BREAKING NEWS :
Lagi, 67 TKI dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

14:19 - Presiden Instruksikan Daer...
07:29 - Riau Siaga Darurat Virus C...
17:13 - Pemprov Riau Himbau Masyar...
15:22 - Riau Perpanjang Status Sia...
14:33 - Gubri Ajukan 6.000 Alat Ra...
13:39 - Besok, Gubri Akan Video Co...
12:09 - Cegah Penyebaran Corona, G...
11:25 - ODP Covid-19 di Riau Meni...
15:07 - Gubernur Riau Tinjau Gedun...
11:39 - Antisipasi Pandemi Virus C...
12:09 - Bersiap Hadapi Ramadan, Gu...
18:30 - Gubri Akan Ajukan Pembuata...
14:02 - Riau Siapkan Rp 11 Milliar...
13:49 - Sebagian ASN Pemprov Riau ...
12:39 - Gubri Video Conference den...
19:22 - Akibat Corona, Jadwal Tes ...
11:02 - Sikapi Instruksi ASN Boleh...
18:45 - Gubri Resmi Tetapkan Riau ...
16:12 - Pemprov Riau Rapat Tertutu...
13:03 - Tak hanya Masjid, Penyempr...
 
Ini Kata Gubri Terkait Pernyataan Menkeu Masih Banyak Dana Mengendap di Kas Daerah
Selasa, 25/02/2020 - 17:08:31 WIB
Gubernur Riau Syamsuar.
Gubernur Riau Syamsuar.
TERKAIT:

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar merespon pernyataan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang menyatakan bahwa masih ada sekitar Rp100 triliun lebih dana yang mengendap di kas daerah hingga akhir tahun lalu.

Mengenai itu, Gubri Syamsuar berpendapat bahwa masalah ini tidak bisa sepenuhnya disalahkan ke Pemda, karena memang progres pencairan dana daerah dari pusat cenderung lambat.

"Ini karena progres pencairan dana kita lambat. Sehingga banyak progres pada akhir tahun yang belum nampak realisasinya," sebut Syam.

Dikatakannya, kedepan Pemprov Riau menyadari bahwa pola realisasi anggaran perlu diubah sedemikian rupa. Salah satunya dengan mempercepat proses lelang.

"Sekarang masih banyak OPD yang belum diumumkan. Ini juga pernah menjadi penilaian KPK. Terutama dari sisi metodenya yang diumumkan secara bertahap," jelas Gubri.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan lebih dari Rp100 triliun simpanan Pemerintah Daerah (Pemda) mengendap di rekening daerah pada Desember 2019 lalu. "Dana ini tidak dibelanjakan," katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (11/2/2020).

Dia mengatakan, pihaknya masih mencarikan solusi tepat agar dana negara tidak hanya bersifat pindah akun saja. Sri Mulyani mengakui bahwa jumlah dana sebesar Rp100 triliun yang mengendap itu sudah lebih rendah dari sebelumnya.

"Pemda sempat mengendapkan dana sampai Rp200 triliun di rekening kas umum daerah (RKUD). Baru menurun jelang Desember, itu pun masih di atas Rp100 triliun pada akhir Desember 2019," ujar Sri Mulyani.

Penulis : Rivo Wijaya
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Lagi, 67 TKI dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
  • Telantarkan TKI, Bupati Irwan Akan Stop Rute Kapal ke Selatpanjang
  • Satu dari 7 Pasien Positif Corona di Sumbar Meninggal Dunia
  • Selama Wabah Corona, Pemko Diminta Pastikan Ketersediaan Pangan dan Anggaran Aman
  • Cegah Corona, DPW FPI Kepulauan Meranti Semprot Disinfectant di Masjid dan Musala
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved