BREAKING NEWS :
Masyarakat Diminta Objektif dan Rasional Menilai Penolakan RAPBD P Inhu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:55 - Terima Kunjungan FDAPT Ria...
12:32 - TP PKK dan BK3S Riau Terus...
14:57 - Bagi yang Ingin Lewat Jala...
14:50 - Gubri Lantik Penjabat dan ...
22:03 - Gubri Minta Bantuan Presid...
16:47 - Tol Permai Diharap Dorong ...
12:42 - Gubri Berharap UMKM Riau M...
07:44 - Tunggu SK, Gubri Akan Lant...
16:10 - Pemprov Riau Berharap RSTP...
14:11 - Presiden Jokowi Resmikan T...
13:21 - Pemprov Riau Akan Tambah J...
12:46 - Pemprov Riau Masih Tunggu...
11:18 - Jelang Dua Hari Bertugas, ...
16:05 - PT TGI Serahkan Bantuan 35...
12:18 - Gubri Teken Nota Kesepakat...
09:16 - 109 Pelamar CPNS di Pempro...
06:18 - Sudah 143 ASN di Pemprov R...
17:26 - Kemerdekaan Pers di Riau S...
18:37 - Pemprov Riau Serahkan 100 ...
13:36 - Riau akan Buat Aplikasi Se...
 
 
Pantau Pelaksanaan PSBB Dumai, Gubri Ungkap Penyebab Kasus Positif Covid-19 di Riau Masih Tinggi
Rabu, 20 Mei 2020 - 16:28:01 WIB
Gubri saat kunjungan ke Dumai.
Gubri saat kunjungan ke Dumai.
TERKAIT:

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar melakukan kunjungan langsung ke Kota Dumai guna melakukan peninjauan terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), Rabu (20/5/2020).

Dalam kunjungan itu, Gubernur Riau Syamsuar juga menghadiri Gerakan bakti sosial Polda Riau Peduli Covid-19 dalam rangka peduli masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Dumai yang berlangsung di halaman Polres Kota Dumai.

Dalam sambutannya, Gubri mengatakan Covid-19 tidak tahu kapan akan berakhir jadi warga diminta tetap patuhi protokol kesehatan dan arahan Pemerintah.

"Sampai saat ini, angka kasus positif covid-19 di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. Dan itu terjadi hampir di setiap harinya," sebut Syamsuar.

Disampaikannya, masih bertambahnya kasus positif Covid-19 di Riau, dikarenakan banyaknya masyarakat/santri Riau yang sebelumnya menuntut ilmu di Magetan, Jawa timur yang kembali ke kampung halaman (Riau), hingga mengakibatkan transmisi lokal.

"Sebab itu, kita tidak boleh lengah, karena penularan Covid-19 bisa saja terjadi tanpa adanya perjalanan ke luar. Dan semoga dengan PSBB diberlakukan di Riau ada perubahan dan dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19," ucapnya.

"Maka dari itu, saya tidak henti-hentinya mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu patuhi imbauan pemerintah seperti pisychal distancing, menggunakan masker dan sering mencuci tangan," tuturnya lagi.

Penulis: Rivo Wijaya
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Masyarakat Diminta Objektif dan Rasional Menilai Penolakan RAPBD P Inhu
  • Taman di Atas Drainase Punya Green Forest Residence Tak Kunjung Dibongkar, Wan Agusti: Segera Cabut Izinnya!
  • Roro Insit - Pecah Buyung Kepulauan Meranti Beroperasi Tahun Ini
  • BMKG Deteksi Kemunculan Enam Hotspot di Riau
  • Pengakuan Pasien Sembuh Covid-19 yang Awalnya Tak Percaya Virus Corona
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved