Pendidikan
BREAKING NEWS :
Lurah Rimba Melintang Bentuk Posko Covid-19 di Setiap RT
 
KPAI Usul Pemerintah Sesuaikan Kurikulum Pendidikan dengan Pandemi Corona
Senin, 08 Juni 2020 - 06:26:14 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan agar pemerintah menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan situasi pandemi COVID-19. 

KPAI mengusulkan pembukaan tahun ajaran baru baik di sekolah maupun madrasah dapat dimulai, namun skema pembelajaran tatap muka agar ditunda hingga kondisi benar-benar aman untuk keselamatan anak usia sekolah.

"Dalam hal untuk memastikan anak tetap belajar secara optimal, pemerintah agar melakukan langkah-langkah strategis melalui menyederhanakan kurikulum dengan menyesuaikan kondisi anak dalam situasi COVID-19," kata Ketua KPAI Susanto, dalam keterangannya, Minggu (7/6/2020).

Selain itu KPAI mengusulkan agar pemerintah memberikan subsidi kuota internet, infrastruktur, dan fasilitas untuk belajar berbasis daring. Sebagai contoh, di Provinsi Papua, terdapat 608.000 siswa yang tidak terlayani pembelajaran daring mencapai 54%.

KPAI juga mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan sebagian dana desa untuk optimalisasi layanan pendidikan anak di desa, terutama anak usia sekolah yang terkendala akses layanan pendidikan. Sementara itu, KPAI juga menganjurkan agar pelaksanaan tahun ajaran baru di pesantren maupun sekolah berbasis asrama dapat dimulai sesuai jadwal, tetapi pembelajaran tatap muka diminta ditunda hingga situasi pandemi corona mereda.

"Hal ini karena situasi dan kondisi pesantren rentan terdampak dan berpotensi menimbulkan klaster baru. Apalagi menurut Kementerian Agama RI jumlah pesantren di Indonesia sangat banyak yaitu 28.194 Pesantren dengan jumlah santri 18 juta anak, dan didampingi 1,5 juta guru. Sementara dari jumlah tersebut, 5 juta santri mukim. Hal ini juga berlaku bagi satuan pendidikan berbasis asrama lainnya," ujar Susanto.

Di sisi lain, dalam kondisi pandemi COVID-19 intensitas anak mengakses internet sangat tinggi sehingga berpotensi anak terpapar dari dampak negatif digital. Untuk itu KPAI mengusulkan agar pemerintah memastikan pencegahan anak dari konten-konten negatif baik pornografi, radikalisme, dan kekerasan; serta pencegahan dan penanganan kejahatan siber; dan mendorong munculnya konten-konten positif bagi anak.

Lebih lanjut, KPAI juga mengimbau agar orang tua terus berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait pendidikan anak serta mendampingi dalam berselancar di internet. Orang tua berperan dalam mengedukasi anak terkait protokol kesehatan pencegahan Corona.

"Mengingat rumah menjadi pusat aktivitas anak, pemerintah melalui Kementerian/Lembaga terkait agar mengedukasi orang tua agar terus memberikan pengasuhan terbaik, berkoordinasi dan bekerja sama dengan guru dan sekolah untuk pemenuhan hak pendidikan anak, mendampingi anak dalam mengakses internet, serta mengedukasi anak dengan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19," sambungnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per tanggal 30 Mei 2020, terdapat 1.851 kasus COVID-19 pada usia anak. Berdasarkan data tersebut KPAI menilai diperlukan evaluasi secara menyeluruh baik aspek pencegahan maupun penanganan melalui sinergi Kementerian/ lembaga terkait agar perlindungan anak dalam masa COVID-19 dapat terlaksana secara optimal.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiKPAI Usul Pemerintah Sesuaikan Kurikulum Pendidikan dengan Pandemi Corona
Plt Kadisdikbud Pelalawan, M Zalal S.PdAntisipasi Covid-19, Disdik Pelalawan Perpanjang Libur Siswa Sampai 13 April
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Abdul Jamal Kadisdik Pekanbaru Ingatkan Guru Tetap Mengajar dari Rumah
  Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka SiraitKomnas Perlindungan Anak: Hati-hati Jalankan Tatanan Normal Baru di Dunia Pendidikan
IlustrasiLibur Sekolah Diperpanjang hingga 14 April
ABKIN Riau menghimbau seluruh Guru BK agar dapat berperan aktif dalam mengontrol dan memberikan pemahaman terhadap siswa dan orangtua tentang virus corona.PD ABKIN Riau Himbau Guru BK Berperan Aktif Mengedukasi Siswa tentang Bahaya Covid-19

 
Berita Lainnya :
  • Lurah Rimba Melintang Bentuk Posko Covid-19 di Setiap RT
  • Jika Ditahan, Tersangka Ancam Bongkar Siapa Saja yang Makan Uang Hasil Korupsi Video Wall Pekanbaru
  • Wajib Pajak Kucing-kucingan, Pemkab Kepulauan Meranti Harus Rela Kehilangan Rp 300 Juta Lebih
  • Kota Dumai akan Uji Coba Belajar Tatap Muka, Sekolah Wajib Ajukan Proposal Protokol Kesehatan Covid-19
  • Sempat Ditahan, Kini Dua Tersangka Korupsi di Disdik Riau Malah Jadi Tahanan Kota
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Wagubri Buka Pelatihan Jurnalistik Sekolah di SMAN 1 Pekanbaru
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved