KUANTAN SINGINGI – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan, kemajuan pariwisata Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi harus berjalan seiring dengan peningkatan konektivitas dan upaya menjaga kelestarian Sungai Kuantan.
Hal tersebut disampaikan SF Hariyanto saat membuka rangkaian Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, akses menuju Kuantan Singingi perlu terus ditingkatkan agar mobilitas masyarakat, wisatawan, serta distribusi barang semakin lancar.
SF Hariyanto mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau bersyukur karena pada tahun ini mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan jalan nasional menuju Kuantan Singingi.
“Untuk itu, akses menuju Kuantan Singingi juga harus semakin baik. Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk perbaikan jalan nasional menuju Kuantan Singingi,” ujarnya.
Selain perbaikan jalan, Pemprov Riau juga terus mendorong penguatan konektivitas kawasan. SF Hariyanto mengungkapkan, pihaknya bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat telah mengusulkan pembangunan jalur penghubung atau feeder yang dapat menghubungkan Kuantan Singingi dengan trase Jalan Tol Trans Sumatera.
“Kita terus perjuangkan ini agar Kuantan Singingi semakin mudah diakses, baik dari Riau maupun Sumatera Barat. Karena kalau konektivitas semakin baik, pariwisata bergerak, distribusi semakin lancar, investasi terbuka, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” kata SF Hariyanto.
Sungai Kuantan Harus Dijaga
Selain pembangunan infrastruktur, SF Hariyanto menekankan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Kuantan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari tradisi Pacu Jalur.
Menurutnya, Sungai Kuantan bukan hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat serta menjadi tempat lahir dan berkembangnya tradisi Pacu Jalur.
“Kita tidak mungkin berbicara tentang masa depan Pacu Jalur tanpa menjaga masa depan Sungai Kuantan. Sungai ini adalah gelanggang Pacu Jalur dan bagian dari kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Ia mengapresiasi langkah jajaran Polda Riau, Polres Kuantan Singingi, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat yang terus melakukan upaya penertiban terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin dan menjaga kebersihan Sungai Kuantan.
Namun demikian, SF Hariyanto menegaskan bahwa menjaga kelestarian sungai tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum dan pemerintah.
“Namun menjaga sungai bukan hanya tugas kepolisian dan pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai Pacu Jalurnya kita banggakan, tetapi sungai tempat tradisi ini lahir justru kita biarkan rusak,” tegasnya.
Dengan konektivitas yang semakin baik dan kelestarian Sungai Kuantan yang terus dijaga, SF Hariyanto berharap Pacu Jalur dapat semakin berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat Kuantan Singingi.
Ia juga berharap tradisi budaya tersebut semakin memperkuat posisi Riau sebagai daerah tujuan wisata budaya sekaligus membawa Pacu Jalur menjadi ikon budaya yang dikenal hingga tingkat internasional.