Pendidikan
BREAKING NEWS :
Zul As Minta Perusahaan di Dumai Siapkan Tempat Isolasi untuk Karyawan Terpapar Covid-19
 
Kemendikbud Bantah Klaster Sekolah Penularan Covid-19
Kamis, 13 Agustus 2020 - 21:25:34 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membantah kabar ada klaster penularan Covid-19 setelah sekolah dibuka. Pada 7 Agustus lalu, Kemendikbud resmi memutuskan untuk membuka sekolah mulai 10 Agustus di daerah zona kuning secara bertahap.

Baru tiga hari dibuka, twitter dihebohkan oleh akun laporcovid19 yang melaporkan adanya 6 klaster dari kasus baru setelah sekolah dibuka pada tanggal 12 Agustus.

"Saat PBM tatap muka dimulai, bermunculan klaster-klaster baru penularan Covid dari sekolah dari berbagai daerah. Konsekuensi serius dari kebijakan @Kemdikbud_RI!! Apa tindakanmu Kak @Nadiem_Makarim?" cuit akun @laporcovid19, dikutip merdeka.com.

Keenam klaster itu adalah klaster di Kalimantan Barat, Tulungagung, Tegal, Cirebon, Sumedang dan Sekolah Pati. Bukan itu saja, kabar yang cukup menghebohkan pada hari ini, yaitu terkait 289 peserta didik di Papua yang dikabarkan terpapar Covid-19 setelah sekolah dibuka.

Hal ini disampaikan oleh Juru bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Papua, Silwanur Sumule.

Dia mengatakan bahwa 289 pelajar tersebut diduga terjangkit Covid-19 saat kegiatan belajar mengajar dilakukan. Sedangkan saat ini, proses belajar mengajar masih dilakukan secara daring.

"Tapi saat ini kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring," kata Silwanus kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri membantah kabar tersebut.

Dia mengatakan angka 289 tersebut angka kumulatif dari seluruh anak di Papua yang berusia 0 sampai 18 tahun yang terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, angka tersebut merupakan angka keseluruhan sejak awal bulan Maret 2020.

"Itu jumlah kasus pada anak usia 0 sampai 18 tahun. Angka akumulasi dari bulan Maret sampai Agustus terus sebelum proses pembukaan sekolah,” tegasnya.

Untuk sekolah di Kalimantan Barat, tepatnya di Pontianak, Jumeri membenarkan bahwa telah ditemukan 14 siswa dan 8 guru yang reaktif Covid-19. Namun, para siswa dan guru tersebut melakukan swab test sebelum sekolah dibuka.

"Gubernur Kalbar melakukan swab test terhadap bapak ibu guru dan random test kepada peserta didik. Hasilnya 14 siswa dan 8 guru reaktif. Swab test dilakukan dalam persiapan membuka sekolah. Jadi sekolah belum buka,” ujar Jumeri.

Dia mengapresiasi Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) karena telah menggunakan anggaran dana daerahnya untuk melakukan swab test ke para siswa dan guru sebelum membuka sekolah. Dia berharap, pemimpin daerah lainnya bisa mencontoh gubernur Kalbar yang menaati protokol kesehatan dengan baik.

β€œIni contoh yang baik ya, harus dicontoh daerah lainnya. Pemerintah daerah mengalokasikan anggarannya untuk swab test. Kalau ada yang reaktif, maka pembukaan ditunda,” ujar Jumeri.

Pada 10 Agustus lalu, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson sudah mengklarifikasi kabar burung yang tersebar di sosial media itu. Swab test dilakukan sebelum sekolah dibuka. Alhasil, karena ditemukan kasus reaktif, maka sekolah di Pontianak tidak jadi dibuka.

"Dari 604 orang guru dan siswa yang kita tes swab, terdapat delapan orang guru dan 14 orang murid yang terkonfirmasi positif covid-19," kata Harisson di Pontianak, (10/8/2020).

Selanjutnya di Tulungagung, dikabarkan satu siswa sekolah dasar reaktif Covid-19. Padahal sekolah di Tulungagung belum dibuka. Setelah diselidiki, Jumeri menemukan fakta bahwa siswa SD tersebut tertular dari orang tuanya yang merupakan seorang pedagang yang menjual dagangannya antar daerah.

"Itu sekolahnya terpencil, belum tatap muka. Memang di sekolah itu sulit belajar daring, jadi sekolah dikelompokkan jadi lima orang, nah gurunya ngajarin mereka. 4 orang temannya sudah diisolasi juga walau hasilnya negatif," papar Jumeri.

Jumeri kembali mengingatkan bahwa hanya sekolah di zona kuning dan hijau saja yang boleh dibuka. Selain itu, harus ada izin dari gugus tugas setempat maupun bupati/wali kota sebelum membuka sekolah. Sekolah juga harus mengisi formulir kesiapan sekolah dalam menerapkan tatap muka. Pembukaan pun dilakukan secara bertahap.

"Sekolah harus daftar kesiapan sekolah dalam membuka proses tatap muka. Bukan Cuma kasih surat edaran tapi permohonan izin yang harus divalidasi di lapangan. Tatap muka juga harus mengikuti protokol kesehatan," tutupnya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Dr. H. Syafriadi, S.H., M.HAda Berita Satu Keluarga Kaprodi Positif Covid-19, UIR Beri Tanggapan
UIRKabar Duka; Dosen UIR Meninggal Akibat Corona, Kegiatan di Kampus Ditiadakan
IlustrasiSebagian Besar Sekolah di Pekanbaru Sudah Ajukan Bantuan Kuota Internet
  Kadisdik Rohil, HM Nur Hidayat SH mencoba menggunakan tempat cuci tangan milik SDN 008 Bagan Punak disela-sela meninjau kesiapan sekolah itu.Disdikbud Rohil Pantau Kesiapan Belajar Tatap Muka Sekolah di Kecamatan Bangko
IlustrasiDua Kepala Sekolah di Pekanbaru Positif Covid-19, Belajar Tanpa Tatap Muka Diperpanjang
Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi Jubir Satgas Covid-19 Riau Minta Pemko Pekanbaru Jangan Buka Sekolah Dulu

 
Berita Lainnya :
  • Zul As Minta Perusahaan di Dumai Siapkan Tempat Isolasi untuk Karyawan Terpapar Covid-19
  • Tak Ada Tawar Menawar, Langkah Hukum Bakal Ditegakkan pada Pilkada Riau 2020
  • Bawaslu Meranti Himbau Parpol dan Bapaslon Patuhi Protokol Kesehatan, Ada Ancaman Pidana
  • Hakim PN Rengat Tolak Praperadilan Mak Gadih, Terduga Bandar Besar Sabu di Inhu
  • Diserang Rumor Calon Boneka, Ini Tanggapan Hery Saputra
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Wagubri Buka Pelatihan Jurnalistik Sekolah di SMAN 1 Pekanbaru
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved