PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui rotasi dan mutasi jabatan skala besar.
Sebanyak 238 pejabat eselon III dan IV serta puluhan kepala sekolah SMA dan SMK negeri dijadwalkan menjalani pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pada Selasa (26/5/2026).
Prosesi pelantikan akan dipimpin langsung oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto di Balai Serindit Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Pekanbaru mulai pukul 08.00 WIB.
Rotasi ini menjadi salah satu perombakan struktur organisasi terbesar di lingkungan Pemprov Riau sepanjang tahun 2026.
Selain pejabat administrator dan pengawas di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mutasi juga menyasar 77 kepala SMA dan SMK negeri di berbagai kabupaten dan kota di Riau.
Kondisi tersebut memicu perhatian di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah pejabat disebut telah menerima undangan resmi untuk mengikuti pelantikan dengan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL).
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Riau, Mardoni Akrom, membenarkan agenda pelantikan tersebut.
“Besok (Selasa) akan ada pelantikan dan pengangkatan sumpah Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas. Rencananya mereka akan dilantik langsung oleh Plt Gubri,” ujar Mardoni, Senin (25/5/2026).
Pelaksanaan mutasi ini dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Riau memperoleh izin resmi dari pemerintah pusat.
Sebagai tindak lanjut, Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, menerbitkan surat undangan pelantikan bernomor 400.14.1.1/186/SETDA/2026.
Pemprov Riau menilai rotasi jabatan diperlukan untuk memperkuat efektivitas organisasi sekaligus mengisi sejumlah posisi strategis yang selama ini masih kosong di beberapa OPD.
Selain itu, penyegaran birokrasi diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah, terutama pada sektor pelayanan publik dan pendidikan.
Sebelumnya, SF Hariyanto menegaskan, mutasi dilakukan murni berdasarkan kebutuhan organisasi dan bukan dipengaruhi faktor lain.
“Pelantikan eselon III dan IV rencananya pada 26 Mei dengan jumlah sekitar 238 orang, termasuk para kepala sekolah,” pungkasnya.