BREAKING NEWS :
Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Inhu Capai 531 kasus
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

14:40 - Hingga Akhir Tahun, Tak Ak...
17:57 - Kepala BKD Riau Tegaskan T...
16:41 - Pemprov Riau WFH, ASN Dimi...
08:38 - Gubri Positif Covid, Roda ...
17:45 - Pemprov Riau Batasi dan Pe...
15:59 - Sekdaprov Wakili Gubri Sam...
13:20 - Tingkatkan Pengawasan Kerj...
11:56 - Pasca Gubri Positif Covid...
17:49 - Dua Kadis dan 2 Kabiro Pem...
16:35 - Mendagri Masih Belum Putus...
12:48 - Jelang Nataru 2021, Wagubr...
11:58 - Kepala BKD Ikhwan Ridwan S...
15:13 - Hadiri Hari Ikan Nasional ...
13:07 - Gubri Beri Penghargaan kep...
11:20 - Gubri Puji Aplikasi Bantu ...
15:10 - Kirim Surat Resmi ke Kemen...
13:51 - HUT ke-75 PGRI, Gubri: Kit...
08:43 - Wagubri Ungkap Peran Zakat...
14:36 - 262 CPNS Pemprov Riau Sele...
14:09 - Gubri Ungkap Tren Covid-19...
 
 
Tak Hanya Cetak Ulama, Gubri Harap Ponpes Juga Lahirkan Pengusaha
Kamis, 22 Oktober 2020 - 07:20:07 WIB

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengungkapkan peran pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi pesantren mengharapkan pondok pesantren nantinya bukan hanya mencetak kader-kader ulama, namun juga mencetak kader-kader pengusaha atau wirausaha.

"Sehingga nantinya, apabila anak-anak santri kita lepas dari pondok mereka sudah bisa mandiri. Harapan kita mereka menjadi ulama, juga bisa menjadi para pengusaha-pengusaha yang dapat mengembangkan usaha-usaha baik yang ada di Riau maupun juga di Indonesia," harapnya saat Sarasehan Pimpinan Pondok Pesantren se Provinsi Riau secara virtual di Kediaman Gubri, Rabu (21/10/2020) dikutip dari mediacenter.

Syamsuar mengatakan, pemberdayaan ekonomi pesantren dengan program pengembangan potensi santripreuner atau santri-enterpreuner disiapkan sebagai usaha kecil menengah berbasis kelapa sawit. 

"Karena kita tahu, Riau ini termasuk penghasil sawit yang terbesar di Indonesia. Juga beberapa pondok pesantren di Riau telah memiliki kebun sawit. Arahan oleh Wakil Presiden agar potensi ini bisa dikembangkan dengan berkolaborasi, tentunya memanfaatkan pondok-pondok pesantren yang ada di Provinsi Riau," katanya.

Gubri mengatakan bahwa saat ini Riau memiliki sekitar 308 pesantren aktif. Oleh karenanya ia melihat ini sebagai potensi untuk pengembangan sumber daya manusia agar nantinya pondok-pondok pesantren yang ada di Riau ini bisa mandiri dan sekaligus juga melahirkan enterpreuner.

"Lahirnya santripreuner ini kita harapkan dapat mengembangkan ekonomi Indonesia dimasa yang akan datang," pungkasnya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Inhu Capai 531 kasus
  • Perluasan Jaringan dengan Biaya Lebih Efisien, XL Axiata Uji Coba Open RAN di Indonesia Timur
  • Positif Covid-19 Riau Bertambah 155 Kasus, Sembuh 161 Pasien
  • Presiden Lepas Ekspor Senilai Rp23,75 T, RAPP dan APR Ekspor Kertas dan Rayon ke Berbagai Negara
  • Elektabilitas Abi-Herman Kejar Keunggulan Kasmarni-Bagus
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved