PEKANBARU — Sebanyak 56 kafilah Provinsi Riau bersiap mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebelum bertolak ke arena kompetisi tingkat nasional, para peserta mendapat pesan khusus untuk tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjaga akhlak dan nama baik daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat pelepasan Kafilah Provinsi Riau di Hotel Mutiara Merdeka, Senin (7/9/2026).
Syahrial menegaskan, kemampuan membaca, menghafal, memahami, hingga menyampaikan kandungan Al-Qur’an harus berjalan beriringan dengan sikap dan kepribadian yang baik.
“Pesan utama Bapak Gubernur Riau adalah tetap menjaga akhlak, karena ada yang lebih tinggi daripada ilmu. Ilmu yang tinggi harus berjalan bersama sikap dan kepribadian yang baik,” ujarnya.
Ia mengingatkan, para kafilah tidak hanya bertanding atas nama pribadi. Di pundak mereka juga melekat nama Kafilah Provinsi Riau dan marwah daerah yang harus dijaga selama berada di Semarang.
“Saudara-saudara sekalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa nama Kafilah Provinsi Riau dan membawa marwah daerah. Tunjukkan bahwa Riau memiliki tradisi keislaman dan budaya Melayu yang kuat,” katanya.
Menurut Syahrial, sikap para peserta selama mengikuti MTQ menjadi bagian penting dalam menunjukkan identitas Riau. Karena itu, ia meminta seluruh kafilah mampu mencerminkan nilai-nilai keislaman dan budaya Melayu dalam setiap kesempatan.
Tak hanya soal menjaga nama daerah, Syahrial juga berpesan agar para peserta menghormati orang tua, guru, pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pembinaan.
Ia menilai, capaian seorang peserta tidak lahir dari kemampuan individu semata. Di balik keberangkatan mereka ke tingkat nasional terdapat doa, bimbingan, pembinaan, dan kerja keras banyak pihak.
“Jagalah nama baik Riau, diri sendiri, orang tua yang membesarkan, guru yang mendidik, serta para pelatih yang selama ini membersamai perjuangan saudara-saudara sekalian. Hargai seluruh proses dan perjuangan yang telah dilakukan hingga saudara-saudara dapat berada pada tahap ini,” ungkapnya.
Menghadapi persaingan di tingkat nasional, Syahrial meminta para kafilah tampil tanpa beban, menjaga kesehatan dan kekompakan, serta mengerahkan kemampuan terbaik.
“Tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri, luruskan niat, jaga kesehatan, dan tetap kompak. Semoga seluruh perjuangan kita mendapat kemudahan serta keberhasilan dari Allah SWT,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menilai MTQ memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara.
Menurutnya, MTQ merupakan momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan keagamaan dan karakter yang kuat.
“MTQ bukan semata-mata ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui MTQ, kita berharap lahir generasi Qurani yang memiliki kemampuan sekaligus akhlak dan karakter yang baik,” ujarnya.
Muliardi pun mengajak masyarakat Riau untuk memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan 56 kafilah yang akan membawa nama Bumi Lancang Kuning di tingkat nasional.
Ia berharap seluruh peserta diberikan kesehatan, ketenangan, dan kelancaran selama mengikuti rangkaian perlombaan.
“Semoga seluruh peserta mampu memberikan kemampuan terbaik dan membawa prestasi yang membanggakan bagi Provinsi Riau,” tutupnya dikutip dari MCRiau.