www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Hujan Ringan Bantu Redam Kebakaran Lahan di Kuala Kampar, Bara Bawah Tanah Masih Membara
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Universitas Hang Tuah Pekanbaru Diskusi Bareng Prof Siti Soal Industri Halal
Selasa, 10 September 2024 - 20:04:09 WIB
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menjadi tuan rumah diskusi pengembangan industri halal di Indonesia (foto/Mimi)
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menjadi tuan rumah diskusi pengembangan industri halal di Indonesia (foto/Mimi)

PEKANBARU - Universitas Hang Tuah Pekanbaru menjadi tuan rumah diskusi penting mengenai "Peran Hukum dan Komunikasi dalam Menghadapi Tantangan Pengembangan Industri Halal di Indonesia" pada Selasa, (10/9/2024).

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, termasuk Prof Dr Siti Nur Azizah, MHum, yang juga putri dari Wakil Presiden RI, serta Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Prof Dr Syafrani, MSi. Diskusi dipandu oleh Ilhamdi, MH, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Hukum Universitas Hang Tuah Pekanbaru.

Dalam paparannya, Prof Dr Siti Nur Azizah menekankan pentingnya keberadaan industri halal di Indonesia. Yang mana Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

"Halal adalah tuntutan dasar dalam kehidupan umat Muslim. Pemenuhan kebutuhan akan produk halal tidak hanya sebatas aturan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan kepercayaan diri umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari," terang Siti Nur Azizah.

Ia menegaskan bahwa konsep halal merupakan salah satu ajaran sentral dalam Islam.

"Halal, menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Mustashfa Min 'Ilm Al-Ushul, didasari oleh prinsip maslahah atau kemaslahatan umum. Artinya, pemenuhan kebutuhan halal tidak hanya menguntungkan umat Muslim, tetapi juga membawa manfaat bagi seluruh umat manusia, dengan tujuan melindungi agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta," paparnya.

Lebih lanjut, Prof Siti menyinggung bahwa industri halal saat ini telah menjadi bagian integral dari perekonomian nasional dan global. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam pasar industri halal dunia.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman yang menyeluruh di berbagai lapisan masyarakat. Terutama terkait dengan regulasi dan kebijakan hukum yang mendukung ekosistem bisnis halal.

"Penerapan hukum yang jelas dan tegas sangat diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh pelaku usaha, baik produsen maupun konsumen, dapat menikmati manfaat dari industri ini. Hukum harus mencakup perlindungan bagi konsumen Muslim agar mereka dapat merasa aman dan terlindungi dalam memilih produk yang mereka konsumsi," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya sertifikasi halal bagi produk, mulai dari makanan, minuman, hingga kosmetika, obat-obatan, dan layanan lainnya, harus terus didorong.

"Tidak hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tetapi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengusaha dan konsumen, harus berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan industri halal yang berkualitas," tegas Prof Siti.

Selain aspek hukum, Prof Siti juga menyoroti peran penting komunikasi dalam pengembangan industri halal. Menurutnya, komunikasi yang efektif diperlukan untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya produk halal, baik di kalangan produsen, konsumen, maupun regulator.

"Komunikasi yang baik antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat akan mempercepat proses sertifikasi halal serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya produk halal. Media juga memiliki peran penting dalam menyosialisasikan nilai-nilai halal kepada masyarakat luas," kata Siti Nur Azizah.

Semenatara Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Prof Dr Syafrani, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya industri halal sebagai bagian dari ekonomi syariah.

"Industri halal bukan hanya sekedar kebutuhan agama, tetapi juga merupakan pilar penting bagi pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam industri ini. Namun diperlukan sinergi antara hukum, ekonomi, dan komunikasi untuk mengoptimalkan potensi tersebut," ungkap Syafrani.

Diskusi tersebut juga mengangkat tantangan utama dalam penerapan hukum di sektor industri halal. Menurut Prof Siti, regulasi terkait industri halal di Indonesia masih memerlukan perbaikan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Kebijakan hukum yang diterapkan harus dapat merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk produsen, konsumen, serta para pemangku kepentingan lainnya. Hanya dengan cara ini, kita bisa membangun ekosistem industri halal yang kuat dan berkelanjutan," tutupnya.

Penulis: Mimi

Editor: Riki



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Tim Manggala Agni padamkan karhutla di Kuala Kampar.(foto: mcr)Hujan Ringan Bantu Redam Kebakaran Lahan di Kuala Kampar, Bara Bawah Tanah Masih Membara
Jorge Martin juarai sprint race MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Sensasi Le Mans! Jorge Martin Menang Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Marquez Terlempar di Lap Akhir
Trofeo Mini Soccer dalam rangka HPN yang digelar PWI Riau.(foto: istimewa)Trofeo Mini Soccer HPN 2026 Satukan PWI, PLN dan BRK Syariah di Pekanbaru
Operasi bypass jantung.(ilustrasi/int)RSUD Arifin Achmad Catat Sejarah Baru, Operasi Bypass Jantung Saat Masih Berdetak Sukses
Pemprov Riau gelontorkan dana untuk beasiswa.(ilustrasi/int)Rp62 Miliar Digelontorkan, 3.644 Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa 2026
  LAM Riau terus perjuangkan DIR.(foto: int)Naskah 600 Halaman Sudah di DPR, Riau Terus Berjuang Jadi Daerah Istimewa
Wamenpar, Ni Luh Puspa membuka Rakernas II ASITA 2026 di Makassar (foto/ist)ASITA Tegaskan Komitmen Majukan Pariwisata Indonesia Lewat Kolaborasi Nasional
Francesco Bagnaia raih pole di MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Dari Q1 ke Front Row! Marquez Tantang Bagnaia di MotoGP Prancis 2026
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.(foto: mcr)Di Hadapan Wisudawan Umri, Sekdaprov Riau Soroti Perubahan Pola Pikir Lulusan
Sidak pedagang Minyakita di Pekanbaru menjual di atas HET.(ilustrasi/int)Sidak Harga MinyaKita di Pekanbaru, Polisi Temukan Pedagang Jual di Atas HET
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved