BREAKING NEWS :
Misteri Kematian Nenek 78 Tahun di Inhu Mulai Terungkap, Pelaku Pasutri Kesal Ditagih Hutang
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

13:52 - Wagubri: Dana Desa Bisa Te...
12:08 - Seluruh Biro Dituntut Ting...
15:43 - Edwar Sanger: BNPB Proses ...
11:56 - Gubri Resmi Canangkan SP O...
16:58 - Gubri Paparkan Persoalan I...
10:33 - Pemprov Riau akan Kirimkan...
21:51 - Sekdaprov Riau Bangun Sine...
18:38 - Empat Bupati dan Walikota ...
18:18 - Gubernur Riau dan Kapolda ...
16:19 - Provinsi Riau Raih Predika...
06:13 - Besok, Gubri Tetapkan Stat...
19:40 - Tak Ada Hambatan, Kegiatan...
18:06 - Kemenlu Ajak Pemprov Riau ...
15:27 - Bentrokan saat Eksekusi La...
14:43 - Wagubri Berharap Riau Jadi...
12:56 - Gubri Hadiri Rakornas, Pre...
08:08 - Pagi Ini, Gubri Hadiri Ra...
17:27 - Hasil Assessment KASN Belu...
14:26 - Gubri dan Wagubri Tinjau L...
13:36 - Soal Anggaran Karhutla, Gu...
 
Sekdaprov Riau: Pelantikan Eselon III dan IV Sesuai Prosedur, Tak Ada Tabrak Aturan
Selasa, 14/01/2020 - 15:04:38 WIB

PEKANBARU - Terkait dengan pemberitaan dugaan dibangunnya dinasti oleh Gubernur Riau, Syamsuar dan juga Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid yang melantik anggota keluarganya dalam pelantikan pejabat Eselon III dan IV pada awal Januari 2020 lalu, Sekda mengatakan bahwa sudah sesuai prosedur.

"Rotasi jabatan dan mutasi jabatan sudah sesuai dengan mekanismenya, dan orang yang ditempatkanpun sudah sesuai dengan kompetensinya," ujar Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya, Selasa (14/1/2020).

Dirinya menegaskan bahwa hal tersebut sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga PP Nomer 11 Tahun 2017.

"Seharusnya bulan Agustus 2019, Gubernur Riau sudah dapat melantik pejabat karena sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan juga Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk melantik," jelasnya.

Sambung Sekdaprov, namun hal tersebut, tidak dilakukan oleh Gubri Syamsuar. Karena Gubri ingin terlebih dahulu melihat sosok yang cocok untuk menempati kursi jabatan tersebut.

"Karena itu, terang Sekda, harus dilihat lagi siapa orang yang tepat, karena bagaimanapun itu adalah orang yang nanti membantu Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mempercepat visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk lima tahun kedepan," ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses pelantikan tersebut tidak ada peraturan yang ditabrak oleh Pemprov Riau dalam menetapkan pejabat.

"Kita kan gak bodoh juga, artinya kalau melanggar pasti ada konsekuensi yang akan terjadi. Dan itu juga kita bahas dengan KASN," tuturnya.

Penulis : Rivo Wijaya
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Misteri Kematian Nenek 78 Tahun di Inhu Mulai Terungkap, Pelaku Pasutri Kesal Ditagih Hutang
  • Bupati Akui Kondisi Ekonomi Masyarakat Kuansing Belum Menggembirakan
  • Lagunya Dipakai TikTok-an Jennifer Lopez, Melly Goeslaw: I Was Surprised
  • Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Riau Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung AKMR
  • Makanan-makanan yang Masih Layak Konsumsi Meski sudah Lewat Tanggal Kadaluarsa
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved