PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) terus berupaya memastikan kelancaran pemenuhan kebutuhan pakan bagi peternak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengevaluasi penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersama Perum Bulog.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan realisasi penyerapan jagung SPHP sepanjang tahun 2026 sekaligus memetakan berbagai kendala teknis yang masih dihadapi peternak dalam proses distribusi.
Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan evaluasi dilaksanakan bersama tim Bulog Kantor Wilayah Riau dan Kepulauan Riau sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penyaluran jagung kepada peternak.
“Kami bersama Bulog mengevaluasi realisasi penyerapan jagung SPHP di tingkat peternak. Kami juga memetakan kendala teknis yang dihadapi peternak dalam proses distribusi,” kata Mimi, Rabu (15/7/2026).
Menurut Mimi, keberadaan jagung SPHP memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pakan ternak sekaligus membantu peternak mendapatkan bahan baku dengan harga yang lebih terjangkau. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di lapangan perlu segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
Dalam evaluasi tersebut, DPKH Riau bersama Bulog juga membahas capaian penyerapan jagung SPHP serta berbagai aspek yang berkaitan dengan proses distribusi kepada peternak penerima manfaat.
“Kami ingin mendengar langsung persoalan peternak. Kendala yang ada perlu dibahas bersama agar penyaluran jagung SPHP dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, DPKH Riau bersama Bulog akan memperkuat koordinasi dengan melibatkan seluruh peternak penerima manfaat jagung SPHP di Provinsi Riau melalui pertemuan virtual yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Melalui forum tersebut, para peternak diharapkan dapat menyampaikan berbagai masukan, aspirasi, maupun kendala yang dihadapi selama proses penyaluran sehingga pemerintah dapat menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
DPKH Riau berharap komunikasi yang terbuka antara pemerintah, Bulog, dan peternak dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan serta mendukung kelancaran distribusi jagung SPHP di seluruh wilayah Riau.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan bersama seluruh peternak penerima manfaat. Harapannya, kendala di lapangan bisa kita identifikasi dan selesaikan bersama,” jelas Mimi dilansir dari MCRiau.