.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang berpengalaman dalam pengelolaan jurnal ilmiah nasional terakreditasi maupun jurnal bereputasi internasional, yakni Dr. Budianto Hamuddin, M.ESL., Siti Mutrofin, S.Kom., M.Kom., dan Dr. Muhammad Lutfi Hamzah.
Ketua RJI Pengda Riau, Alexsander Yandra, S.IP., M.Si., mengatakan peningkatan kapasitas pengelola jurnal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas publikasi ilmiah, khususnya di Provinsi Riau.
Menurutnya, tantangan pengelolaan jurnal saat ini tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan penerbitan, tetapi juga peningkatan tata kelola, mutu artikel ilmiah, serta kemampuan jurnal memperoleh akreditasi nasional dan indeksasi internasional.
"Melalui workshop dan bedah jurnal ini, kami berharap para pengelola jurnal memperoleh masukan yang objektif dan konstruktif dari para pakar sehingga mampu menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas jurnal masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi dan pembelajaran bersama dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang semakin berkualitas," ujar Alexsander.
Ia juga mengapresiasi Poltekkes Kemenkes Riau yang telah menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Sementara itu, Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Riau, Okta Vitriani, SKM., M.Kes., yang mewakili Direktur Poltekkes Kemenkes Riau, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama RJI Pengda Riau.
Menurutnya, Poltekkes Kemenkes Riau terus berupaya meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Saat ini institusinya telah memiliki satu jurnal yang terakreditasi dan berkomitmen meningkatkan kualitas jurnal-jurnal lainnya.
"Kami menyadari bahwa penguatan kualitas jurnal ilmiah merupakan proses yang membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas editor dan pengelola jurnal agar mampu memenuhi standar akreditasi nasional maupun indeksasi internasional," katanya.
Ia berharap workshop dan bedah jurnal tersebut menghasilkan rekomendasi serta strategi yang dapat diterapkan para pengelola jurnal untuk meningkatkan mutu publikasi ilmiah di institusi masing-masing.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi bedah jurnal yang memberikan kesempatan memperoleh evaluasi langsung dari narasumber. Evaluasi tersebut mencakup tata kelola jurnal, kualitas substansi artikel, penguatan proses editorial, hingga strategi meningkatkan peringkat akreditasi dan indeksasi global.
Melalui kegiatan ini, RJI Pengda Riau bersama Poltekkes Kemenkes Riau berharap semakin banyak jurnal ilmiah di Riau yang mampu memenuhi standar nasional maupun internasional, sehingga dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan publikasi ilmiah bereputasi. (rilis)