www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Riau Punya 440 Ribu Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Dorong Hilirisasi
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Riau Punya 440 Ribu Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Dorong Hilirisasi
Rabu, 04 November 2026 - 11:29:01 WIB
 Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi D, dalam kegiatan The 3rd Bedelau di Pekanbaru (foto/ist)
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi D, dalam kegiatan The 3rd Bedelau di Pekanbaru (foto/ist)

PEKANBARU – Pemprov Riau mendorong pengembangan hilirisasi kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Riau merupakan salah satu sentra utama produksi kelapa di Indonesia. Kontribusi produksi kelapa Riau bahkan mencapai 14,45 persen dari total produksi nasional.

Hal itu disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi D, dalam kegiatan The 3rd Bedelau yang diselenggarakan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Riau di Kantor Perwakilan BI Riau, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Potensi Hilirisasi Kelapa bagi Perekonomian Riau Makin Beragam”.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, luas areal perkebunan kelapa di Riau mencapai 440,08 ribu hektare dengan total produksi sebesar 411,28 ribu ton.

Besarnya potensi tersebut dinilai harus diikuti dengan pengembangan industri pengolahan agar kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Artinya, ketika kita berbicara tentang hilirisasi kelapa, kita juga sedang berbicara tentang ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini bekerja dan menggantungkan penghidupannya pada komoditas kelapa,” ujar Helmi.

Ia menjelaskan, Riau sebenarnya telah memiliki basis industri pengolahan kelapa yang menghasilkan berbagai produk, mulai dari minyak kelapa, santan, hingga beragam produk turunan lainnya.

Namun, keberadaan industri tersebut masih perlu diperkuat agar potensi ekonomi kelapa dapat memberikan manfaat lebih besar, terutama bagi petani sebagai pihak yang berada di hulu rantai produksi.

Menurut Helmi, pengembangan sektor kelapa tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pemerintah juga perlu memastikan adanya nilai tambah yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di sisi perkebunan, salah satu persoalan yang dihadapi adalah banyaknya tanaman kelapa yang sudah berusia tua dan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut berdampak terhadap produktivitas perkebunan.

Sementara dari sisi hilir, petani dan pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala, seperti fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, serta persoalan pembiayaan.

“Kita harus memastikan kebun tetap produktif, tata air berjalan dengan baik, petani terlindungi, dan pasar yang jelas,” tegas Helmi dikutip dari MCRiau.

Ia menilai, penyelesaian berbagai persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku industri, hingga petani kelapa.

Helmi berharap kajian yang dibahas dalam kegiatan The 3rd Bedelau dapat menjadi pijakan dalam merumuskan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan hilirisasi kelapa di Riau.

Pemprov Riau juga berharap hasil kajian dan diseminasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pengembangan industri hilir, potensi kelapa Riau diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi lebih besar, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
 Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi D, dalam kegiatan The 3rd Bedelau di Pekanbaru (foto/ist)Riau Punya 440 Ribu Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Dorong Hilirisasi
Ilustrasi hujan berpotensi guyur sebagian besar Riau (foto/int)BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sebagian Riau Hari Ini
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat (kiri), bersama Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau, Ramli Walid, dan Wakil Ketua FPK, Fakhrunnas MA Jabbar.Indeks Harmoni Riau Masuk 10 Besar Nasional, Pers Diminta Perkuat Persatuan
KSP sekaligus eks Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terseret kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.(foto: bandunghariini.com)Diduga Sadap Presiden Sejak 2025, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polri Terancam 10 Tahun Penjara
Mabes Polri gelar konferensi pers terkait penetapan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dugaan penyadapan Presiden.(foto: detik.com)Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Seret 3 Jenderal Termasuk Mantan Kapolri Listyo Sigit
  Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru turun lagi (foto/int)Sempat Naik, Harga Emas Antam di Pekanbaru Turun Tipis Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai tanam 500 mangrove, perkuat penanggulangan abrasi di Kelurahan Mundam (foto/ist)Pertamina Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Kelurahan Mundam
ist.Tuntut DBH Migas dan Sawit 70 Persen, Ribuan Massa Bakal Geruduk Kantor PHR
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.(foto: fajar.co.id)Aksi Penyadapan Diduga Sejak 2025-2026, Siapa Saja Targetnya?
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra.(foto: int)Tiga Jenderal Polri jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden, Yusril Minta Publik Bersabar
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved