BREAKING NEWS :
Cegah Virus Corona Masuk, Diskes Inhil Periksa Penumpang di Pelabuhan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

12:19 - Isi SOTK Baru, Pemprov Ria...
06:04 - Inspektorat Riau Ajak Pera...
18:20 - 15.000 Pegawai Honorer Pem...
16:31 - Sekdaprov Riau Sebut Asses...
20:46 - Kerja Sama dengan Hotel Ar...
13:51 - Pemprov Riau Targetkan LKP...
12:43 - Seluruh Kadis Diminta Inov...
13:05 - Tingkatkan Kualitas Pengel...
09:04 - Syamsuar Optimis Produk UM...
21:17 - Gubri Bakal Wujudkan Riau ...
13:40 - Sebelum RUPS, Gubri Akan W...
10:18 - Garap Lahan di Luar HGU, D...
20:36 - Hibahkan Tanah untuk 56 Lo...
17:42 - Gubri Kecewa Banyak Warga ...
18:03 - Dispersip Riau Siapkan PAR...
12:43 - Pemprov Riau Kembali Adaka...
15:04 - Sekdaprov Riau: Pelantikan...
12:45 - Wujudkan Riau Green, Sekda...
11:08 - Gubri Syamsuar Terima Peng...
22:24 - Sekdaprov Riau Minta ASN y...
 
Masih Ada Dua Minggu Lagi, Pemutihan Pajak di Riau Sudah Raup 63 Miliar
Senin, 02/12/2019 - 13:03:13 WIB
Kepala Bapenda Riau, Indra Putrayana (kanan) foto bersama di sela razia bersama aparat terkait
Kepala Bapenda Riau, Indra Putrayana (kanan) foto bersama di sela razia bersama aparat terkait
TERKAIT:
 
  • Masih Ada Dua Minggu Lagi, Pemutihan Pajak di Riau Sudah Raup 63 Miliar
  • Wagubri Sebut Penentuan Target PAD Daerah harus Rasional
  •  

    PEKANBARU - Animo masyarakat di Provinsi Riau cukup tinggi untuk memanfaatkan pemutihan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) yang berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

    Buktinya terlihat dengan penerimaan PAD yang sudah mencapai sekitar Rp63 miliar sejak diberlakukannya program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dari 15 Oktober hingga hari ini, Senin (2/12/2019).

    "Hingga hari ini, Pemprov Riau sudah menerima pendapatan asli daerah dari program ini mencapai Rp63 miliar. Kita optimis angka ini akan terus bertambah karena masih ada seminggu lebih lagi waktu yang biasa dimanfaatkan masyarakat," ungkap Indra Putrayana didampingi Kabid Penerimaan Pajak Bapenda Riau, Ispan Syahputra kepada halloriau.com disela-sela razia kendaraan roda dua dan empat bersama Satlantas Polda Riau di Jl Cut Nyak Dien tepatnya disampingi kantor Gubri, Senin (2/12/2019).

    Pemasangan helm kepada pengendara motor yang taat pajak

    Dijelaskan, tujuan razia ini bukan untuk membuat takut masyarakat tapi ingin memberikan dan membangkitkan kesadaran bagi masyarakat khususnya bagi yang tidak patuh membayar pajak.

    "Nah tadi bagi yang patuh dan taat membayar pajak, kita memberikan apresiasi berupa souvenir seperti payung, helm. Jangan dilihat dari besar kecinya tapi lihat dari perhatian dan apresiasi kami kepada masyarkat yang taat membayar pajak," kata Indra Putrayana.

    Dikatakan, dari capaian PAD sekitar Rp63 miliar tersebut, mengalami kenaikan dari nilai PAD Rp47 miliar.

    "Ada kenaikan sebesar 70 persen dari tahun lalu, tapi jika sampai diakhir program dapat Rp70 miliar berarti ada capaian 100 persen," kata Indra Putrayana yang optimis karena meyakini target pendapatan pajak kendaraan dari program pemutihan denda pajak dapat tercapai karena masih ada waktu lebih kurang dua minggu lagi.
     
    Bahkan pihaknya meyakini nilai setoran yang didapatkan Pemprov Riau bisa lebih besar, karena pihaknya terus melakukan upaya penertiban pajak kendaraan bermotor, dengan pihak terkait.
     
    "Operasi penertiban terus kami lakukan bersama pihak terkait, dari upaya itu kami harapkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan akan meningkat," ujarnya.

    Untuk diketahui Bapenda Provinsi Riau memproyeksikan meraih pendapatan asli daerah sebesar Rp73 miliar dari program penghapusan denda atau pemutihan pajak kendaraan bermotor yang berlangsung pada triwulan akhir 2019.

    "Kami mengestimasi bisa mendapatkan Rp73 miliar dari pemutihan denda pajak," kata Kepala Bapenda Riau, Indra Putrayana beberapa waktu lalu.

    Pemasanagn stiker taat bayar pajak

    Ada optimistisme dari Bapenda Riau bahwa pelaksanaan program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor pada tahun 2019 bisa lebih baik karena periode waktu program pemutihan pajak satu bulan lebih lama. Program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor dimulai tanggal 15 Oktober sampai 14 Desember 2019. Artinya hari efektif pelaksanaan program penghapusan denda pajak berlangsung selama 54 hari kerja.

    Sebagai pembanding, program serupa pada tahun 2018 berhasil mengumpulkan pendapatan daerah sekitar Rp47 miliar dan menghapuskan denda Rp20 miliar dengan masa pelaksanaan 34 hari kerja.

    Selain itu, masyarakat juga semakin mudah untuk melakukan pembayaran karena Bapenda menggunakan aplikasi baru yang diberi nama SiRegi (Sistem Registrasi). Dengan begitu, waktu pengurusan wajib pajak lebih singkat karena tidak perlu mengisi banyak dokumen lagi.


    Penulis: Budy Satria
    Editor: Yusni Fatimah



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Cegah Virus Corona Masuk, Diskes Inhil Periksa Penumpang di Pelabuhan
  • Jelas Sensus Penduduk 2020, BPS Mohon Dukungan Pemkab Bengkalis
  • 30 Hari ke Depan, BPK Lakukan Pemeriksaan Keuangan Pemkab Bengkalis
  • Gantikan Rekannya, Karyawan SPBU Batu Gajah Inhu Tewas dalam Kolam Minyak Pertalite
  • Musrenbang Penyusunan RKPD Tingkat Kecamatan, Bupati Inhu Minta Fokus 3 Hal Ini
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved