DUMAI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MBKM Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UNRI) menjalankan salah satu program unggulan berupa penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Posyandu Kapodang, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Rabu (11/6/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mereka untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam edukasi kesehatan berbasis lingkungan. Tidak hanya menanam, para mahasiswa juga memasang plang nama pada setiap tanaman lengkap dengan informasi manfaatnya, agar warga dapat mengenal dan memanfaatkannya secara langsung.
Berbagai jenis tanaman TOGA ditanam dalam kegiatan ini, antara lain: kunyit, jahe, lidah buaya, sirih merah, serai, mengkudu, temulawak, kumis kucing, cocor bebek, lengkuas, sirih cina, bidara, jarak, jeruk nipis, hingga betadine (daun jinten). Tanaman-tanaman ini dikenal memiliki khasiat kesehatan dan bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan tradisional.
Dekan Fakultas Kedokteran Unri, Prof dr Arfianti, M.Biomed, MSc, PhD, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme mahasiswa dalam merealisasikan program tersebut.
“Kami bangga dengan semangat mahasiswa FK UNRI yang mampu menerapkan ilmu secara aplikatif melalui KKN MBKM. Kegiatan penanaman TOGA ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat serta promosi kesehatan yang berkelanjutan. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, dr Timotius Agung Soripada, M.Biomed, menekankan pentingnya sinergi antara ilmu kedokteran dan pengabdian kepada masyarakat.
“Program TOGA ini tidak hanya relevan dengan bidang kedokteran, tetapi juga memperkuat nilai-nilai edukasi kesehatan masyarakat. Harapan saya, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi program KKN lainnya,” kata dr Timotius.
Ketua Posyandu Kapodang, Puji Rahayu, menyambut positif kegiatan ini dan menyampaikan rasa terima kasih kepada para mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik mahasiswa KKN MBKM FK Unri. Penanaman TOGA ini bukan hanya menambah keasrian posyandu, tapi juga memberikan edukasi kepada warga soal manfaat tumbuhan obat di sekitar kita,” ungkapnya.
Ketua kelompok KKN MBKM FK Unri, Haikal Misbaqun Nasir, menyatakan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk memperkenalkan kembali kekayaan tanaman obat lokal kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan dampak yang bermanfaat dan memperluas wawasan masyarakat mengenai beragam tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan sehari-hari,” jelasnya.
Penanaman TOGA ini bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan warga. Dari halaman kecil Posyandu Kapodang, tumbuh semangat besar untuk hidup lebih sehat secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran baru dalam menjaga kesehatan berbasis kearifan lokal, serta menjadi warisan kebaikan yang terus berkembang di tengah masyarakat Kelurahan Bukit Batrem. (rilis)