PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto meraih Anugerah Inovasi Pemerintahan Digital dan Kepemimpinan Kolaboratif dalam Tribun Pekanbaru Award 2026, Jumat (28/8/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya kepemimpinan SF Hariyanto dalam mendorong transformasi digital pemerintahan dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi D, menyambut baik penghargaan tersebut. Menurutnya, apresiasi yang diberikan insan pers dapat menjadi motivasi bagi pemerintah maupun sektor lainnya untuk terus meningkatkan kinerja.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, saya menyambut baik serta mengapresiasi penyelenggaraan Tribun Digital Awards 2026. Ini merupakan salah satu upaya kita dalam menghargai dedikasi dan kerja nyata dari sektor pemerintahan, BUMN/BUMD, dan swasta,” kata Helmi.
Helmi mengatakan perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu terus beradaptasi dengan memperkuat pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, transformasi digital diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menilai penghargaan yang diberikan kepada SF Hariyanto juga menjadi gambaran atas berbagai upaya Pemprov Riau dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
Helmi turut mengapresiasi peran perusahaan media, organisasi pers, dan insan pers yang selama ini ikut menyampaikan informasi serta mengawal berbagai program pemerintah daerah.
“Kami harap pers dapat memberikan dukungan yang bersifat konstruktif serta hadir sebagai media penyeimbang informasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Perusahaan Tribun Pekanbaru Purnomo Kamid Ruslan mengatakan Tribun Pekanbaru Award 2026 diberikan kepada sejumlah pihak dari berbagai sektor yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pembangunan Riau.
Untuk kategori pemerintahan, penilaian diarahkan kepada kepala daerah yang dinilai mampu menjalankan program kerja dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang kita lihat adalah kepala pemerintahan yang berprestasi dan menjalankan program kerja dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Memang tidak semua kepala daerah, tetapi yang dinilai memiliki capaian dan kontribusi,” kata Purnomo.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Tribun Pekanbaru Award melibatkan kalangan akademisi sebagai bagian dari tim juri.
Keterlibatan akademisi tersebut bertujuan melakukan penilaian sekaligus memvalidasi kelayakan penerima penghargaan. Dengan demikian, proses penilaian diharapkan berlangsung lebih independen dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Tahun ini kita melibatkan akademisi sebagai juri yang memvalidasi kelayakan para penerima penghargaan. Sehingga penilaiannya independen, bisa secara ilmiah dan dapat diterima. Kami tidak melakukan penilaian sendiri,” ujar Purnomo.(*)